Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
MENGENANG MASA KELAM


__ADS_3

"Kau sudah lihatkan, Kakakku lebih memilih mengejar istrinya dari pada mengelus pipimu. Dan sepertinya aku harus memberitahumu sesuatu, mood ibu hamil itu sering berubah-ubah. Sekarang dia hanya menamparmu, aku tidak bisa menjamin, mungkin saja lain kali dia akan membunuhmu!" ejek Belle.


Setelah mengatakan itu, Belle pergi meninggalkan Audrey sendirian yang masih berdiri di tempatnya. Ada kepuasan tersendiri dalam dirinya karena melihat Embun yang sudah berani menghadapi wanita berbisa seperti Audrey yang tentunya sangat berbahaya dan licik.


"Mungkin itu keberanian yang diberikan oleh bayinya. Karena dia tidak mau melihat ibunya selalu saja ditindas." ucapnya riang sambil masuk ke dalam kamarnya.


Ternyata wanita itu benar-benar hamil, aku pikir dia hanya ingin membuatku marah saja. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Lihat saja, aku akan segera menghancurkanmu. Audrey segera meninggalkan kediaman Wirastama dalam keadaan marah.


Di dalam kamar, Bara membuka pintu perlahan dan melihat Embun yang sudah duduk di sofa sambil memangku wajahnya dengan telapak tangannya.


"Jingga, kenapa kau melakukan hal seperti itu pada Audrey?" tanya Bara sambil memijat pelipisnya.


Embun mendongak, sudah menebak apa yang akan dikatakan oleh Bara.


"Kenapa? Apakah aku melakukan kejahatan?" tanya Embun balik.


"Memukul seseorang itu memanglah kejahatan. Tidak bisa dibenarkan, Jingga." jawab Bara.


"Aku hanya membela diriku sendiri, dari tuduhan wanita itu. Anda juga berada di sana, Tuan. Anda juga tahu bagaimana dia menyudutkan aku. Aku tidak melakukan apa yang dia katakan tadi." Embun tetap menyangkal tuduhan Audrey, karena dia memang tidak melakukannya.


"Kalau kamu tidak melakukannya, bagaimana dia bisa mengatakan kalau itu adalah kamu?"


"Jadi, Anda memang lebih mempercayai wanita lain, dari para istrimu yang sedang mengandung anakmu ini, ya?" tanya Embun berdiri mendekati Bara.


"Jangan gunakan anak itu untuk membela dirimu sendiri, Jingga." ucap Bara menatap Embun lekat.


"Aku tidak menggunakannya. Aku hanya mempertanyakan posisiku sebagai istrimu. Apakah aku memang tidak ada sedikitpun di hatimu? Tidak ada sedikit pun di matamu?" Embun mulai berkaca-kaca.


"Awalnya, aku memang berencana untuk mencoba membuka hatiku untukmu." Bara menggantungkan kalimatnya.


"Dan sekarang?" Embun bertanya karena dia terlalu takut untuk menunggu terlalu lama namun hasilnya akan tetap menyakitinya. Jadi, dia berpikir lebih baik mempertanyakan dan memperjelas semuanya sekarang.


"Kau sudah melewati batasanmu, Jingga." ucap Bara.

__ADS_1


Tanpa dijelaskan pun, Embun mengerti apa maksud dari ucapan Bara, dia memang miskin, tapi dia pernah mengenyam pendidikan dan tentu saja dia juga adalah anak yang pintar. Hanya saja, karena terhalang biaya, dia tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.


"Tapi aku tidak melakukan itu, dia lah yang datang dan memarahiku. Dia hendak menamparku, jadi aku membela diriku. Jika membela diri juga disebut kejahatan, lalu bagaimana dengan dia. Dia merebut suami orang lain, apakah itu bukan sebuah kejahatan?" pekik Embun.


"Sudahlah, Jingga. Aku akan pergi menemuinya terlebih dahulu, dia pasti kesakitan sekarang setelah kamu menamparnya barusan." ucap Bara dan mengambil jaketnya.


"Aku juga sakit, Tuan. Saat dia memukulku, kenapa Anda tidak membelaku seperti Anda membelanya? Terutama hatiku, hatiku sangat sakit, Tuan." seru Embun yang mengikuti kemana pun Bara pergi.


"Karena aku mencintainya. Tapi tidak denganmu." ucap Bara tanpa melihat Embun.


Mendengar ucapan Bara, dia terdiam di tempatnya tidak lagi mengejar langkah Bara. Dia melihat mobil Bara yang perlahan menghilang dari pandangan mata.


"Kak, ayo kita duduk di taman." ajak Belle, entah sejak kapan dia sudah berdiri di sana.


Embun mengikuti Belle, mereka duduk di bangku taman yang di depannya terdapat bunga-bunga yang sedang bermekaran. Bunga-bunga itu adalah bunga yang ditanam oleh Embun.


Belle melihat Embun yang hanya melamun melihat ke depan, lalu dia mulai memulai pembicaraan mereka.


"Masa lalu kelam? Bolehkah kamu menceritakannya sedikit padaku?" pinta Embun penuh harap.


"Banyak juga boleh, kamu istrinya. Jadi memang sudah berhak tahu." ucap Belle sambil terkekeh pelan, Embun hanya menanggapinya dengan senyuman saja.


"Saat kak Bara duduk di bangku SMA, dia mempunyai seorang kekasih yang bernama Airin. Orangnya baik, cantik dan lembut, ya seperti kamu ini, Kak. Mereka berpacaran sampai masuk ke jenjang kuliah. Sudah lama sekali, kan?"


"Lalu, di mana wanita itu sekarang, Belle?" tanya Embun penasaran.


"Dia sudah tidak ada lagi, Kak. Dia sudah meninggal dunia karena penyakit kanker rahim yang dideritanya. Kak Bara sangat terpukul saat itu. Dan hadirlah Audrey ke dalam hidup Kak Bara, dia berusaha menyemangatinya, membuatnya melupakan Airin begitu saja. Meskipun membutuhkan waktu yang sangat lama, tapi dia tetap berusaha sabar dalam menghadapi sikapnya yang cuek dan tetap mengenang Airin."


Embun hanya diam tertunduk, ada rasa penyesalan di hatinya, karena dia merasa sudah merebut Bara dari Audrey. Dan Belle mengetahui perasaan tidak enak Embun.


"Kakak jangan merasa bersalah. Karena Kakak tidak merebut kak Bara dari siapapun. Audrey sangat sabar menghadapi sikap Kak Bara karena dia memang sudah mengincar kak Bara saat dia masih berpacaran dengan Airin, Kak. Airin dan Audrey adalah sahabat. Audrey selalu memperlihatkan sikap genitnya di depan Kak Bara, tapi Airin tidak pernah memperhatikannya. Jadi, saat dia sudah meninggal dunia, itulah kesempatan Audrey."


"Mereka bersahabat?"

__ADS_1


"Ya. Audrey mendekati kak Bara hanya karena dia kaya raya dan sudah pasti menjadi penerus keluarga kami." Embun tampak cengo mendengar cerita Belle.


"Dan orang tua kami tahu akan hal itu, jadi mereka menentang hubungan Bara dan Audrey. Tapi, Kak Bara tidak mau mendengarkannya. Karena dia merasa Audrey lah yang telah menjadi penyelamatnya agar dia bisa melupakan Airin. Jadi, Kak Bara juga menentang keputusan Papa dan Mama."


Embun tidak menjawab apa pun, dia hanya fokus mendengarkan cerita dari Belle.


"Sampai, orang tua kami yang baru pulang dari luar kota mengalami kecelakaan. Mobil mereka masuk ke dalam jurang dan mereka tewas di tempat." Belle mulai menumpahkan air matanya karena memori kelam itu seakan berputar dengan sendirinya.


Embun terkejut, dia tahu kalau orang tua mereka sudah tiada, tapi tidak tahu kalau orang tua mereka meninggal dunia karena kecelakaan yang begitu mengerikan.


"Kak Bara kembali terpuruk, bahkan jauh lebih terpuruk dari saat pacarnya meninggalkan dia. Bahkan, perusahaan kami sampai terancam bangkrut, Kak. Untung saja ada Kak Daniel dan Rey yang membantu menstabilkan kembali perusahaan." jelas Belle.


"Pasti saat itu, Audrey juga yang berdiri di samping Bara, ya?" ucap Embun lemah.


"Tidak. Saat kabar perusahaan kami terancam bangkrut, dia tiba-tiba saja menghilang bagai ditelan bumi. Lalu, saat kabar tentang perusahaan kami kembali berkembang sudah menyebar, dia juga tiba-tiba hadir kembali dengan alasan kalau dia menghilang selama ini karena mencari pinjaman uang untuk membantu perusahaan." jelas Belle yang masih saja meneteskan air matanya.


"Tapi, Kak Bara tidak terlalu memperhatikan karena dia sedang sibuk mencari penyebab dari kecelakaan maut orang tua kami. Dan Kak Daniel juga berusaha mencari tahu tentang Audrey, ternyata Audrey bukanlah berusaha membantu seperti ucapannya, tapi dia pergi liburan bersama laki-laki lain."


"Apakah kalian tidak memberitahukan kepada Bara tentang itu?" tanya Embun.


"Tidak, karena kak Daniel takut Bara akan kembali terpuruk."


"Tapi, ada suatu hal yang tdak aku mengerti sampai sekarang." ujar Belle.


"Apa?"


"Audrey merayu kak Bara untuk memberhentikan penyelidikan tentang kecelakaan orang tua kami. Dengan alasan agar kak Bara tidak kembali teringat dan menjadi sedih. Dan dia juga meminta kak Bara untuk mengirim aku dan Brandon keluarga negeri." jelasnya lagi.


Jangan lupa untuk tinggalkan like, komentar, gift dan vote. Follow author juga ya🤭


Masukkan ke daftar favorit kamu dan berikan juga rate 5


Terima kasih❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2