Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
BUKTI DAN RENCANA


__ADS_3

Kenalilah dulu musuhmu,


Sebelum kamu mengajaknya berperang.


Mungkin saja, musuh yang paling kau remehkan,


Bisa membuatmu tunduk dalam sekali kedipan matanya.


Bisa membuatmu mati hanya dalam sekali tarikan nafasnya.


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


Belle yang masih berada di dalam pelukan Daniel langsung melihat ke arah suara. Daniel tambah mengeratkan pelukannya di pinggang Belle, dan dengan santainya dia berkata kepada para bawahannya, "Perkenalkan, dia tunanganku. Lebih tepatnya, calon istriku."


Semua orang di ruangan itu terkejut, termasuk Belle.


Ada apa ini? Kenap dia menjadi posesif begini? Apa yang terjadi?


Meskipun bertanya-tanya, Belle tetap diam, dia hanya melihat dan mengamati apa yang sedang terjadi. Melihat dari tingkah laku tak biasa Daniel, dan ada bawahannya yang merasa bersalah, pasti ada sesuatu dibalik ini semua, pikir Belle.


"Bagaimana, apakah kau masih berani mendekatinya?" tantang Daniel dengan wajah yang tak bisa diartikan.


"Ti-tidak, saya tidak berani, Tuan. Maafkan saya," sang manager mengatupkan kedua tangannya di depan Daniel, dia benar-benar merasa takut sekarang.


"Me-mendekati? Mendekati siapa?" tanya Belle yang masih belum mengerti dengan situasi yang dihadapinya.


"Tidak, Nona Belle. Saya hanya disuruh oleh seseorang," jawab manager itu tergugu, keringat dingin juga sudah membasahi tubuhnya.


"Siapa?" tanya Belle. Sepertinya, beberapa nama sudah terbayangkan dibenaknya. Tinggal memastikan saja, apa benar salah satu dari nama itu, atau tidak ada yang benar sama sekali.


"Nita!" jawabnya lantang membuat Belle tersenyum senang, karena salah satu nama yang sudah ditebak olehnya.


Melihat Belle dan Daniel diam saja, sang manager tambah ketakutan. Dia berpikir Belle dan Daniel tidak percaya dengan pengakuannya. Jadi, dia menceritakan semuanya pada mereka agar dirinya tidak terlalu terkena imbasnya.


"Saya tidak berbohong, Nona. Dia meminta saya melakukan itu. Sa-saya tidak tahu kalau Anda tunangan Tuan Daniel, saya mohon maaf! Dia meminta saya untuk memperk*sa Anda," jelas manager itu yang tidak berani mengangkat kepalanya.


"Kalau anda tidak percaya, sa-saya juga ada bukti rekaman vidionya," ungkapnya lagi.


Mendengar pengakuan yang terakhir, Belle tersenyum. Dia melepaskan pelukan Daniel dan mendekati mantan manager itu, dan sedikit berjongkok untuk mensejajarkan posisinya.


"Benarkah, ada rekaman vidionya?" tanya Belle dengan suara datar, namun dengan suara yang kegirangan.


"Be-benar, Nona," manager itu mengangguk.

__ADS_1


"Mana? Cepat berikan padaku!" Belle menengadahkan tangannya meminta rekaman cctv itu.


"Ta-tapi, Nona."


"Hem!" Daniel langsung menyela dengan berdehem kuat. Saat sang mantan manager itu melihat ke arah Daniel, Daniel langsung memelototinya, membuat manager itu menelan saliva-nya susah payah.


"Akan sa-saya berikan, Nona." Pria itu mengangguk, berjanji memberikan rekaman Vidio yang langsung direkam menggunakan ponselnya sendiri.


"Kalau begitu, ambilkan sekarang!" titah Belle yang sudah tidak sabaran ingin mempergunakan rekaman itu sebaik mungkin.


*******


"Ini, Nona." manager itu memberikan ponsel miliknya pada Belle. Dia melihat ponselnya dengan perasaan tak rela.


"Ini, ambil saja. Anggaplah sebagai uang untuk ganti ponselmu. Dan ... jangan pernah coba-coba bocorkan rahasia ini pada siapapun. Termasuk wanita itu!" ancam Daniel.


Mantan manager itu mengangguk dengan wajah ketakutan yang tak bisa ia sembunyikan.


"Selama beberapa bulan ini, bodyguard-bodyguarku akan mengikuti ke manapun kamu pergi. Jadi jangan coba macam-macam dan ingkar janji. Kau bisa berakhir di kandang buaya!" ancam Daniel, yang benar-benar dilakukan bila mantan bawahannya itu mengingkari kesepakatan mereka.


Pria itu lagi-lagi hanya bisa meneguk saliva-nya. Dia berjalan keluar dengan tergesa-gesa kare takut Daniel akan mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang membuatnya takut.


Belle mulai mengotak-atik ponsel milik mantan bawahan Daniel. Tujuannya hanya satu, yaitu mencari Vidio yang dikatakan oleh pria itu tadi. Tapi, raut wajah Belle berubah jijik saat semakin lama melihat isi ponsel itu, karena sangat banyak vidio-vidio tak senonoh di dalamnya.


"Ah, ini dia! Tapi, kenapa terlihat sangat vulgar?" gumamnya. Ternyata, sedari tadi Daniel terus memperhatikan calon istrinya itu.


"Ada apa, Belle?" tanya Daniel yang belum tahu kalau isi ponsel itu terlalu tercemar. "Kamu belum menemukan vidionya? Dia berbohong?"


"Dia tidak berbohong. Dan aku juga sudah menemukan vidionya. Tapi, aku tidak yakin untuk melihatnya," jawab Belle menatap Daniel bingung.


Daniel pun melihat Belle dengan tatapan yang sama bingungnya.


"Ini, coba Kakak lihat. Baru melihat depannya saja, sudah membuat buluku berdiri semua." Belle menyerahkan ponsel isi sampah itu pada Daniel. Daniel menerimanya, alisnya ikut berkerut melihatnya.


Terlihat Nita dan mantan manager tadi sedang melakukan enak-enak dengan gaya women on top di dalam ruangan kantornya.


"Sial! Beraninya dia melakukan hal menjijikkan itu di tempatku!" ucapnya geram sambil menggenggam ponsel itu kuat.


"Kak, jangan dong! Nanti, kalau ponselnya rusak, bagaimana? Hilang buktinya!" Belle merebut ponsel itu dengan tersungut.


"Berikan ponselnya!" Daniel kembali merampas ponsel jahanam itu dari tangan Belle.


"Kak, apa sih?" Belle kembali ingin merebutnya, tapi Daniel langsung mengangkat tangannya, menghindari Belle meraih ponselnya.

__ADS_1


Belle terus saja bergerak-gerak meraih ponselnya, Daniel semakin mengangkat tangannya agar lebih tinggi lagi. Dan...


CUPP


Belle malah mencium pipi Daniel, dan sekejap mata mereka saling beradu pandang.


"Kenapa? Mau yang lebih lagi?" pertanyaan Daniel membuyarkan lamunan Belle.


"Kak Daniel! Berikan ponselnya padaku!" pintanya meninggikan sedikit suaranya.


"Tidak. Kamu mau menonton vidio-vidio sampah ini, kan? Dari pada melihat punya orang lain, lebih baik kita melakukannya sendiri lalu merekamnya. Bisa kita nikmati kapanpun," celetuknya membuat wajah Belle memerah.


"Kak Daniel! Aku malu." Belle menutup wajahnya sendiri karena benar-benar merasa malu.


"Jadi, ponsel itu mau di kemana kan? Kak Daniel mau menyimpannya sendiri? Dan saat senggang, mau mengintip bodi aduhai Nita?" decak Belle kesal.


"Kamu cemburu?" tanya Daniel sambil tersenyum.


"Iya. Aku kan mencintai Kak Daniel!" jawab Belle berterus terang.


"Ponsel ini akan aku simpan pada bawahanku. Kamu tenang saja."


"Sia-sia kita mendapatkan bukti ini, tapi tidak bisa dipergunakan," ucap Belle yang terlihat kecewa.


"Bisa. Kamu tinggal katakan saja pada bawahanku, bukti ini mau diapakan. Biar dia yang melakukannya, jangan sampai kamu yang melihatnya. Aku tidak rela,"


"Kalau begitu, aku akan mempergunakan bukti ini dengan sangat baik." Belle tersenyum smirk karena merasa puas dengan ide yang terlampir di dalam kepalanya.


"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Daniel yang seolah mengerti dengan senyuman Evil Belle.


"Memikirkan sesuatu yang sangat bagus," jawabnya, dan menyandarkan kepalanya di bahu Daniel.


"Aku tahu, kamu memang cocok menjadi Istri seorang Daniel," ucap Daniel memuji.


"Tentu saja," jawab Belle bangga. "Kalau begitu, katakan pada bawahanmu untuk...." Belle membisikkan rencananya pada Daniel.


"Tapi, Kak. Kenapa kamu melepaskannya dengan mudah?" tanya Belle yang sudah penasaran dari tadi. Karena dia tahu benar, orang seperti apa Daniel.


"Rahasia!" jawab Daniel sambil meletakkan telunjuk di bibir Belle dan mengedipkan sebelah matanya. "Aku ada rencana lain dibalik ini. Rencana yang sangat-sangat luar biasa untuk laki-laki itu, karena dia sudah berani mempunyai niat jahat padamu."


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like, komentar, gift dan vote. Berikan rate 5 ya ❤️


Dukung juga karya author SAHABATKU SUAMI MUHALLILKU 🙏🙏

__ADS_1


Thank you untuk semua dukungan yang sudah kalian berikan untuk author


Lope-lope di udara❤️❤️❤️


__ADS_2