Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
JALAN-JALAN


__ADS_3

"Kak Daniel, lain kali, izinkan orang untuk menjelaskannya terlebih dahulu," bisiknya di telinga Daniel, membuat bulu pria itu meremang. "Maksudku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Kemarin aku hanya tidak berpikir panjang. Sekarang, maafkan aku!" imbuhnya.


"Dan untuk balas dendam, aku pasti akan melakukannya. Dan, aku juga ingin pinjam tanganmu, untuk membantuku," lanjutnya lagi sambil membelai tangan Daniel.


"Belle, sejak kapan kau menjadi nakal seperti ini?" Daniel menimpa tangan Belle dengan tangannya. Mengunci pergerakan Belle, membuat wanita itu menyesali perbuatannya barusan.


"Kak Daniel, apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku!" pekik Belle yang berusaha melepaskan tangannya.


"Bukankah kamu sedang menggodaku tadi? Sekarang, aku sudah tergoda." ucap Daniel sambil tersenyum smirk.


"Kak Daniel, ayo kita pergi sekarang. Jangan buang-buang waktu." jujur saja, Belle sudah mulai takut sekarang.


"Hahaha. Aku hanya mengerjaimu saja." Daniel melepaskan tangan Belle. "Aku tidak akan mengambil yang bukan hakku." imbuhnya.


"Tapi malam itu?" Belle ingat sekali, saat Daniel seperti mau memperkos*nya.


"Itu hanya untuk menakutimu saja. Dan menghapus jejak anak ingusan itu. Tidak ku sangka, kau malah benar-benar ketakutan dan melarikan diri. Ckck," Daniel berdecak ketika mengingat kebodohannya.


"Aku pikir...." Belle tidak meneruskan kalimatnya.


"Kau pikir apa? Kau kecewa aku menghentikannya?" sindir Daniel, membuat wajah Belle merona.


"Dasar pria penggoda. Ayo pergi sekarang! Kakak sudah menghabiskan banyak waktu kita," rengeknya.


Mereka pergi menggunakan mobil Daniel yang disediakan oleh pihak hotel. Awalnya, supir mengajukan diri untuk mengantar mereka, takut kalau Tuannya belum mengenal daerah sini, jadi takut mereka tersesat.


Tapi, Daniel dan Belle kompak menolak. Mereka sengaja menggunakan waktu itu untuk mengevaluasi diri. Mungkin saja, dengan cara mereka sering berdua, rasa cinta si hati Belle akan tumbuh kembali.


"Jadi, benar tidak mau saya antar, Tuan?" tanya sang supir, memastikan sekali lagi.


"Ya. Kamu kembali bekerja saja," jawab Daniel mantap.


"Kalau begitu, saya permisi, Tuan. Semoga perjalanan anda menyenangkan," ucap sang supir hormat kemudian kembali bekerja.


Daniel melajukan mobilnya membelah jalan, mengantar wanitanya untuk berkeliling dan menghibur diri. Sejenak, melepaskan sakit hati yang masih tertanam.


"Jadi, ke mana tujuan pertama kita?" tanya Daniel sambil melihat wajah Belle yang terlihat sangat bahagia sekali.


"Konya!" seru Belle bersemangat.


Daniel tersenyum melihat wajah Belle yang sangat antusias. Dia langsung melaju ke Konya, tempat yang ingin dikunjungi Belle.


Mereka sudah sampai di Konya.


"Lihatlah, Kak. Tarian ala sufi mereka begitu indah," tutur Belle sambil menikmati pemandangan di depannya.


"Sebenarnya, tarian ini bukan tarian biasa. Melainkan, zikir yang dipanjatkan dengan cara berbeda," sahut Daniel sambil menatap wajah Belle yang penuh dengan binar-binar kebahagiaan. Dia sangat suka menatap wajah penuh senyum Belle. Ada rasa kebahagiaan tersendiri untuknya.


Apalagi, jika Belle tersenyum bahagia karena dirinya, sungguh kebanggan yang luar biasa untuk Daniel.

__ADS_1


"Oh ya?"


"Hum!" jawab Daniel "Di sini juga terdapat makam seorang penyair, loh!" ucap Daniel yang sekarang telah melihat ke arah tarian.


"Penyair?" tanya Belle dengan kening berkerut.


"Penyair yang melahirkan tarian khas Turki yang terkenal di seluruh dunia," jawab Daniel.


"Makam penyair yang dikenal Jalaluddin Rumi ini terletak di sebuah area Melvana Museum," tambahnya.


"Kak, ayo kita pergi ke destinasi lain. Aku ingin mengunjungi banyak tempat bersamamu," ajak Belle.


Daniel mengangguk. Mereka meninggalkan tempat itu dan menuju tempat selanjutnya. Tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi sudah disusun oleh Belle.


"Selanjutnya, ke mana?" tanya Daniel lagi.


"Melihat bunga Tulip, di Emirgan Tulip Garden," jawab Belle.


"Bunga tulip?" Daniel mengulangi.


"Ya. Setiap musim semi tiba, tepatnya pada bulan April, Emirgan Park akan mengadakan Festival Tulip Istanbul. Pengunjung yang datang, akan dimanjakan dengan hamparan warna-warni bunga Tulip, yang sangaaat cantik. Di taman seluas seratus hektar," jelas Belle. Dia menjabarkan sambil membayangkan bunga-bunga tulip yang sangat indah.


"Hanya berkeliling untuk melihat bunga Tulip saja? Nanti kelelahan, lebih baik kita ganti spot," jawaban Daniel terdengar keberatan. Membuat Belle mengerucutkan bibirnya kesal.


"Kita bukan hanya menikmati pemandangan bunga Tulip saja, Kak. Pengunjung juga bisa menikmati fasilitas lainnya, seperti taman bermain, trek joging, paviliun dan danau hias." "Tapi kan, Kakak sudah berjanji, mau menemaniku ke mana pun," ucapnya menagih janji.


"Iya, iya. Jangan lagi mengerucutkan bibir lagi. Membuatku ingin langsung ********** saja," bujuk Daniel mengelus rambut panjang Belle.


Sampai di Emirgan Park, walaupun setengah hati, dia tetap menemani Belle. Takut kalau ada Kevin yang lain, yang akan merebut hati princessnya.


Belle begitu terkesima dengan pemandangan yang memanjakan matanya. Pemandangan yang menyuguhkan keindahan alam, membuatnya terlena untuk mengambil banyak sekali foto-foto manis dirinya sendirian. Daniel berdiri di sampingnya, namun seperti dianggap makhluk tak kasat mata oleh Belle.


"Sudah, aku sudah puas mengambil foto. Sekarang, ayo kita pergi ke tempat lain, Kak," ajaknya sambil melihat hasil jepretannya sendiri.


"Sekarang ke Istiklal street. Aku mau jalan-jalan sekalian membelikan oleh-oleh untuk kak Bara, Kak Embun, Rena, Kak Rey, Hansel dan Hilsa."


"Begitu banyak nama yang iya sebutkan, tapi tak satupun ada namaku dalamnya," gerutu Daniel. Tapi lagi-lagi, dia hanya pasrah karena tidak mau merusak momen kebahagiaan Belle.


Istiklal street adalah salah satu jalan yang paling populer di Istanbul. Selain bisa melihat eksotisnya bangunan era Utsmaniyah, kamu juga bisa belanja aneka barang di sini.


Jalur pejalan kaki sepanjang 1,4 km di spot destinasi wisata Istanbul ini tak pernah sepi dan di penuhi berbagai toko. Ada toko musik, butik, toko buku, galeri seni, bioskop, kafe hingga Club malam.


Belle mulai memilih-milih buah tangan yang akan dia hadiahkan untuk orang-orang terdekatnya.


"Sudah selesai?"


"Sudah, Kak," jawab Belle.


"Sekarang, ayo kita pergi ke tempat yang aku rencanakan," ajak Daniel. Tapi, Belle tak bergeming.

__ADS_1


"Ke mana? Bukan tempat yang aneh, kan?" tanya Belle gusar.


"Sudah, ikut saja," Daniel tak berniat menjawab kekhawatiran Belle sama sekali.


"Kak, ke mana? Kenapa main rahasia-rahasia sih? Katakan dulu, baru aku mau ikut denganmu," Belle berdecak karena Daniels tak kunjung memberitahunya.


"Kamu tidak percaya padaku?" tanya Daniel menatap lekat manik hitam cokelat Belle.


"Kakak sudah pintar merajuk?" kelakar Belle.


"Ya. Kamu yang mengajariku," sahutnya asal sambil terus menarik tangan Belle agar ikut dengannya. Namun kali ini, Belle tak sebawel tadi. Dia hanya diam mengekori.


Sepanjang jalan, Belle terus menatap wajah Daniel yang terlihat serius.


"Kenapa? Aku tampan?" Daniel tentu saja tahu kalau Belle sedari tadi terus menatapnya tanpa jeda.


Belle tak merasa gentar karena sudah ketahuan oleh Daniel. Dia malah terus menatap wajah Daniel.


"Aku hanya melihat, apakah orang yang sekarang mengemudi di sampingku adalah Kak Daniel yang sama, dengan orang yang aku suka saat itu?" ucap Belle.


"Kenapa kamu berkata demikian?"


"Karena sekarang, kamu berbeda." Belle menjeda kalimatnya, kemudian melanjutkan, "Sekarang, kamu lebih banyak bicara. Lebih membuatku tenang, nyaman. Tapi, menyebalkannya masih sama." lanjutnya sambil melihat ke depan.


"Wah, jembatan gantung nya sangat panjang dan indah." Belle merasa takjub.


"Ya, ini jembatan Bosphorus Bridge."


"Panjang sekali, Kak."


"Jembatan gantung sepanjang 1,510. m ini merentang di atas selat Bosporus dan menghubungkan antara Turki di Benua Eropa dan Asia."


"Ayo kita ke sana, kita bisa menikmati pemandangan selat Bosporus dari Camlica Hills," ajak Daniel.


Camlica Hills adalah tempat wisata si Turki yang terkenal Istanbul. Spot ini sangat populer sebagai tempat melihat keindahan Selat Bosporus dari atas bukit.


"Wah, indah sekali, Kak," seru Belle sambil merentangkan tangannya, merasakan keindahan yang sangat memanjakan matanya. Yang selama ini, hanya disuguhkan keindahan palsu.


Tiba-tiba Daniel memeluk Belle dari belakang, dia berbisik di telinga yang sudah merona itu.


"Kamu senang?" tanyanya.


"Iya, Kak,"


"Belle, maukah kamu menikah denganku?"


Hello, guys....!


Dukung karya ini dengan like, komentar, gift dan vote. jangan lupa tinggalkan 👣👣 ya...

__ADS_1


Dukung juga karya baru author, yang tentunya berbeda.


Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2