
"Tapi, Kak. Kenapa kamu melepaskannya dengan mudah?" tanya Belle yang sudah penasaran dari tadi. Karena dia tahu benar, orang seperti apa Daniel.
"Rahasia!" jawab Daniel sambil meletakkan telunjuk di bibir Belle dan mengedipkan sebelah matanya. "Aku ada rencana lain dibalik ini. Rencana yang sangat-sangat luar biasa untuk laki-laki itu, karena dia sudah berani mempunyai niat jahat padamu."
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Keesokan harinya, Belle pergi ke kampus seperti biasanya. Jika biasanya dia di kampus selalu bersama dengan Kevin, sekarang tidak lagi. Dia lebih suka bersama teman-teman wanitanya. Tentu mereka juga tidak tahu kalau dia adalah adik dari Bara Wirastama.
"Belle, kami perhatikan sekarang kamu tidak sering lagi bersama Kevin, kenapa?" tanya salah satu temannya.
"Apa kalian sedang bertengkar? Bertengkar dalam sebuah hubungan itu adalah hal yang wajar, Belle," imbuh temannya yang lain.
"Atau mungkin, kalian memang sudah putus?" tebak temannya yang lain, lalu mereka tertawa bersama-sama karena tidak satupun tebakan mereka diangguki atau disetujui oleh Belle.
"Semua yang kalian terka itu salah," sahut Belle setelah puas tertawa bersama mereka.
"Lalu, yang benar bagaimana? Cepat beritahu kami, agar kami tidak lagi salah menebak," ucap salah satu dengan memaksa dan diangguki oleh teman-temannya yang lain.
"Aku dan Kevin tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya berteman saja," tuturnya membuat teman-temannya terkejut dan saling pandang.
"Kamu sedang berbohong, Belle?" selidik temannya yang lain.
"Tidak sama sekali. Aku memang tidak pernah punya hubungan spesial apapun dengannya. Kami hanya sebatas teman, itu saja!" ucapnya lagi menjelaskan ketidakpercayaan teman-temannya padanya.
"Lalu, kenapa dalam beberapa bulan ini kamu sangat dekat dengannya? Seperti ... orang yang sudah resmi pacaran." Belle tidak merasa keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan teman-temannya. Karena sebenarnya, tebakan mereka memang benar adanya. Hanya saja dia menyangkal itu semua, karena menyangkal hubungan mereka juga salah satu bagian dalam rencana yang telah disusunnya.
"Itu karena saat itu mobilku rusak, masuk bengkel. Jadi, dia menawarkan untuk antar jemput. Ya, aku terima saja," jelasnya dengan wajah yang sangat meyakinkan. Kita perlu bertanya pada Belle, apakah dia pernah ikut kelas akting?
"Lalu, kenapa kalian terlihat sangat dekat, sering bermesraan dan sebagainya? Dan kemarin, ada yang mengatakan kalau kalian pacaran, kenapa kamu tidak membantahnya?" tanya mereka bertubi-tubi. Jika Belle tidak mempersiapkan segala jawaban yang mungkin akan ditanyakan oleh teman-temannya, dia pasti akan kelimpungan sekarang. Tapi, untung saja dia sudah mempersiapkan semuanya dengan serapi mungkin. Jadi, saat dia sudah beraksi, dia tak perlu gentar lagi karena semua persiapan telah rampung.
"Aku tidak akan bisa membantah. Mereka kan melihat kalau aku dan Kevin sangat dekat. Jadi, mereka pasti akan mengira kalau kami berpacaran. Dan aku tidak bisa mematahkan itu seorang diri, kedua tanganku tidak bisa menutup ratusan mulut mahasiswa di sini, kan?"
"Lagipula, kalian juga melihatnya. Kevin yang selalu menggenggam tanganku, dan menarikku ke manapun dia pergi, tidak memberikan kesempatan untukku bisa berkumpul lagi seperti ini bersama kalian," Belle memasang wajah sendu. Tapi hatinya berwajah lain, dia sangat bangga dengan dirinya sendiri sekarang, bisa membuat Kevin jatuh di depan teman-temannya.
__ADS_1
"Dan sekarang, aku belajar dari masalah Nita sebelumnya. Saat Nita ada masalah, dia malah meninggalkan Nita. Bukankah mereka berteman? Aku takut, dia akan melakukan hal yang sama padaku, jadi aku tidak mau lagi berdekatan dengannya," ucapnya lagi yang mulai memojokkan Kevin pada teman-temannya.
Teman-teman Belle kompak mengangguk semuanya. Mereka membenarkan semua yang diucapkan Belle. Ada yang langsung memeluknya, merasa kasihan. Seakan-akan dia adalah korban dari pencabulan.
Maaf, Kevin! Rasaku yang dulu, sudah berubah. Untung saja aku tidak terlalu mengumbar kemesraan saat di kampus. Jadi, teman-teman penggosipku ini bisa percaya dan bisa membantuku menjatuhkan martabat laki-laki gayung itu!
Mereka kembali berbincang, namun kali ini tak lagi membahas masalah laki-laki kadal itu. Mereka sudah merencanakan liburan saat hari libur mereka tiba.
"Bagaimana kalau kita ke Villa dekat pantai? Kita bisa menikmati hangatnya api unggun dan sejuknya angin pantai. Bagaimana?" usul salah satu dari mereka.
"Iya itu ide yang bagus. Bagaimana kalau kita bawa kekasih masing-masing? Ahh, aku ingin dihangatkan...."
"Boleh, aku setuju," jawab mereka kompak. Tapi, Belle hanya diam saja. Melihat Belle diam, mereka sama-sama beralih menatap Belle kasihan.
"Jangan bersedih, Belle. Nanti aku akan bilang pada pacarku agar membawa temannya untukmu. Kau bisa bersamanya," ujar teman Belle.
"Ha? Hahahaha, kalian bersenang-senanglah, jangan pikirkan aku," ucapnya sambil tertawa pias.
"Kamu tidak ikut? Sangat tidak menyenangkan. Ayolah, Belle. Kamu harus ikut," pinta mereka membujuk.
"Tentu boleh, itu pilihanmu," jawab mereka terlihat senang.
*Aku tidak akan melewatkan kesempatan bersenang-senang dengan teman-temanku. Tapi, jangan jodohkan aku dengan siapapun. Bisa-bisa, pria malang itu aja dihabisi oleh Kak Daniel. Oh kak Daniel, aku merindukanmu.
Kling*
Kling
Kling
Kling
Suara ponsel memenuhi telinga mereka. Semua ponsel di kampus ini berbunyi. Mereka melihat notifikasi ponsel mereka.
__ADS_1
"Lihat, ada notifikasi dari Ghossip kampus kita," ucap mereka yang mulai heboh.
"Aku penasaran, ada berita apa di Ghossip kali ini."
Ghossip adalah akun milik kampus di mana Belle kuliah. Akun itu dipegang oleh ketua perhimpunan mahasiswa. Seluruh mahasiswa adalah anggota di akun Ghossip itu.
Yang bisa masuk ke akun itu tentu saja berita-berita gosip yang menyangkut tentang mahasiswa di kampus itu. Jarang sekali akun Ghossip digunakan, hanya berita-berita panas yang bisa diterbitkan oleh akun resmi Ghossip.
"Ckck, Nita ini sangat ingin tenar, ya? Kemarin buat heboh di mading, aku kira sudah selesai. Sekarang, malah buat heboh di akun Ghossip," umpat mereka yang melihat Vidio panas milik Nita.
Vidio yang beredar sekarang, Vidio syur Nita dengan mantan manager Rex Club. Dan sialnya, Vidio itu tak di blur barang sedikitpun, dan tak di edit sedikitpun. Semuanya asli, dan terlihat sangat jelas. Bahkan, saat Nita mendesah pun, suaranya terdengar sangat jelas.
"Ckck, bagus juga kerja anak buah Kak Daniel. Aku ingin lihat, Nita akan meletakkan wajahnya di mana," ucap Belle lirih.
"Ya, kau benar. Kemarin di mading hanya foto-fotonya. Sekarang, kita bisa langsung menyaksikan vidionya. Hahahah." Mereka tertawa terbahak-bahak melihat Vidio menjijikan itu.
"Belle, kamu tidak mau melihatnya?" tanya temannya yang masih melihat Vidio tak senonoh itu.
"Tidak. Kasihan Nita," ucap Belle dengan wajah. sendu.
"Halah, Belle. Untuk apa kamu kasihan padanya? Dia sendiri yang berbuat sesuai kemauannya, bukan paksaan. Jadi, tidak ada unsur kasihan."
"Belle!" panggil seorang wanita dari kejauhan membuat semua mata beralih padanya.
"Ini dia pemeran utama kita!" ucap semua orang yang melihat kehadiran Nita.
"Nita?" Belle pura-pura terpekik kaget, padahal dia sudah melihat Nita dari kejauhan. "Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Belle dengan wajah sedih seolah mengkhawatirkan wanita itu.
"Ck, sudahlah! Tidak perlu berpura-pura lagi. Jujur kamu kamu kan yang menyebarkan Vidio itu?" tuding Nita pada Belle.
Melihat tingkah Nita seperti itu, teman-teman Belle langsung berdiri dan menghardik Nita.
"He, Nita! Belle mengkhawatirkan kamu, kamu kenapa kasar padanya?" ketus mereka.
__ADS_1
"Dasar perempuan murahan tidak tahu diri. Kamu mau mempermalukan Belle? Meminta orang untuk memperk*sa Belle, dan membayar dengan tubuhmu? Cih, dasar jal*Ng," caci mereka.