Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
SENGIT


__ADS_3

"Dasar perempuan murahan tidak tahu diri. Kamu mau mempermalukan Belle? Meminta orang untuk memperk*sa Belle, dan membayar dengan tubuhmu? Cih, dasar jal*Ng," caci mereka.


"Diamlah! Aku tidak berbicara denganmu," sanggah Nita yang kesal karena dirinya dihina. "Aku peringatkan pada kalian semua, lebih baik kalian jauhi saja wanita ini. Dia itu sangat pitar merubah wajahnya. Jadi, sebelum kalian menyesal, cepat jauhi dia!" Dia mengatakan itu sambil melihat ke orang-orang yang berada disekelilingnya. Seolah sedang memberikan ultimatum pada mereka semua.


Belle langsung merubah raut wajahnya. Yang tadinya sendu, sekarang berubah sangat-sangat tertekan.


"Nita, apa yang kamu katakan? Ke-kenapa kamu malah memfitnahku?" ucap Belle dengan nada rendah yang hampir menangis.


"Sudahlah, Belle. Jangan bermain trik lagi di depanku. Aku sangat muak!" cibir Nita melihat Belle dengan tatapan berang.


"A-aku tidak seperti itu, Nita. Aku memang sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Aku takut kamu merasa stres karena semua berita ini," ucap Belle. Kalimat yang dia ucapkan memang seolah mengkhawatirkan. Tapi, Nita tahu, Belle sedang mencibirnya dengan kalimat sok perhatian.


"Cih, coba kamu jujur. Kamu kan yang sudah menyebarkan Vidio ini?" hardik Nita memaksa Belle untuk mengaku.


"Bagaimana mungkin aku bisa menyebarkan itu, Kak? Lagi pula, apakah itu memang benar-benar dirimu?" tanya Belle polos. Ingin membuat Nita bertambah malu lagi.


Kalau Nita mengelak, mengatakan itu bukanlah dirinya, semua orang pasti akan mencibirnya Kate sudah jelas itu adalah wajahnya. Jika dia mengaku, pasti akan mencemoohnya dengan kata-kata tak tahu malu. Jadi, posisi Nita sekarang serba salah.


"Kalau itu memang aku, lalu kenapa?" ungkapnya tak sabaran.


Cih, sangat tidak seru bermain denganmu, Nita. Sebentar saja kau sudah masuk dalam perangkapku. Lihatlah, semakin lama kau menyadarinya. Aku akan semakin bisa memanfaatkan kebodohanmu itu.


"Dasar wanita tidak tahu malu! Dengan bangganya kau mengakui itu?" Dan benar saja, kata-kata itu benar-benar dilemparkan untuknya.


"Hey, itu memang benar kau, Nita. Jadi tersebar atau tidak, kau memang sudah jadi wanita busuk. Aku sangat berterima kasih pada orang yang menyebarkan ini, aku jadi tahu bagaimana wajah aslimu itu," caci mereka yang seakan tak pernah puas untuk menghakimi orang lain.


"Tapi, itu bukan aku. Aku sedari tadi duduk di sini bersama mereka. Tidak mungkin itu aku, Nita. Percayalah padaku!" ucap Belle membela diri. Dia sudah hampir menangis, membuat teman-temannya tambah berang terhadap Nita.


"Kau kan orang kaya. Jadi, bisa dengan mudah melakukan ini dan itu," tuturnya menatap Bella tersenyum miring. Karena merasa kalau dia sedang memegang rahasia besar musuhnya saat ini.


"He, Nita. Jangan aneh-aneh. Mentang-mentang kau sumber masalah. Kau mau mengatakan yang tidak-tidak, agar orang lain ikut bermasalah seperti dirimu?" hardik mereka.


"Kevin yang mengatakannya padaku. Kau adalah Belle Wiraswasta, adik dari Bara Wirastama," ungkap Nita pada semua orang. Namun, semua orang kompak menggeleng.


"Kenapa? Kalian semua tidak percaya, karena selama ini wanita ini pura-pura miskin?" imbuhnya yang sudah menduga, mereka tidak akan percaya begitu saja.


"Apakah kau punya bukti yang nyata, Nita? Pasti tidak, kan? Kau hanya bermulut besar," ucapan teman Belle itu disetujui oleh yang lain.

__ADS_1


"Aku punya buktinya. Tapi, tidak seru kalau bukti ini tidak setenar milikku," ucapnya lalu tersenyum smirk. Dia merasa, kalau dirinya lah yang akan jadi pemenang.


"Pacarku ketua perhimpunan mahasiswa. Kirimkan saja vidionya ke akun Ghossip. Dia pasti akan langsung mengunggahnya sekarang juga," ujar seorang wanita.


Sesegera mungkin, Nita langsung mengirimkan bukti yang dimilikinya ke akun Ghossip, seperti yang dikatakan wanita tadi. Dia tidak akan membuang-buang waktu untuk menuju kemenangannya.


Nita, kau tidak tahu, atau pura-pura tak tahu. Kebodohanmu ini, akan membawamu pada kesialan yang tidak akan pernah berkesudahan. Dan akan selalu menenggelamkan dirimu ke jurang kematian.


Dan benar saja, tidak lama mereka menunggu. Ponsel mereka semua berbunyi, termasuk milik Belle. Tapi, kali ini Belle juga tidak mau melihatnya.


Mereka semua langsung melihat bukti yang dikatakan oleh Nita. Bukti itu berupa Vidio Kevin yang didapatkan oleh Daniel saat itu. Dan kebetulan, saat itu Nita juga merekam semua yang dikatakan oleh Kevin pada teman-temannya.


"Oh, My! Selama ini aku berteman dengan seorang Belle Wirastama?" Mereka semua terkesiap, menutup mulut karena merasa sangat-sagat kaget dengan fakta baru ini.


"Dan apa ini? Ternyata Kevin selama ini pacaran dengan Nita? Dia mendekati Belle karena tahu kalau Belle adik dari Bara Wirastama? Munafik kalian!"


"Belle, kenapa kamu merahasiakannya dari kami?" tanya seorang wanita yang sedari tadi membela Belle.


"Tentu saja untuk menutupinya dari kalian semua. Dia takut kalian akan memanfaatkannya kalau kalian tahu dia seorang gadis kaya raya," celetuk Nita.


Kita lihat saja, Nita. Siapa yang akan mereka percayai. Kau atau aku! Meskipun kau mengeluarkan seribu bukti untuk menghanyutkan aku, aku punya puluhan ribu pelampung untuk menyelamatkan diri. Kau belum mengenal diriku, tapi berani bersaing denganku.


"Kau masih mengelak, Belle? Aku yakin, teman-temanmu ini tidak akan bisa kau kelabui lagi. Mereka semua pasti akan membencimu!" tegasnya.


"Tidak. Kami tidak akan membencinya. Kami tahu bagaimana rasanya berada diposisi Belle. Terlahir di keluarga kaya itu tidaklah mudah. Harus bisa menempatkan diri, dan menutupi ini dan itu," sela teman Belle.


"Ya, benar. Aku setuju dengan yang dia katakan."


"Kenapa kalian masih saja berdiri di pihaknya? Sedangkan kalian tahu, kalian semua telah ditipu?" pekik Nita tak terima kenyataan. Kenapa hanya dia yang dibenci. Kenapa Belle tidak, meskipun mereka sudah tahu kenyataan yang sebenarnya?


"Karena dia tidak seburuk dirimu. Dia menutupi identitasnya karena mempunyai alasan yang jelas. Dan kau, bagaimana dengan dirimu? Kau rela menukar tubuhmu, agar bisa menyakiti orang lain yang sebenarnya sangat menyayangimu. Sadar dirilah, Nita!" ucap seorang wanita yang juga tak suka melihat Nita.


Meski orang sedang berbicara dengannya. Nita tak sekalipun melihat ke arah orang lain. Dia sibuk menatap Belle dengan tatapan benci dan dengki. Dan seperti sedang mencari-cari kesalahan di sana. Belle menyadari semua itu. Dia memperlihatkan senyum smirk khasnya pada Nita. Namun sayangnya, senyuman jahat itu, tak bisa dilihat oleh siapapun selain Nita.


"Apakah kalian lihat? Dia tersenyum mengejekku. Dia tersenyum penuh kemenangan karena kalian memilih percaya padanya. Kalian jangan mau dibohongi olehnya!" teriaknya seperti orang panik, yang ingin memperlihatkan sesuatu.


Tapi sayang, saat semua mata melihat Belle yang katanya tersenyum penuh kemenangan itu. Mereka tak melihat senyuman itu, mereka hanya melihat wajah sendu yang diperlihatkan oleh Belle pada mereka.

__ADS_1


"Kau memang sudah gila, Nita!" umpat mereka yang juga merasa dibohongi Nita.


Kau sangat menakutkan, Belle! Kau bisa merubah raut wajahmu hanya dalam beberapa detik. Sepertinya aku salah memilih lawan. Tidak! Aku masih bisa mengandalkan manager bodoh itu!


"Memangnya kenapa? Kalian juga belum tentu sangat suci!" cibirnya tak mau kalah.


"Nita!" teriakan Kevin menggema di sana. Membuat semua orang beralih menatapnya.


"Kevin?" Nita sudah tersenyum saat melihat kedatangan Kevin yang dia pikir akan membantunya untuk membela diri.


Namun, yang tak disangka,


PLAK...


Kevin menampar pipinya dengan kuat, hingga menyisakan lebam di sana. Benci yang sudah bersarang di hati tetaplah akan menjadi benci. Jika kebencian itu tak kunjung menghilang, jangan lagi tambahkan rasa benci.


Orang yang sudah membencimu, tidak akan pernah lagi menolongmu.


"Ke-kevin?" Nita memanggil nama itu dengan terbata-bata dan sedih. Dia memegangi pipinya yang terasa perih.


Dulu, dia akan sangat senang setiap melihat kehadiran Kevin. Akan sangat bangga saat menyebutkan nama itu.


Dan sekarang, rasa itu masih tetap sama. Tapi, kenapa Kevin yang berubah. Bukankah Kevin juga sama, sangat senang saat melihat Nita, sangat menyenangi Nita. Lalu, kenapa sekarang kehadiran Nita seolah seperti duri dalam daging, begitu menyakitkan?


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyakiti Belle?" teriak Kevin dengan marah.


"Kenapa? Itu semua karena dia telah merebutmu dariku! Kau memutuskan hubungan kita hanya karena dia! Wanita berwajah dua," teriak Nita tak kalah keras di depan wajah Kevin.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak like, komentar gift dan vote. Agar author tambah semangat 😭 Jangan jadi pembaca gaib🙏 Karena setiap dukungan yang kalian kasih itu, sangat berharga buat author loh, beneran!


Author ga minta banyak, cuma dikasih gift, dan nyempetin tekan 👍 komentar aja. udah berterima kasih banget. Dan semua itu gratisssssss, gak buang waktu kalian berjam-jam juga, dong.


Dan, dukung juga karya baru Author yang masih sesepi kuburan dong... Sahabatku suami muhallilku


Ayo dong, support author ... nangis aku tuh 😭 maksa nih, loh!


Thank yang udah mau kasih dukungan buat karya recehku ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2