Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
KEDATANGAN IBUNYA REY


__ADS_3

"Dasar Paman jahat!" teriak gadis itu sebelum benar-benar menghilang.


"Dasar gadis aneh, kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi," dumelnya dan kembali menuju kamarnya.


...********...


Hari ini, Rena menjaga toko kue seperti hari biasanya. Masalahnya dengan Rey pun tak lagi ia pikirkan, jika memang mereka berjodoh, semua akan kembali padanya. Namun, jika mereka tak pernah ditakdirkan untuk bersama, sekuat apapun dia berusaha, mereka tetap tidak akan menyatu.


Jadi, dia membiarkan semuanya mengalir seperti air deras. Cepat atau lambat, semuanya akan datang padanya. Hanya dirinya yang harus mempersiapkan hati, bagaimana pun hasilnya, dia tetap harus menerima semuanya dengan tangan terbuka dan hati yang ikhlas. Itulah yang selalu dia tanamkan pada dirinya.


Dipupuk pada hatinya, agar tak mengeluh jika ada sesuatu keinginannya tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.


Sudah dua Minggu berlalu sejak malam pertunangan Belle usai. Seperti janji mereka, Rey tak pernah menghubungi Rena. Entah sudah melepaskan Rena begitu saja atau memang ingin Rena menenangkan pikirannya dan menata hatinya kembali.


"Rena, ada seorang wanita yang datang mencarimu!" seru temannya membuat Rena tersadar dari lamunannya.


Dia menghela nafas panjang. Rasanya, dia begitu trauma jika ada seseorang yang mencarinya. Terlebih lagi jika itu seorang wanita.


Namun, meskipun cemas menggelayuti hatinya, Rena harus tetap keluar dan melihat siapa yang datang. Menghadapi situasi itu lebih baik.


"Ya sebentar. Katakan padanya aku akan keluar sebentar lagi," sahut Rena sambil melepaskan Apronnya.


Rena berdiri di depan pintu, matanya terpaku pada seorang wanita yang usianya sudah tidak muda lagi, tapi masih tetap terlihat cantik. Dia adalah Ibunya Rey.


"Kenapa Ibu Om Rey datang ke sini?" gumam Rena sambil terus memperhatikan gerak-gerik Ibu Rey yang sedang duduk membelakanginya.


Ibunya Rey terlihat melihat ke sekelilingnya, mencari keberadaan Rena. Dan saat dia melihat ke arah belakang, wajahnya langsung melengkungkan senyum karena orang yang ditunggu akhirnya ditemuinya.


"Kenapa berdiri di situ? Cepat kesini!" seru Ibunya Rey sambil melambai-lambaikan tangannya agar Rena datang padanya.


Rena pun membalas senyumannya, karena sudah dipanggil, Rena datang dan berdiri di hadapan Ibunya Rey.


Ibu Rey langsung memeluk Rena.


"Rena, kenapa sudah lama sekali kamu tidak pernah mengunjungi aku lagi?" ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Rena tersenyum, dia sendiri menjadi kebingungan. Entah alasan apa yang harus dikatakan.


"A-aku hanya sedang sibuk mengurus toko, Bu." Meski terlihat gugup, jawaban itu terlontar begitu saja dari mulutnya.


"Ahh, kamu berbohong, Rena!" bantah Ibu Rey dengan wajah menyelidik.


Rena menggeleng kepalanya cepat.

__ADS_1


"Tidak. Aku sama sekali tidak berbohong, Bu. Aku memang sedang sibuk mengurusi toko yang akhir-akhir ini semakin ramai. Tapi, aku berjanji, setelah ini pasti akan datang lagi mengunjungi Ibu." Rena mengangkat dua jarinya pertanda dia sedang mengikat janji.


Ibunya Rey memegang kedua jari Rena dan menurunkannya. Senyumannya semakin melebar, tangannya menyentuh pucuk kepala Rena dan mengelusnya pelan-pelan.


"Kekanak-kanakan sekali!" tangkas Ini Rey membuat Rena bingung.


Kekanakan? Apakah Ibu Om Rey sedang mengataiku?


"Rena, kamu memang sedang berbohongkan? Ayo mengaku!" tuding Ibu Rey dengan wajah yang penuh dengan keyakinannya.


Rena hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu memang sangat pintar menutupinya. Padahal Rey sudah mengatakan semuanya pada Ibu!" terang Ibu Rey dengan wajah berpura-pura sedih dan dia duduk dengan tubuh yang lemah.


JDEER!!


Rena masih diam, masih mencoba mencerna apa yang sedang dihadapinya. Menunggu Ibu Rey untuk lanjut bicara.


"Rey sudah mengatakan semuanya pada Ibu. Kamu marah padanya karena Amanda mendatangimu dan mengaku sebagai tunggangannya Rey, kan?" ucapnya lagi membuat Rena tambah kelimpungan.


"Kamu juga meminta Rey untuk menjauhimu, kan?" setiap kata-kata yang diucapkan oleh Ibunya Rey bagaikan jarum emas yang menusuk rongga dan pori-porinya. Rena dibuat ketar-ketir oleh Ibunya Rey.


Rena masih diam, dia bingung harus menjawab dan menjelaskan seperti apa agar dirinya tak tersudutkan.


Jawaban untuk satu pertanyaan saja belum dia dapatkan, Ibu Rey malah menambah pertanyaan-pertanyaan baru padanya.


"Be-benar, Bu. Tapi, aku melakukan itu semua juga ada alasannya." Rena mengakui semua itu sambil memejamkan matanya.


Akui saja dulu, urusan yang lain bisa diselesaikan belakang. Begitu pikirnya.


Ibunya Rey menyentuh tangan Rena dan menepuk bangku di depannya, meminta gadis itu untuk duduk.


Rena segera mendudukkan bokongnya, kakinya pun sudah terasa pegal karena dia telah terlalu lama berdiri.


Ibunya Rey memegang bahu Rena, mengusap wajah Rena dengan ibu jarinya.


"Rena, apa yang kamu lakukan tidak salah. Ibu juga akan melakukan hal yang sama jika berada diposisimu," ucap Ibunya Rey.


"Ibu mengerti bagaimana perasaanmu saat didatangi oleh Amanda. Mengaku sebagai tunangan orang yang sedang dekat dengan kita dan mempermalukan kita di depan khalayak ramai," imbuhnya.


"Namun, apa yang telah dijelaskan oleh Rey juga tidak salah. Memang begitu adanya. Ibu bisa menjadi saksi hidup atas kisah itu," ucap sang Ibu lagi.


"Ibu tidak akan meminta kamu merubah keputusanmu dan kembali padanya. Ibu menghargai semua keputusan kamu. Ibu hanya meminta satu hal, apakah boleh ibu mengajukan satu permintaan saja?" tanya Ibu Rey.

__ADS_1


Rena mengangguk, mempersilakan wanita yang sudah dianggapnya sebagai ibu penggantinya untuk mengajukan permintaan. Jika dia memang sanggup mengabulkannya, dia akan menyetujuinya.


"Meskipun kamu tidak berjodoh dengan Rey, bisakah kamu tetap selalu mengunjungi Ibu? Tetap menjadi anak gadis Ibu yang selalu ada untuk Ibunya?"


Permintaan sederhana namun tulus yang diajukan oleh Ibunya Rey membuat Rena terharu. Tanpa seizinnya, air matanya langsung menetes keluar.


Bahkan, Ibu kandungnya sendiri tak pernah meminta hak seperti itu, bagaimana mungkin dia bisa menolak hal yang selama ini ia impikan. Impiannya memang sangat sederhana, namun begitu susah untuk diwujudkan.


"Bu, tanpa Ibu minta pun, aku akan selalu melakukan itu. Aku sudah menganggapmu sebagai Ibuku sendiri. Jadi, jangan lagi merendah diri. Maafkan aku karena sudah beberapa hari ini aku tidak datang mengunjungimu." Rena memeluk Ibunya Rey. Mereka sama-sama menangis dalam pelukan hangat rasa keluarga itu.


"Terima kasih. Kamu sudah berjanji, ingat untuk menepati semua janji yang kamu ucapkan hari ini padaku, ya?" tuntut Ibunya Rey.


Lagi-lagi Rena mengangguk sambil menyeka air matanya. Dia tersenyum, senyuman yang sangat hangat.


"Sekarang sudah waktunya makan siang, apakah kamu bisa menemani Ibu makan siang?" tanya sang Ibu setelah melihat arloji yang melingkar di tangannya.


Rena belum menjawab, dari wajahnya dapat terlihat kalau dia sedang merasa ragu untuk menjawab.


"Apa yang kamu khawatirkan?"


Rena menggeleng sambil tersenyum, "Tidak ada, Bu. Kalau begitu aku ganti baju dulu, ya?"


Ibunya Rey mengangguk, "Silakan, Ibu menunggumu di sini."


Rena naik ke kamar atas yang berada di tokonya. Dia mandi untuk menyegarkan tubuhnya dan mengenakan baju yang menurutnya cocok.


Setelah selesai, dia turun dan menemui Ibunya Rey.


"Bu, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Rena dan mendapat anggukan dari wanita yang sekarang telah menjadi Ibunya itu.


Mereka diantar oleh supir pribadi Ibunya Rey. Dalam perjalanan, mereka berbincang-bincang sambil sesekali disisipi dengan candaan dan tawa bahagia.


Sampai tak terasa ternyata mereka telah tiba di sebuah cafe favorit keluarga Rey. Rena tahu itu, karena Rey juga sering membawanya ke sana.


"Nyonya, kita sudah tiba," ucap sang supir.


Tanpa menjawab, Rena dan Ibunya Rey berjalan masuk ke dalam cafe itu. Mereka langsung menuju sebuah meja yang sepertinya sudah dipesan duluan.


Namun, wajah Rena berubah pias kala mereka telah tiba di meja yang dituju. Di sana terdapat Rey, Ayahnya dan juga Amanda yang sedang duduk menunggu kedatangan mereka.


Dukung karya ini dengan berikan like, komentar, gift, dan vote sebanyak-banyaknya


Berikan juga rate 5 ya guys...

__ADS_1


Terima kasih ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2