Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
SIAPA??


__ADS_3

"Kau siapa?" tanya Nita pada seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesaran di ruangan manager itu.


"Aku manager baru di sini. Dan kau, siapa? Tidak punya sopan santun, masuk tanpa mengetuk pintu!" tukas manager baru yang penampilannya sangat cool. Dia memakai kacamata, dasi kupu-kupu dan rambut klimisnya menambah frekuensi ketampanannya.


"Berani sekali kau mengaku-ngaku. Aku kenal manager di sini! Lebih baik, kau keluar sekarang sebelum menyesal!" ancam Nita dengan tatapan sinis pada pria yang mengaku sebagai manager baru itu. Dia berjalan perlahan-lahan ke arah manager baru itu berdiri.


"Berhenti di tempatmu sekarang!" teriak sang manager yang sangat tidak suka dengan sikap angkuh Nita. "Jangan bersikap sombong, bahkan aku tidak mengenalmu! Aku bekerja di sini baik-baik, kalau kau tidak percaya, kau bisa percaya pada orang-orang di sini," kecam manager baru itu dengan rahang mengeras.


"Cih, kau pikir, kau bisa menipuku? Seharusnya kau yang tidak perlu sombong. Tidak perlu berpura-pura, sekarang kau keluar dan jangan pernah menampakkan dirimu lagi di sini!" kecam Nita balik.


"Benar-benar tidak tahu diri!" sungut manager baru itu. Dia mengambil telepon yang berada di sampingnya dan terlihat menghubungi seseorang. Setelah berbicara beberapa saat, dia meletakkan kembali gagang telepon itu. Lebih tepatnya, mematikan sambungan teleponnya.


"Aku tidak akan menjelaskan pada orang gila sepertimu. Cukup mereka yang akan mengatakan padamu, jadi jika kau tak mau keluar sekarang dengan cara yang terhormat, maka jangan salahkan aku mengusirmu dengan cara yang akan membuatmu malu!" tutur pria yang berstatus manager baru itu dengan nada datar.


"Ckck!" Nita malah berdecak meremehkan ucapan pria berkacamata itu. Tanpa rasa takut, dia malah semakin berjalan semakin mendekat, mengikis jarak diantara mereka. Bahkan kini, saat mereka berbicara, deruan nafas mereka mengenai kulit.


Dengan berani, Nita memegang ujung dasi pria berkacamata itu dan menggulung-gulungnya dengan dua jarinya. Pria itu hanya melihat aksi Nita dengan bibir yang terkatup. Tak mau berkomentar, dia ingin melihat, sejauh apa keberanian yang akan ditunjukkan oleh wanita yang menurutnya asing ini.


"Memangnya, kekuatan apa yang kau punya?" tanya Nita yang semakin meringsek ke tubuh pria berkacamata itu.


"Kau coba merayuku?" tanya pria itu dengan tatapan dingin.


"Kenapa? Kau sudah tidak tahan? Kau ingin melakukannya di mana? Di sini, atau di mana saja boleh." entah apa yang ada dalam pikiran Nita, sampai pria yang tadinya dia rendahkan pun dirayunya.


"Tapi, maaf. Aku tidak sudi bersenggama dengan wanita bekas sepertimu. Aku takut kena penyakit kelamin!" hardik pria itu merendahkan.


"Sialan! Apa yang kau katakan? Beraninya kau merendahkan aku?" pekik Nita berang.


"Kenapa? Bukankah yang aku katakan itu semuanya adalah kenyataan?" desis pria itu lagi dengan nada mengejek.


"Kurang ajar! Pria cupu sepertimu, memangnya tahu apa?" ejek Nita membalas.


"Pria cupu sepertiku, tidak tertarik dengan wanita bergilir seperti dirimu!" hardiknya lagi.


"Sialan! Kau benar-benar kurang ajar!" wajah Nita kian memerah. Dia benar-benar sangat marah mendengar pria berkacamata itu mencacinya habis-habisan. Dia mengangkat tangannya hendak menampar pria itu, namun secepat kilat pria itu menahan tangan Nita dan mencengkeramnya sekuat mungkin, sampai wajah Nita memerah menahan tangis.


"Kau mau memukulku?"


"Lepaskan! Tanganku sakit!" pekik Nita.


Pria itu melepaskan tangan Nita dengan menghempaskannya sekuat mungkin, hingga tubuh Nita mengenai sudut meja.


"Aww!" desis Nita.

__ADS_1


"Masuk!" teriak pria itu seperti memanggil orang yang sudah siap siaga menunggu di luar.


Nita langsung menoleh ke arah pintu, melihat siapa yang datang. Tidak lama kemudian, dia melihat ada beberapa orang pria bertubuh besar masuk ke dalam ruangan itu. Berbaris rapi seperti sedang menunggu perintah.


"Siap, Tuan!" seru mereka bersamaan.


"Keluarkan dia dari sini! Dan pastikan jangan biarkan wajahnya menginjak ke dalam Rex Club ini lagi!" tegas pria itu dengan berkacak pinggang.


"Tidak! Kau tidak bisa melakukan itu!" pekik Nita yang mulai ketakutan.


Tanpa memperdulikan teriakan-teriakan Nita, orang-orang bertubuh besar itu langsung menyeret tubuh Nita keluar. Para Bodyguard menyeretmu orang membuat banyak pasang mata memperhatikan ke arah mereka. Teriakan-teriakan cacian Nita menyita banyak perhatian para pengunjung Rex Club.


Sebagian dari para tamu dan pekerja yang mengenal Nita, hanya bisa melihat dan menonton. Mereka tidak berani bertindak menjadi pahlawan menolong orang yang sudah diseret oleh Rex Club. Bisa-bisa, nasib mereka akan sama mengenakannya dengan Nita.


BRAKK


Nita dilempar ke jalan oleh mereka. Tubuhnya terasa remuk redam akibat benturan tubuhnya dengan tanah. Banyak pasang mata yang memperhatikannya, karena dia diseret dari depan. Sungguh, kali ini dia benar-benar sudah dipermalukan.


Saat para bodyguard itu sudah melakukan tugas-tugasnya, mereka berbalik dan masuk. Tapi, Nita malah memegang tangan salah satu dari mereka.


"Hey, sebenarnya siapa laki-laki yang berada dalam ruangan manager tadi?" tanya Nita sambil sesekali mendesis.


"Dia manager yang baru," jawab bodyguard itu.


"Dia sudah dipecat karena mau menganggu dan melukai wanita bos pemilik Rex Club ini," jawabnya kemudian melengos pergi meninggalkan Nita yang masih tertegun.


"Wanita bos pemilik Rex Club ini? Apakah Belle? Tidak, tidak mungkin dia!" gumam Nita menyangkal semua isi pikirannya.


*********


☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️


Belle menguap dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kelelahan. Dia menguap dan berteriak, seperti lupa dengan kehadiran Daniel yang sedari tadi terus memperhatikan calon Istrinya itu dengan wajah datar.


"Ternyata calon istriku ini sangat pemalas!" ucap Daniel membuat Belle terlonjak kaget dan langsung menoleh ke samping, menatap Daniel dengan wajah kesal.


"Kenapa? Kak Daniel menyesal karena semalam telah melamarku?" gerutu Belle mendelik gusar.


"Tidak. Aku melamarmu untuk menjadi istriku. Jadi, mau kamu malas pun, itu bukanlah masalah untukku. Karena aku sudah menyiapkan banyak pembantu yang akan melayani putri malasku ini!" ucapnya sambil tersenyum.


"Ahhh ... kamu ternyata bisa romantis juga. Aku semakin menyayangimu," aku Belle sambil memeluk Daniel.


"Sudah, pergi mandi sana! Teman-temanmu sudah menunggu untuk sarapan bersama," ucap Daniel.

__ADS_1


"Baik, tunggu aku!" Belle berlari ke kamar mandi. Dia menggunakan shower untuk mengguyur tubuhnya agar bersih.


Setelah selesai berpakaian, Belle menemui Daniel yang masih sibuk dengan iPad kecil di tangannya.


"Lihat apa sih, Kak? Sepertinya sangat menyenangkan." Belle duduk di samping Daniel, merebahkan tubuhnya ke bahu Daniel dan ikut menonton apa yang dilihat oleh Daniel.


"Lihat saja, kamu pasti sangat suka!" ucapnya.


"Bukannya itu Nita?" seru Belle mengangkat kepalanya dari bahu Daniel.


"Hum! Daniel hanya berdehem sebagai jawabannya.


"Kenapa dia ke sana lagi, Kak? Bukankah manager itu sudah kamu pecat?" wajah Belle penuh dengan raut wajah bertanya-tanya.


"Kamu lihat saja, itu sungguh menyenangkan!" Daniel tak mau menjawab. Dia hanya membiarkan Belle melihat semuanya. Daniel sudah lebih dulu melihat itu, dan memutar ulang untuk Belle.


"Berani sekali dia menggoda pria itu," ucap Belle.


Dia melihat semuanya, sampai Nita diseret keluar oleh para bodyguard Daniel. Dia tertawa kencang.


"Tapi, aku kok merasa kasihan padanya ya, Kak? Nasibnya sungguh sangat tragis!" tutur Belle.


Daniel hanya memilih diam. Belle keluar bersama dengan Daniel dan menemui teman-teman Belle yang sudah menunggu di meja makan restaurant yang berada di villa itu.


"Maaf teman-teman, seharusnya kalian makan saja duluan. Jangan menunggu kami," ucap Belle minta maaf.


"Tidak apa-apa. Sebagai teman, kita pergi bersama, dan harus melakukan semuanya secara bersamaan dong." jawaban itu membuat Belle tersenyum.


"Terima kasih. Sebagai permintaan maaf, kegiatan kita hari ini, semaunya di sponsori oleh Kak Daniel!" pekik Belle membuat semua teman-temannya bersorak-sorai kegirangan.


Mereka pun mulai menyantap makanan yang telah dihidangkan oleh pramusajinya.


Saat mereka sedang sibuk menyantap makanan untuk mengisi perut agar nanti kuat beraktivitas, ada seseorang yang memanggil nama Belle.


"Belle, kamu di sini? Sama siapa?"


Dukung terus novel ini dengan berikan like, komentar, gift dan vote sebanyak-banyaknya.


Berikan juga rate 5 ya guys...


Dukung juga novel author SAHABATKU SUAMI MUHALLILKU 🙏🙏


Terima kasih ❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2