
"Apa ini, Bara? Apa maksudmu?" tanya Audrey yang langsung melemparkan ponselnya ke dada bidang pria itu
Bara langsung menangkap ponsel itu dan melihat berita yang baru saja beredar namun sudah menjadi berita panas dan pencarian utama
"Dari mana kamu mendapatkan ini?" Bara malah bertanya balik kepada Audrey yang membuat wanita itu menjadi semakin panas dingin
"Kau bertanya padaku? Lalu, aku harus bertanya pada siapa? Seharusnya kau sudah tahu jawaban dari pertanyaanmu sendiri!" pekiknya masih dengan wajah merah padam
"Aku tidak tahu berita itu berasal dari mana." sangkal Bara
"Jika bukan kau sendiri yang menyebarkannya. Lalu, siapa orang yang berani menyebarkan hal pribadimu seperti ini? Dan, tidak banyak orang yang tahu tentang pernikahanmu." ucap Audrey
"Tapi, aku benar-benar tidak mengetahui apapun, Sayang." Bara mendekati Audrey dan memegang tangan wanita itu dan menciumnya lembut
"Tidak mungkin! Aku tidak percaya dengan ucapanmu!" serunya dan menghempaskan tangan Bara
"Kamu harus mempercayai aku. Aku memang tidak mungkin menyebarkan foto-foto tidak penting itu, karena aku memang hanya mencintaimu." ucap Bara
"Kau memang selalu mengingkari janjimu. Kau mengatakan tidak akan berbicara dengannya. Tapi apa? Kau malah berhubungan intim dengannya!" bantah Audrey
Karena penasaran, Belle langsung membuka berita panas terkini, dia mencari berita apa yang sedang beredar sekarang. Namun, tanpa harus dicari pun, berita itu sudah bermunculan di media sosial manapun
"Kenapa kau harus marah? Bukankah wajar kalau foto pernikahan seseorang beredar luas?" ucap Belle membuat Audrey mengalihkan pandangannya ke arah Belle
"Tentu saja aku marah. Dia adalah kekasihku. Kami menjadi seperti ini, semua itu karena dia! Dia yang sudah masuk dan menjadi orang ketiga diantara kami." ucapnya tanpa berkaca
"Kau tidak sadar? Dirimu sendirilah yang membuat hubungan kalian menjadi renggang, bukan kak Embun! Dan ingat, dia bukanlah orang ketiga, dia adalah istri sahnya, Kak Bara!" ucap Belle membela Embun. Dia sangat tidak suka kalau nama Embun dijelek-jelekkan oleh orang lain, terlebih oleh Audrey
"Audrey, kenapa kamu selalu saja membelanya? Seharusnya, kamu lebih memilihku dibandingkan dengan dia. Kita sudah lebih dulu bertemu dan kau juga pasti tahu kan, aku ini orang yang seperti apa." ujar Audrey meminta pembelaan
"Tentu saja aku tahu, kau itu adalah wanita ular yang lidahnya bercabang banyak. Makanya aku tidak ingin memiliki kakak ipar seperti mu." ucap Belle, ucapannya itu membuat Audrey semakin kesal
"Bara, lihatlah adikmu. Dia selalu saja memojokkan aku seperti ini. Bukankah dia juga harus menerima pilihan kakaknya." Audrey memelas pada Bara dengan wajah sendu
"Sudahlah, Sayang. Jangan memikirkan ucapannya, anggap saja dia masih kecil." sahut Bara yang memilih jalan tengah
"Tapi, Bara. Aku sudah sangat sering dipojokkan oleh semua orang. Bahkan, disaat aku berada diposisi menyedihkan seperti ini pun, dia malah menudingku sebagai orang ketiga. Aku sungguh tidak terima!" ucapnya yang masih berusaha untuk membuat Bara membelanya
__ADS_1
"Kenapa? Sekarang kau mau mempengaruhi Kakakku untuk membenciku? Sangat tidak bermoral." ucap Belle
"Belle, diamlah. Jangan ikut campur dengan urusan orang dewasa!" bentak Bara. Bara memeluk Audrey ke dalam pelukannya
"Lepaskan! Jangan berani-beraninya memeluk suamiku." pekik Embun yang sudah tak tahan dengan semua yang dilihatnya
PLAKK
Audrey malah menampar Embun hingga wanita itu tersungkur ke lantai. Disudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah segar. Embun memegangi pipinya yang terasa perih dan panas
"Aku tahu, pasti kau yang telah membayar orang lain untuk menyebarkan foto pernikahan kalian, kan?" teriak Audrey
"Tidak. Aku tidak melakukan hal itu." bantah Embun
"Tidak melakukan? Aku tahu, kau itu wanita licik! Kau akan menggunakan semua siasat licik untuk membuat semua orang tahu kalau Bara sudah menikah denganmu!" teriaknya yang setengah berjongkok
"Kau salah! Apakah kau tidak lihat, wajah wanita di foto itu sudah diburamkan. Kenapa kau malah menuduhnya?" sahut Belle yang sangat ingin menarik rambut Audrey
"Itu semua hanya siasat liciknya saja! Dia tahu, dengan menyebarkan foto wajah yang diburamkan, akan memancing penasaran orang-orang. Dan, kau pasti tahu apa yang akan dilakukan oleh orang-orang kalau sudah dilanda rasa penasaran!" ucapnya santai tapi penuh Dengan penekanan
"Tapi aku memang tidak melakukan hal itu! Kau tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menuduhku." jawab Embun
"Kak, kau tidak bisa menceraikan kak Embun demi wanita ini. Dia sudah meninggalkan kamu, Kak." teriak Belle
"Belle, bawa masuk Brandon ke kamarnya sekarang!" titah Bara
"Tapi, Kak?"
"Belle, aku tidak suka mengulangi perkataanku."
Tanpa berkata apa-apa lagi, mau tidak mau Belle akhirnya membawa adiknya itu masuk ke kamarnya. Sebenarnya, kakinya sangat berat melangkah karena dia takut sesuatu hal yang buruk terjadi pada Embun. Namum, dia tidak bisa melanggar perintah kakaknya
Setelah adik-adiknya masuk ke kamar mereka. Bara mendekati Audrey yang masih berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada
"Aku akan segera memberikanmu jawaban." ucap Bara
"Aku menunggu jawabanmu, Bara. Aku berharap kau dapat memilih yang terbaik untukmu." ucap Audrey. Dia melihat Embun yang masih terduduk dilantai dengan memicingkan mata kemudian dia pergi dengan perasaan yang masih kesal
__ADS_1
Setelah Audrey pergi, Bara langsung menyeret Embun dengan kasar. Embun tergopoh-gopoh karena sulit mengikuti langkah besar Bara. Dia meringis karena tangannya terasah ingin putus
"Hentikan, Tuan. Tanganku sakit." pinta Embun
Bara tidak memperhatikan ucapan Embun. Dia terus menyeret istrinya itu masuk ke dalam kamar mereka yang berada di lantai atas
BRAKKK.
Bara membanting pintu untuk menutup, dia menghempaskan tubuh Embun kuat, Embun hingga terhuyung-huyung hampir terjatuh karena hilang keseimbangan
"Katakan! Apakah kau yang menyebarkan foto pernikahan kita?" tanya Bara
Embun menggeleng cepat, dia sungguh merasa kecewa karena suaminya sendiri bahkan tidak mempercayainya. Kalau begini, apa yang harus ia jelaskan, pasti semua yang dia ucapkan tidak akan ada yang dipercaya
"Jawab. jangan.berbohong." pekik Bara lagi
"Tidak, Tuan. Aku tidak melakukan itu, bahkan aku tidak mengetahui apapun."
"Bohong. Kau pasti menyewa seseorang untuk menyebarkannya, kan? Untuk membersihkan namamu sendiri." tuduh Bara lagi
"Aku tidak berbuat seperti itu, Tuan. Kenapa kau malah menuduhku? Tapi, bukannya wajar kalau foto pernikahan kita tersebar dan semua orang mengetahui kalau kamu sudah menikah denganku?" ujar Embun gusar
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan bodohmu itu. Kau tahu, kan. Alasan apa yang membawamu hingga sampai bisa menjadi istriku?" tanya Bara dengan suara pelan
"Aku tahu, Tuan. Aku tahu! Kau jangan pernah menyebutkan kejadian menyakitkan itu lagi. Ku mohon." pinta Embun
"Jadi, kenapa kau malah berbuat sejauh ini? Kau malah membuat masalah yang tidak seharusnya kau lakukan, Embun!" teriaknya dengan marah
"Aku tidak melakukan itu, Tuan! Aku tidak melakukan itu! Kenapa kau lebih mempercayai orang lain dibandingkan istrimu! Kau seharusnya berpikir, aku tidak pernah kau berikan nafkah, dari mana aku mendapatkan uang untuk menyewa orang dan menyebarkan foto-foto itu! Kau harusnya berpikir." ucap Embun yang diselingi isak tangisnya
Bara tercengang, dia tidak percaya kalau Embun berani berteriak padanya seperti itu. Entah apa yang sedang ada dipikirannya saat ini
"Aku hanya mendapatkan status menjadi istri orang kaya. Tapi kau malah menuduhku dengan sesuatu yang tidak kulakukan. Bukankah itu terlalu kejam, Tuan?" ucap Embun lagi
Di kamar, Belle masih termenung karena memikirkan hal yang baru saja terjadi. Dia berpikir, siapakah pelaku yang telah berbuat seberani itu
"Apakah benar, dia yang telah melakukan itu?" gumam Belle
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, gift dan vote. Berikan rate 5 dan tambakan ke daftar favorit kamu, ya!
Setiap dukungan yang kalian berikan, dapat membuat author semakin semangat