
Embun tak ingin Bara akan salah paham lagi dan akan mengira kalau dirinya lah yang telah memoroti Belle untuk membukakan toko kue itu untuknya. Jadi, menurutnya lebih baik untuk sementara waktu Bara tidak diberitahukan saja terlebih dahulu
"Terima kasih, Belle. Kamu sangat baik denganku." ucap Embun
"Aku baik kepada orang yang baik, Kak. Kamu adalah orang yang baik. Jadi, tidak salah kalau aku baik kepadamu." jawab Belle
Malam harinya, seperti biasanya. Mereka sedang duduk dimeja makan untuk makan malam bersama. Walau sesibuk apapun urusan Bara, dia tetap akan menyempatkan waktu untuk makan malam bersama dengan keluarganya, terutama adik-adiknya
Setelah makan malam, mereka masuk ke kamar masing-masing. Di dalam kamar, terlihat Bara sedang sibuk dengan pekerjaannya dan Embun hanya membaringkan tubuhnya sambil melihat-lihat atap kamarnya tanpa melakukan apapun lagi
Dia melirik jam yang terletak di atas nakas di sebelahnya. Ternyata sudah hampir larut. Dia beranjak dari ranjangnya, baru saja ia memegang handle pintu, suara bariton Bara sudah mengagetkannya
"Kemana kau?" tanya Bara tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya
"Aku ingin membuatkan susu untuk Brandon, kenapa?" Embun bertanya balik
"Buatkan aku kopi. Jangan yang terlalu manis." titahnya sambil membalikkan berkas
"Baiklah." jawab Embun
Embun langsung berjalan ke arah dapur dan membuatkan susu untuk Brandon terlebih dahulu. Setelah menyeduh susunya, dia mengantarkan susu yang masih hangat itu ke kamar Brandon. Terlihat Brandon belum beranjak tidur, bocah itu masih sibuk dengan game PlayStation miliknya
"Brandon, aku sudah membuatkan susu untukmu. Segeralah diminum dan lekas lah beranjak tidur." ujar Embun
Dia melihat Brandon masih asik dengan gamenya dan tidak berniat untuk menghiraukan dan menjawab ucapannya. Dia hanya meletakkan susu itu di atas nakas dan tidak lupa ditutup. Kemudian dia langsung keluar karena teringat masih harus membuatkan kopi untuk suaminya
Saat dia sedang menyeduhkan kopi hitam ke dalam gelas, ada seorang pembantu yang kebetulan lewat. Dia heran melihat Embun yang sudah larut malam begini tapi masih berada di dapur. Dia mendekati Embun bermaksud untuk bertanya, tapi karena Embun terkejut dan tidak hati-hati. Jadilah kopi itu tertumpah ke bajunya
"Aduh, maafkan saya, Nyonya." ucap pembantu itu dengan wajah takut
"Tidak apa-apa, Bi. Ini juga karena saya yang kurang berhati-hati. Saya bisa mengganti baju nanti di kamar." ujarnya tersenyum sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang terkena kopi
"Biar saya buat ulang kopinya, Nyonya." pinta Bibi itu
"Ah tidak perlu. Kamu pergi beristirahat saja. Ini untuk suamiku, aku akan membuatkannya sendiri." tolak Embun halus
Pembantu itu langsung pamit undur diri, tak lupa ia membungkuk tanda hormat pada istri sang pemilik rumah tempat ia bekerja. Setelah membuat ulang kopi yang tadi sempat tumpah. Embun kembali masuk ke kamarnya sambil membawa kopi di atas nampan
__ADS_1
Embun membuka pintu kamar dengan sangat berhati-hati, dia takut konsentrasi Bara akan terganggu jika dia terlalu banyak membuat suara
Embun mengedarkan pandangannya ke segala arah. Karena, sejak ia masuk, ia tak mendapati Bara di meja kerjanya. Dia melihat pintu menuju balkon terbuka, dia menebak kalau suaminya pasti sedang berada di situ. Embun berjalan perlahan-lahan menuju balkon
"Aku sangat mencintaimu. Sayang." ucap seorang wanita yang Embun sendiri sudah bisa mengenal suaranya
DEG
Embun merasa terkejut, dia tambah mendekat ke arah pintu sambil membawa segelas kopi di tangannya. Ternyata Bara sedang melakukan Vidio call dengan Audrey. Tanpa sengaja, Audrey melihat bayangan Embun, dia langsung terpikirkan sesuatu yang licik. Bara tidak dapat mengetahui kehadiran Embun karena posisinya dia membelakangi pintu balkon, sedangkan ponselnya malah memperlihatkan isi kamarnya
"Sayang, kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak membalas ucapan cintaku?" ucap Audrey manja
"Aku juga sangat mencintaimu, Sayang." jawab Bara
"Kamu sudah mengatakannya, ya! Kamu harus ingat janji kita kemarin, kamu tidak boleh dekat dengan wanita manapun. Tidak boleh bersentuhan dan tidak juga aku tidak mengizinkan kamu untuk hanya sekedar menyapa wanita lain. Termasuk istrimu itu, walaupun kamu sudah menikah dengannya, tapi aku tahu kok, seluruh cintamu masih untukku. Benarkan?" ucap Audrey sengaja
"Benar. Aku memang masih sangat mencintaimu. Walaupun kamu pernah meninggalkan aku, tapi hatiku masih sepenuhnya untukmu." jawab Bara
"Lalu, kapan kamu akan menceraikannya?" sambung Audrey
"Segera! Aku pasti akan segera menceraikannya kalau kamu sudah siap untuk menikah denganku." jawab Bara sekenanya
"Tuan, kopi Anda sudah siap. Aku letakkan di atas meja kerja Anda, ya." ucap Embun berpura-pura tak mendengarkan apapun dan berusaha bersikap biasa saja
Bara hanya berdehem saja. Dia tidak memperdulikan ucapan istrinya yang sedang berdiri di belakangnya sambil memegangi nampan kopi dan melihatnya bercanda dengan wanita lain
"Jangan terlalu lama meminumnya, nanti dingin, Tuan." ujar Embun
Melihat Bara yang tidak menggubrisnya. Dia meletakkan sendiri kopinya di atas meja kerja suaminya dengan perasaan campur aduk. Tapi, dia menepis segala praduga itu karena dia hanya ingin berusaha untuk membuat suaminya jatuh cinta padanya
"Lebih baik aku mandi saja." gumamnya sendiri, dia melihat ke arah Bara, terlihat Bara yang masih senang dan sepertinya obrolan mereka akan panjang. Tanpa berpikir apapun lagi, dia langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi dengan sabun strawberry kesukaannya
Embun hanya mandi selama lima menit. Dia lupa membawa pakaiannya untuk ikut masuk ke dalam kamar mandi juga. Dia berjalan mengendap-endap sambil memperhatikan Bara
"Kenapa aku bisa lupa, sih! Jadi harus menjadi maling dadakan begini." ucapnya sambil menepuk dahinya
Ternyata Bara sudah mengakhiri obrolannya dengan Audrey sedari tadi. Dia masih berdiri di luar karena memeriksa laporan yang masuk ke ponselnya. Dia tidak sengaja melirik ke arah Embun yang sedang mengendap-endap. Timbullah ide jahil dari benaknya untuk mengerjai wanita itu
__ADS_1
KREETT
Embun menutup pintu almari dengan perlahan-lahan, namun sialnya suaranya malah tak sesuai harapan Embun. Dia kembali melihat ke luar untuk melihat Bara, apakah Bara mendengar atau tidak, tapi dia malah tidak melihat bara di luar. Bahkan, pintu balkon pun sudah tertutup
Dia mengedarkan pandangannya kemana-mana. Dan saat ia berputar, ternyata Bara sudah berdiri tegak di depannya sambil melipat kedua tangannya sambil menunjukkan wajah datarnya
"Cari siapa, kamu?" tanya Bara berpura-pura tak tahu
"Aku, aku hanya melihat pintu itu saja. Ternyata sudah tertutup. Kalau begitu, aku sudah bisa tenang." alibinya
Embun cepat-cepat menggenggam pakaiannya dan melangkah menuju kamar mandi
"Mau kemana, kamu?" tanya Bara lagi sambil menarik sebelah tangan Embun
"Aku ingin memakai ini." ucapnya sambil menunjukkan pakaian yang ia pegang
"Pakai saja disini." titah Bara
"Apa? Kenapa aku harus memakainya di sini, Tuan?" Embun menggeleng cepat membuat penolakan
"Aku tidak terima penolakan. Memangnya, apa yang harus kau malu kan dengan suamimu sendiri?"
"Apakah kamu sudah tidak mengingat ucapan mantan pacarmu, tuan?" ujar Embun. Dia mengatakan itu hanya agar Bara melepaskannya, sekalian menyindir sih
"Apa?" tanya Bara. Bara melihat Embun dari atas ke bawah
Kenapa handuk ini begitu pendek seperti ini, sih! Besok aku harus membeli handuk baru yang panjang. Kalau bisa, yang menutupi dari ujung rambut hingga ujung kaki, batin Embun sambil mengikuti tatapan Bara
Kenapa begini jadinya. Aku hanya ingin mengerjai dia, tapi kenapa hasrat ku menjadi benar-benar terpacu sekarang. Sepertinya aku memang sudah candu dengan aroma tubuhnya, batin Bara yang terus saja memperhatikan tubuh Embun
Embun pelan-pelan mundur sedikit-sedikit. Ternyata Bara menyadari itu dan langsung menggenggam tangan Embun kuat
"Mau kemana, ha? Jangan coba-coba lari dari genggamanku." ucapnya
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, gift dan vote. Masukkan ke daftar favorit kamu dan berikan rate 5 ya
Setiap dukungan yang kalian berikan, dapat menambah semangat author loh
__ADS_1
Covernya baru saja aku ganti, semoga kalian suka dengan cover baru ini, ya!❤️❤️❤️