Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
KISAH DUA (R)


__ADS_3

Belle tersenyum mendengarnya. Harapannya sesuai dengan kenyataan, dia tahu, Bara tidak akan mempersulitnya.


"Ya sudah, berarti Minggu depan kami akan menikah!" seru Belle bahagia, membuat mereka semua tersenyum.


Kini Belle berada dalam kamarnya, dia berguling ke sana-sini sambil memandangi foto dirinya dan Daniel saat berlibur kemarin. Sangat banyak foto yang mereka ambil.


"Ahhhh Kak Daniel, aku sungguh tidak sabar!" serunya centil.


"Sepertinya, malam ini aku tidak tidur. Karena menghabiskan malam hanya untuk memandang foto kita berdua," gumamnya lagi berbicara dengan foto yang ada di dalam ponsel.


Namun, rasa kantuk yang tidak bisa ia tahan membuat Belle tertidur. Rasa lelah dan kantuknya berpadu jadi satu, membuat tidurnya sangat nyenyak malam itu.


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


"Hah...!" Belle menguap lebar, tubuhnya terasa sakit semua. "Rasanya aku masih mengantuk!" ucapnya yang masih saja terus menerus menguap sambil meliuk-liukkan tubuhnya untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku.


Belle meraih ponselnya yang tergelatak di bawah tubuhnya, dia mengelus-elus ponsel pemberian Daniel itu takut ponsel pemberian kesayangannya akan rusak atau pun lecet akibat tertimpa tubuhnya.


"Untung saja tidak pecah atau rusak. Kalau tidak, aku pasti akan merugi besar," ucapnya sambil meniup-niup benda pipih itu.


Belle menekan tombol on off, yang pertama kali terlihat adalah wajahnya dan Daniel. Membuat sederet gigi putih yang belum disikat itu kembali terlihat karena senyumannya kembali merekah sempurna.


"Ahh, kamu sangat tampan Sayangku," ucapnya sambil menelungkupkan ponselnya ke dada.


Melihat jam yang sudah tidak pagi lagi, Belle segera berkemas. Hari ini dia terlihat sangat ceria dan riang.


Seperti biasanya juga, Belle diantar oleh Daniel. Karena sekarang Daniel memang sudah menjadi supir Belle.


"Kelihatanya kamu hari ini berbeda?" tegur Daniel sambil terus memperhatikan Belle.


"Iya, aku sangat senang. Karena sebentar lagi kita akan menikah."


Daniel ikut tersenyum mendengar alasan kebahagiaan Belle. Dia mengelus pucuk kepala Belle dengan lembut.


"Kalau kamu merasa senang karena itu, aku juga ikut senang," ucapnya lagi.


Karena sibuk dengan percakapan yang menyenangkan, tanpa sadar mereka telah sampai di depan kampus Belle. Ritual pagi juga tidak pernah dilupakan, Daniel akan selalu minta kecupan kecil di pipinya sebelum Belle masuk dan belajar.


Belle baru saja menutup pintu mobil, sudah ada seseorang yang meneriaki namanya dan terdengar penuh kemarahan yang membara.


"Belle, apa maksud ini semua?" teriak Kevin yang sepertinya memang sudah menunggu kedatangan Belle sejak tadi.


"Apa?" tanya Belle malas. Orang-orang di sekitar situ sudah memperhatikan mereka tanpa berkedip.


"Ini!" Kevin menunjukkan ponsel miliknya dan memperlihatkan berita yang sudah tersebar tentang Belle dan Daniel. "Apa maksudmu, ha?" tanya Kevin lagi dengan suara pelan namun tajam.


"Kevin, apakah kau tidak bisa membaca?" tanya Belle sambil melipat tangannya di depan dada.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Jangan mengalihkan pembicaraan!" banyak Kevin yang tidak mengerti dengan pertanyaan Belle yang dianggapnya tak masuk akal.


"Cih, kau tentu bisa membacanya, kan? Aku juga pernah mengatakan padamu, Kak Daniel itu calon suamiku!" kecam Belle kesal.


"Tidak mungkin! Katakan padaku kalau itu hanyalah berita palsu!" Kevin berteriak di depan wajah Belle, membuat wanita itu memejamkan matanya.


"Kevin, menjauhlah dariku! Sebentar lagi aku akan menikah dengannya, tapi kenapa kau malah terlihat marah sekali?"


"Jelas aku marah. Kau itu pacarku, kau tidak boleh menikah dengan pria lain!" lagi-lagi Kevin berteriak di depan wajah Belle dengan suara yang keras.


"Hentikan!" ucap Daniel yang langsung menghalangi pandangan Kevin dengan berdiri di hadapan Belle.


"Om? Minggir! Aku sedang berbicara dengannya!" pekik Kevin pada Daniel.


"Aku tidak mengizinkanmu berbicara dengan calon istriku!" sanggah Daniel yang masih berdiri tegak di hadapan Kevin yang lebih pendek darinya.


"Om, kuharap jaga kata-katamu di depan orang banyak. Belle itu kekasihku, bukan calon istrimu. Jangan membuat citraku jelek dihadapan orang banyak," ujar Kevin dengan wajah datar. "Dan satu lagi, kuharap kau bisa menghapus berita tentang dirimu dan Belle. Karena itu sangat mempengaruhi hubungan baik kami!" kecam Kevin.


"Kau sedang memperingatkan aku?"


"Kalau kau menganggapnya begitu, maka memang begitu."


"Satu hal yang harus aku peringatkan padamu, Belle dan aku akan segera menikah. Jika kau berani mengganggu Belle dan berteriak di depan wajahnya lagi, aku tidak repot kalau harus membantumu untuk menghilangkan dirimu dari muka bumi ini!" ancam Daniel.


"Tidak mungkin Belle mau dengan pria tua sepertimu!" ejek Kevin sambil tertawa meremehkan.


"Sudah, tidak perlu berterima kasih karena kau orang pertama yang menerimanya. Jangan lupa datang, ya!" ucap Belle sambil memamerkan sederet giginya.


Dan benar saja, teman-teman Kevin langsung menjadikannya bahan ejekan karena sangat percaya diri. Mereka juga merekam aksi tadi dan menyebarkannya di jejaring sosial. Dalam sekejap, berita itu kembali menjadi pencarian terpanas karena bersangkutan dengan pemilik Rex Club dan gadis Wirastama.


"Kak, undangan kita jadi berkurang satu, bagaimana?" tanya Belle dengan raut sedihnya.


"Tidak masalah, nanti kita pesan lagi."


***********


Rena sedang berada di toko. Sejak Embun sibuk dengan anak kembarnya yang semakin aktif dan hanya mau dengan Embun, Rena yang kerap menjaga toko menggantikan Embun.


Seperti sekarang, dia sedang mengecek pasokan bahan-bahan kue yang hampir habis agar bisa segera memesannya lagi. Hubungannya dengan keluarga Rey juga semakin dekat.


Meskipun Rena dan Rey belum merencanakan pernikahan, tapi hubungan mereka juga semakin akrab dan harmonis.


"Ranti, gantikan aku sebentar. Catat yang mana yang hampir habis. Aku akan membuat kue dulu. Pemesannya meminta aku langsung yang membuatnya," ucapnya pada pegawainya yang ikut membantunya memeriksa stok bahan.


"Siap, Kak!" seru Ranti.


Setelah menyerahkan iPad yang digunakan untuk mencatat, Rena langsung pergi ke dapur dan membuatkan kue sesuai pesanan kliennya.

__ADS_1


KRING KRING KRING


Nada dering ponsel Rena berbunyi, tertera nama Rey di ponselnya.


"Ya, Om?" sapa Rena yang kesusahan memegang ponselnya.


"Sebentar lagi aku jemput, kita makan siang bersama," ucap Rey membuat senyuman Rena terbit.


"Baiklah. Nanti aku akan segera bersiap-siap. Sudah dulu, ya? Aku sedang membuat kue pesanan, Om."


"Ya, jangan lupa!" teriak Rey sebelum sambungan telepon mereka terputus.


Rena tersenyum dan memasukan lagi ponselnya ke dalam saku, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Ah, akhirnya selesai juga!" gumamnya merasa puas dengan hasil karyanya sendiri.


"Mana yang namanya Rena?" teriak seseorang dari arah luar. Dari suaranya, terdengar seperti seorang wanita.


"Nona Rena di dalam," sahut para pegawainya.


"Panggilkan dia, aku ingin bertemu dengannya!" pekik wanita itu lagi. Gelagatnya seperti orang yang sedang mencari keributan.


Mendengar keributan di luar dan ada seorang wanita yang sedang mencarinya, Rena melepaskan Apron yang tadi digunakannya.


Rena berdiri diambang pintu, dia melihat seorang wanita yang tampangnya terlihat garang dengan pakaian yang sangat terbuka.


"Ada apa, Nona? Aku Rena, orang yang Anda cari," ujar Belle mendekat.


Wanita itu langsung memicingkan matanya menatap Rena dari atas ke bawah. Dia tersenyum miring sambil mengibaskan rambut panjangnya yang tergerai.


"Oh, ternyata kau yang bernama Rena?" tanyanya dengan nada merendahkan. Seolah, orang yang berdiri di depannya ini tak sebanding dengan dirinya.


"Ya, memang aku yang bernama Rena. Ada apa Anda mencariku?" Melihat lawan bicaranya tidak ramah padanya, dia juga melakukan hal yang sama.


Namun, tiba-tiba...


Byur...!


Wanita itu menyiram wajah Rena dengan segelas jus jeruk yang dipegangnya. Sepertinya, jus jeruk itu memang sudah dipersiapkan untuk mengguyur Rena.


Dukung karya ini dengan berikan like, komentar, gift dan vote sebanyak-banyaknya.


Berikan juga rate 5 nya ya Shay...❤️❤️❤️


Dukung juga karya author yang lain SAHABATKU SUAMI MUHALLILKU


Terima kasih untuk setiap dukungan dari kalian❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2