Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
KEANEHAN SIKAP BARA


__ADS_3

"Membantah katamu?" ujar Bara makin berang.


"Maksudku menjelaskan." jawab Embun sambil tersenyum menampakkan deretan giginya.


DEG


Cantiknya, batin Bara


Bara hanya diam sambil mendengarkan penjelasan dari Embun, walaupun Embun terlihat terbata-bata saat menjelaskannya. Tapi, itu dianggap sebagai hal yang wajar menurut Bara karena menurutnya Embun takut dengannya


"Aku bosan di rumah, jadi aku mengajak Belle dan Brandon untuk jalan-jalan keluar." jawab Embun, akhirnya jawaban itulah yang terlintas dipikirannya


"Aku pikir kau mencari orang kaya lain untuk menghidupimu. Siapkan air mandi untukku." seru Bara


"Kenapa? Bukankah biasanya kamu menyiapkan sendiri?" tanya Embun heran. Jujur saja, tubuhnya sudah sangat lelah saat ini


"Kau tidak mau? Jangan pernah membantah ucapanku, atau keluargamu besok sudah bisa dimakamkan!" ancamnya. Entah apa yang ada dipikirannya, kenapa dia malah suka memerintah Embun


"Baik, akan segera aku siapkan." jawab Embun yang hanya bisa menuruti keinginan kaisar di rumah itu


Bara hanya tersenyum penuh kemenangan, dia memang tipe seorang kaisar yang tidak menerima bantahan. Kalau ada yang membantah perintahnya, maka akan langsung di eksekusi


"Tuan, air hangat untuk Anda sudah selesai saya siapkan. Anda sudah bisa mandi dengan nyaman." ujar Embun yang baru saja keluar dari kamar mandi, dia sudah berubah menjadi mode bawahan


Bara masuk ke kamar mandi, setelah melihat suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi, Embun juga berniat pergi ke kamar tamu untuk mandi disana. Namun, belum juga dia menyentuh handle pintu, namanya sudah diteriaki oleh Bara seperti sedang meneriaki maling saja. Untung kamar itu kedap suara, kalau tidak, bisa repot


Embun buru-buru berlari menuju kamar mandi dan melihat kenapa Bara meneriaki namanya, apakah ada yang tidak beres dengan pekerjaannya


"Ya, Tuan?" tanya Embun yang sudah menyembulkan kepalanya di depan pintu


"Kemana saja, Kau? Cepat bantu aku mandi, gosokkan punggungku!" titahnya


"A-apa?" tanya Embun tergugu


"Kau tidak dengar? Aku memintamu membantuku mandi, gosokkan punggungku. Dan, apa ini? Kenapa kau hanya menyiapkan air hangat tanpa menuangkan sabunnya?" tanya Bara berdecak kesal


"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak tahu, bath foam yang mana yang Anda sukai." ucapnya

__ADS_1


"Yang itu!" Bara menunjuk ke bath foam beraroma strawberry. "Cepat campurkan dengan air mandiku." titahnya


"Tapi, itukan milik saya, Tuan! Apakah Anda tidak mau yang lain saja?"


"Kenapa? Punyamu? Semua yang berada di rumah ini adalah milikku. Cepat, jangan banyak membantah." ucap Bara


Mau tidak mau, Embun terpaksa mencampurkan bath foam miliknya. Sambil menuangkan cairan sabun itu, dia sambil meratap sedih.


Bagaimana tidak, dia membeli bath foam itu dengan sisa-sisa uang sakunya. Awal dia memasuki rumah itu, dia tidak mengerti cara menggunakan bathtub yang tersedia, maklum saja, dia tidak pernah menggunakan yang seperti itu, di rumahnya hanya ada satu buah bak yang digunakan untuk menampung air mandi


Dia bertanya kepada salah satu asisten disitu cara menggunakannya, dan mereka menjelaskan, kalau sabun yang digunakan pun harus berupa sabun cair. Dengan terpaksa dia membeli bath foam dengan aroma strawberry yang memang sudah ia sukai sedari kecil.


Setelah membuatkan sabun yang busanya melimpah untuk Bara, Bara langsung melepaskan pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub. Embun menundukkan kepalanya dan menutup matanya


Ahh mataku sudah ternodai, batin Embun


"Kenapa? Kau merasa matamu sudah ternoda? Bukankah kau sudah sering melihatku tanpa baju begini. Jadi, santailah." ucap Bara sambil memejamkan matanya


Saat Bara memejamkan matanya, Embun mencoba melarikan diri. Tapi, belum ada selangkah dia berjalan, tangannya sudah dicekal oleh Bara.


"A,aku hanya ingin kesana sebentar." ucapnya


"Jangan pergi kemana pun sebelum kamu menyelesaikan pekerjaanmu." ucap Bara penuh ancaman


Embun mengambil body brush yang khusus digunakan untuk menyikat punggung. Dia mulai menggosok punggung suaminya itu


"Jangan kuat-kuat. Kau pikir kulitku ini setebal kulit sapi?" kesal Bara


Embun tidak menjawab, dia hanya terus menggosok hingga Bara sendiri yang minta berhenti. Saat Embun masih menggosok punggung laki-laki itu. Tiba-tiba Bara menarik tangan Embun hingga dia tercebur ke dalam bathtub bersamaan dengan laki-laki itu


BYURRR


"Apa yang Anda lakukan? Kan jadi basah begini." pekiknya sambil terus mengibas-ngibaskan bajunya yang sudah basah


"Aku tadi mencium aroma tubuhmu yang sangat menyengat itu. Aku tidak tahan, jadi aku menarik mu untuk mandi bersama. Lagi pula, inikan sabun milikmu, aku tidak ingin dikatai suka memakai milik orang lain. Jadi, kita pakai bersama saja." ucapnya santai


Embun heran, kenapa dari sepulangnya tadi, sikap Bara menjadi berbeda dengannya. Lebih banyak bicara, banyak komunikasi tapi tambah menyebalkan

__ADS_1


"Aku belum sempat mandi karena Anda menyuruhku ini itu sedari tadi. Hey, lakukan ini. Hey, lakukan itu." sahutnya sambil meniru ucapan Bara lalu mencebikkan bibir


"Hahahaha. Kau berani meniruku? Jadi, menurutmu aku semenyebalkan itu, ha?" Bara malah tertawa melihat tingkah Embun yang mengejeknya


"Tidak. Aku mana berani meniru Anda, Tuan." jawab Embun mulai menyurut


"Buka bajumu. Kita mandi bersama." serunya kemudian


"Tidak apa-apa. Nanti aku mandi sendiri saja." bantah Embun, tentu saja dia akan menolak permintaan yang menurutnya aneh seperti itu


"Kau tahu, kan. Aku tidak suka dibantah, Jingga!" ucapnya


Apa? Jingga? Dia memanggilku, Jingga? Embun mengolok-olok dalam hati, tapi bibirnya tetap terlihat kalau dia sedang menahan senyum


"Kenapa kamu melamun dan menahan senyum? Kau sedang mengumpatku dalam pikiranmu, kan!"


"Tidak. Aku tidak akan berani."


"Cepat lepaskan bajumu. Aku tidak punya bayak stok sabar." ucap Bara yang terlihat sangat memaksa


Melihat Embun yang hanya diam kaku, dia langsung mendekatkan duduknya. Embun yang terkejut karena Bara sudah semakin dekat dengannya, secara spontan dia menutup dadanya dengan kedua tangannya. Bara menepis tangan Embun dan langsung mengoyak pakaian yang sedang dikenakan wanita itu


SREKK


"Ini adalah hukuman untukmu karena sudah berani tidak mendengarkan ucapanku."


Embun masih menutupi bagian depan tubuhnya dengan menyilangkan tangan. Kini, bagian atasnya hanya tinggal bra yang ia kenakan. Lagi-lagi Bara menepis tangan Embun dan langsung meluma* bibir ranum itu


Akhirnya, mereka bukannya mandi, Bara malah asik memainkan tubuh istrinya itu. Mereka keasikan berendam di dalam nuansa strawberry sambil membuang benih cintanya


"Ingatlah, untuk seterusnya, aku ingin kau yang menyiapkan semua keperluanku termasuk perlengkapan mandi. Aku tidak ingin mendengar bantahan dari mulutmu seperti tadi." ucapnya setelah mereka selesai mandi dan akan tidur


"Tapi, bagaimana jika aku bekerja. Mungkin, akan telat sampai di rumah." protes Embun


"Aku mengizinkanmu berkerja bukan untuk melepaskan tanggung jawabmu sebagai istri. Kau tetap harus pulang tepat waktu sebelum aku." Bara merebahkan tubuhnya membelakangi Embun


"Untung saja dia juga tidak minta dipeluk saat akan tidur." gumamnya dengan suara pelan

__ADS_1


__ADS_2