Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
AKAN MENIKAH


__ADS_3

"Pak?" panggil Nita, namun tidak ada yang menyahut, rumahnya juga terlihat sepi dan senyap.


"Apakah ada orang?" tanyanya lagi memecah keheningan malam.


Namun tiba-tiba...


"Ahhhh ... tolong!"


Supir taxi itu masih menunggu di luar, mendengar teriakan Nita yang sangat memekakkan telinga, dia segera berlari masuk ke dalam dengan tergesa-gesa.


"Ada apa, Nona?" tanya sang supir taxi.


"A-ada mayat!" cicintnya ketakutan.


"Mayat?" supir taxi itu mengedarkan pandangannya. Dia langsung dapat menemukannya seseorang yang telah teronggok di lantai dengan bersimbah darah.


Mereka keluar dan memanggil warga yang berada di sekitar. Warga masuk berbondong-bondong dan melihat keadaan mayat yang dikatakan Nita dan supir taxi tadi.


Setelah banyak orang berkumpul, Nita dan supir taxi itu memutuskan untuk pulang. Sepanjang perjalanan, Nita hanya diam, dia gemetaran dan hanya bisa mendekap tubuhnya sendiri. Sungguh, dia benar-benar sangat ketakutan saat ini.


"Nona tidak apa-apa?" tanya supir taxi itu yang ikut cemas dengan keadaan Nita.


"Sa-saya tidak apa-apa, Pak!" jawabnya dengan bibir yang masih gemetaran. Meskipun dia menjawab tidak apa-apa, tapi dirinya pun tak bisa menampik kalau dia sedang ketakutan luar biasa.


Saat dia sedang menggigil karena ketakutan, ponselnya berbunyi. Terlihat ada notifikasi berita masuk yang berasal dari jurnalis terkenal.


Meskipun merasa enggan, Nita tetap membuka tautan itu karena dari judulnya sudah sangat membuatnya penasaran.


Setelah membaca isi berita itu dengan seksama, ponsel Belle terlepas dari genggamannya. Nasibnya sekarang sangat mengenaskan. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula!


"Ja-jadi, Belle adalah calon istri Daniel, pemilik Rex Club? Dan dengan bodohnya aku mau menyakiti Belle lewat seorang manager yang bekerja di Rex Club? Hanya bawahan dari Belle?" tergugu, Nita tidak sanggup lagi angkat kepala. Dunianya begitu memusingkan saat ini.


Menemukan mantan manager yang mati dalam keadaan mengenaskan. Dan sekarang, berita tentang Belle yang menjadi calon istri Daniel, sang pemilik Rex Club pun sudah tersebar ke mana-mana.


"Aku memang sudah salah memilih lawan. Semuanya hancur karena mataku yang sudah buta. Tidak bisa melihat siapa kawanku yang sebenarnya," lirih Nita merasa sangat tertekan.


"Pak! Tolong antarkan saya ke bandara," pinta Nita yang sudah mengambil keputusan untuk pergi menjauh dari Belle. Kini dia tahu, lawannya itu benar-benar orang yang sangat berpengaruh dan mengerikan.


*********

__ADS_1


"Kak, berita itu sudah tersebar ke seluruh pelosok negeri. Apakah Kak Bara akan menerima berita ini?" tutur Belle yang menyandarkan kepalanya di dada Daniel. Mereka menikmati hangatnya api unggun di pinggir pantai. Teman-temannya yang lain masih sibuk dengan acara Barbeque party mereka.


"Kamu tenang saja. Bukankah saat aku melamarmu, dia juga sudah mengatakan kita boleh menikah kapan saja? Jadi, dia pasti bisa menerimanya," ucap Daniel dengan kata-kata penenangnya.


"Baiklah. Kalau begitu, aku sudah bisa tenang." Belle tambah mengeratkan pelukannya pada Daniel. Mereka melewati malam dingin karena angin pantai yang semakin kencang. Namun hangatnya api unggun, membuat mereka betah berlama-lama berada di sana.


Setelah Barbeque matang, Belle dan Daniel dipanggil oleh teman-temannya. Mereka makan bersama-sama sambil menenggak wine yang sudah tersedia di sana sebagai pelengkap.


"Ahhhh!" teman Belle meletakkan gelasnya. Kelihatanya, dia sudah mabuk. "Pokoknya, malam ini kita harus menghabiskan malam ini dengan bergembira! Karena besok kita akan pulang!" ucapnya yang awalnya bersemangat, tapi akhirnya seperti kecewa.


Belle dan Daniel saling bertukar pandang dan tertawa. Liburan mereka cukup menyenangkan meskipun mereka sedang diterpa badai.


Setelah selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh sebelum besok akan kembali beraktivitas.


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


Pagi ini, Belle dan teman-temannya akan pulang. Mereka menyudahi hari libur mereka. Dalam dua hari liburan kemarin, mereka sudah melepaskan penat mereka.


"Kamu yakin, tidak mau pulang bersama kita?" tanya teman Belle padanya.


"Iya, aku bersama Kak Daniel saja," jawab Belle sambil bergelayut manja.


"Ya sudah, kalian hati-hati." Belle dan teman-temannya saling membalas lambaian tangan.


Setibanya di rumah, hari juga sudah mulai gelap. Daniel merasa sangat beruntung karena Bara sudah pasti sedang berada di rumah.


Dengan menggandeng tangan Belle, mereka masuk, dan pertama kali yang menyambut mereka adalah Bara, Embun dan kedua anaknya.


"Kebetulan sekali, ada yang ingin kami bicarakan," ucap Daniel.


"Tentang apa?" tanya Bara sambil menggendong Hilsa.


"Pernikahan!" jawab Daniel sambil tersenyum.


Dengan tersenyum pula, Bara melangkah ke ruang keluarga. Dia sudah duduk di sana bersama dengan Belle juga Embun yang siap mendengarkan sidang putusan akhir.


"Bara, dua Minggu lagi, aku berencana untuk menikahi Belle," tutur Daniel sebagai pembuka.


"Kenapa cepat sekali?" tanya Bara.

__ADS_1


"Ya. Aku tidak mau lepas kendali dan membuat persahabatan kita hancur," jawabnya jujur. Bara pun mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Daniel.


"Kalau Belle sudah setuju. Aku juga tidak merasa keberatan. Kalian sudah bisa mulai mempersiapkan semua keperluannya nanti," ujarnya dengan rasa haru yang sudah menyelimuti hatinya. Tidak terasa, adiknya sudah beranjak dewasa. Dan sebentar lagi, akan menjadi istri orang lain.


Belle tersenyum mendengarnya. Harapannya sesuai dengan kenyataan, dia tahu, Bara tidak akan mempersulitnya.


"Ya sudah, berarti Minggu depan kami akan menikah!" seru Belle bahagia, membuat mereka semua tersenyum.


.


☀️❤️☀️❤️☀️❤️☀️❤️☀️❤️☀️❤️☀️❤️☀️❤️


Hai...


Beberapa episode lagi novel ini akan tamat. Dan seperti janjiku, aku akan nyambung ke kisah Brandon ya...


Aku akan buat novel baru untuk mereka


Aku harap, kalian masih mau mampir ke kisah Brandon dan Hanin yang gak kalah seru. Biar author jadi tambah semangat 🤗


Gimana sih kira-kira kalau pria dingin dan ketus seperti Brandon ketemu dengan wanita periang dan cerewet seperti Hanin. Yang cerewetnya imbang dengan Belle?


Aku udah punya alur ceritanya, tapi masih bingung sama judulnya 😂


Nih, visual Brandon, biar kalian bisa ngebayangin sendiri ❤️







Seperti biasanya, jangan lupa untuk selalu dukung cerita ini dengan berikan like, komentar, gift dan vote sebanyak-banyaknya.


berikan juga rate 5 ya Shay...

__ADS_1


Dukung juga karya baru. author SAHABATKU SUAMI MUHALLILKU 🙏🙏


Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2