Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
UPAYA PENYELAMATAN


__ADS_3

BRAKK!!!


Saat Embun berdiri menegang di tengah jalan. Bara berlari sangat kencang, menghempaskan semua gulali yang dipegangnya. Dia berlari ke arah Embun dan langsung menolak tubuh Embun dengan kuat ke pinggir agar Embun dan anak-anaknya bisa terselamatkan.


Akhirnya, yang tertabrak adalah Bara. Dia merelakan dirinya menjadi pengorbanan terakhir untuk sang Istri dan buah hatinya.


Body mobil itu menghantam tubuh Bara hingga tubuhnya terpental jauh. Belle yang melihat kejadian itu secara langsung, berteriak sekencang-kencangnya.


"Tidak...! Kak...!" Belle berteriak sekencang-kencangnya, Kevin yang kebetulan belum pergi dari sana pun menjadi saksi tragedi itu. Dia sampai meringis dan menutup matanya karena ngilu melihat kejadian barusan.


Embun yang ditolak oleh Bara, dia terjatuh dan perutnya menghantam trotoar jalan. Dia sempat meringis beberapa saat kemudian ikut pingsan. Darah yang bercampur dengan air ketuban sudah mulai mengalir deras dari sela-sela pangkal pahanya. Terlihat jelas karena dia memakai pakaian yang berwarna terang.


Belle berlari, namun dia berhenti di tengah-tengah karena bingung. Namun, dia langsung berlari ke arah Embun. Memangku kepala Kakak iparnya itu dan menangis tersedu-sedu sambil mencoba membangunkan wanita yang sudah tak sadarkan diri itu.


Sedangkan Bara, dia juga sudah tidak sadarkan diri. Darah bercucuran dari tubuhnya. Hingga warna bajunya juga ikut berubah warna menjadi merah.


Kevin langsung berlari ke arah Bara yang sudah dikerumuni oleh para pedagang yang berada di sekitar sana.


"Belle, tidak ada gunanya kamu menangis. Cepat bopong tubuh mereka ke mobilku, kita harus segera membawa mereka ke rumah sakit terdekat!" Pekik Kevin yang sebenarnya juga sudah kalang kabut. Tapi dia tetap berusaha berpikir rasional.


"Pak, saya Adiknya. Tolong bantu kami mengangkat mereka ke mobil saya." Pintanya pada para pedagang yang hanya melihat tanpa berani menolong.


"Baik, maaf karena kami tidak berani menolong sebelum ada keluarganya atau tenaga medis." Sahut mereka. Mereka langsung memasukkan embun dan Bara ke dalam mobil.


Tanpa mengucapkan apa-apa lagi, Kevin langsung tancap gas ke rumah sakit terdekat dari sana. Kebetulan dia tahu daerah sana, jadi dia bisa langsung gerak cepat.


Sepanjang jalan, Belle hanya menangis saja. Kini pahanya digunakan untuk menampung kepala Embun. Dia tak henti-hentinya mengusap perut Embun, berharap kedua keponakannya akan baik-baik saja di dalam sana. Dia juga selalu melihat ke kursi belakang, kepala Bara juga berbantalkan paha seorang pedagang yang mau mengulur waktunya untuk menolong mereka.


"Semoga kalian semua baik-baik saja, Kak!" Gumam Belle dalam tangisnya. Dia hanya bisa berharap dan berdoa, agar orang-orang yang disayanginya itu bisa sadar, dan sehat seperti dulu.


Mereka sampai di rumah sakit. Kevin langsung keluar dari mobilnya dan berteriak-teriak. Tak lama, para perawat dan langsung membawa sebuah Emergency Bad. Mereka berpikir kalau pasiennya hanya satu orang.


"Dua! Bawakan dua!" Teriak Belle dari dalam.

__ADS_1


Mereka langsung berlari dan mengambil satu Emergency Bad yang lain. Para perawat itu sudah membawa Embun dan Bara yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri itu. Mereka bertemu Dokter. Melihat keadaan pasiennya yang terlihat cukup parah, Dokter tak punya pilihan lain.


"Kita tidak punya pilihan lain! Bawa mereka ke ruang operasi. Kita harus menjalan operasi ini secara bersamaan!" Titahnya.


Dengan sigap, para perawat itu langsung membawa Embun dan Bara ke ruang operasi yang sama. Embun masuk untuk menyelamatkan dua kehidupan lain dalam perutnya, sedangkan Bara untuk menyembuhkan lukanya sendiri.


Lampu ruangan operasi mulai menyala, menandakan Dokter yang berada di dalam sedang melakukan tugasnya untuk menyelamatkan dua empat insan yang memang tetap harus bertahan hidup.


Di luar, Belle masih terlihat cemas, dia mengatupkan kedua tangannya dan berulang kali meraup wajahnya berulang kali untuk menghilangkan kegusaran dan kecemasan di dalam hatinya. Namun, bibir yang tampak terkatup itu tak henti-hentinya memanjatkan do'a pada Tuhannya, agar kedua Kakaknya dan Calon Keponakannya bisa selamat dan sehat.


"Belle, kamu jangan risau. Aku yakin mereka pasti selamat." Kevin berusaha menegarkan wanita yang sedang terlihat ringkih itu. Meski segan, dia mencoba menggenggam tangan Belle, berusaha menyalurkan sedikit kekuatan untuk wanita yang sedang menangis dihadapannya itu.


KRING KRING KRING


Ponsel milik Belle berdering, dia melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata Rena, dia hampir lupa untuk mengabari wanita itu. Buru-buru dia mengangkat panggilan itu dan memberitahukan apa yang terjadi pada Rena.


"Belle, apakah Kak Embun sedang bersamamu? Dia mengatakan akan ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya. Tapi, sudah sore begini, dia belum juga pulang," Ucap Rena dengan nada cemas.


"Jika dia bersamamu, aku bisa sedikit tenang. Belle, apakah kamu mendengar aku?" Tanya Rena lagi yang merasa bingung karena tak mendapati jawaban apa pun dari Belle.


"Belle, cepat jawab aku! Kau sengaja membuatku khawatir, ya?" Rena kembali membombardir Belle dengan pertanyaan-pertanyaannya.


"Rena, Kak Embun dan Kak Bara kecelakaan." Sepotong kalimat itu meruntuhkan pertahanan Rena. Dia langsung terduduk lemas dan ponselnya terjatuh hingga mati.


Para pegawai yang melihat Rena terjatuh dan menangis seperti itu langsung mengerumuninya dan bertanya. Saat itu, kebetulan Rey juga datang bermaksud untuk menganggu Rena. Tapi, dia malah melihat Rena yang sedang menangis hingga tersungkur seperti itu.


"Rena, kamu kenapa?" Rey langsung masuk ke dalam kerumunan dan memegang tangan Rena.


Melihat ada orang yang bisa dipercayai, dia langsung memeluk Rey sambil menangis. "Om, Kak Embun dan Kak Bara kecelakaan!" Adunya yang masih menangis.


Rey syok mendengarnya. Dia membalas pelukan Rena. Kemudian mengajak Rena untuk bangkit dan duduk di kursi.


"Rena, tenanglah terlebih dulu. Sekarang mereka dirawat di mana? Kita ke sana sekarang." Rey tak bisa menutupi rasa khawatirnya.

__ADS_1


"A-aku tidak tahu." Rena menggeleng.


Rey menghubungi Belle untuk menanyakan rumah sakit tempat Bara di rawat. Setelah mendapatkan alamatnya, Rey menelepon Daniel untuk memberitahukan kabar buruk ini.


Rey, Rena dan Daniel pergi secara bersamaan dari tempat yang berbeda. Mereka tiba juga bersamaan. Mereka buru-buru ke resepsionis untuk menanyakan keberadaan mereka.


"Di mana ruangan pasien yang baru kecelakaan tadi?" Tanya Rena.


"Masih diruang operasi Nona." Jawab sang resepsionis rumah sakit itu.


Mereka langsung berjalan setengah berlari ke ruang operasi. Saat baru tiba, terlihat Belle yang masih berada dalam pelukan Kevin sambil menangis. Daniel melihat itu mengeraskan rahangnya. Tapi, dia tidak bisa melakukan apa-apa. Itu rumah sakit.


Pantas saja dia tidak menghubungiku untuk memberitahukan kabar ini. Ternyata, ada seseorang yang lain yang sudah memberikan bahu untuknya.


"Belle!?" Rena langsung berdiri dihadapan Belle. Belle yang melihat Rena langsung berdiri dan memeluk Rena. "Bagaimana keadaan mereka sekarang?" Tanya Rena.


"A-aku belum tahu. Dokter masih di dalam." Jawab Belle sesegukan.


Dokter keluar, ternyata yang menangani operasi Embun adalah Dokter Livina.


"Keluarga Nyonya Embun?" Panggilnya.


Rena dan Belle maju bersamaan menemui Dokter Livina.


"Bagaimana, Dokter?" Tanya Belle, dia berharap kalau Dokter Livina akan mengatakan sesuatu yang baik.


"Kami akan melakukan operasi untuk melahirkan Anak-anak dari Nyonya Embun. Namun, kandungannya baru delapan bulan, setelah anak itu lahir, mungkin masih akan banyak kompilasi yang akan terjadi. Jadi, kalau kalian setuju untuk dilahirkan, segera tanda tangani surat kuasa. Minta pada bagian resepsionis." Ujar Dokter Livina.


Rena yang ditemani Rey langsung menuju ke resepsionis dan menandatangani surat kuasa itu. Setelah itu, dia langsung kembali ke ruangan operasi.


"Dok, tolong selamatkan mereka." Ucap Rena yang terlihat putus asa.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin." Sahut Dokter Livina dan kembali masuk.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, berikan komentar, gift dan vote. Berikan rate 5 dan tambahkan ke daftar favorit ❤️ kamu ya


Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2