Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
PERMINTAAN AUDREY


__ADS_3

"Audrey meminta Kak Bara untuk memberhentikan penyelidikan penyebab kecelakaan orang tua kami. Dengan alasan, takut Kak Bara kembali teringat dan akan menjadi sedih. Bahkan, dia meminta kak Bara untuk mengirimkan aku dan Brandon keluar negeri." ucap Belle.


"Kenapa seperti ada yang aneh, ya?" cetus Embun.


"Ya, aku juga berpikir seperti itu. Dan selama di sana, aku meminta kak Daniel untuk selalu mengawasi Kak Bara, karena aku takut kalau Kak Bara akan terjerumus ke hal-hal yang tidak baik. Tapi, untung saja kak Bara bisa menjaga dirinya."


Embun hanya diam dan sesekali mengangguk. Belle memegang tangan Embun.


"Kak, aku menceritakan ini semua tidak ada maksud lain. Aku hanya mau kamu tahu. Dan menurutku, mungkin kak Bara bersikap seperti ini karena dia hanya takut kehilangan orang yang pernah dekat dan menyemangatinya saat dia pernah terjatuh. Dan, sulit untuka menerima orang baru, seperti Audrey dulu." jelas Belle mencoba memberi pengertian untuk Embun.


Karena jujur saja, meskipun dia mengatakan akan mendukung semua keputusan Embun ke depannya, tapi dia sungguh tidak rela kalau kehilangan sosok Kakak ipar sebaik Embun yang bisa membuatnya merasa kembali hangatnya sosok seorang ibu


"Dan aku juga akan berusaha meluluhkan hati Bara seperti Audrey dulu. Yang tidak akan menyerah." jawab Embun yang membuat Belle terlihat lebih lega.


"Terima kasih, Kak. Karena, sudah mau tetap memilih bertahan untuk Kak Bara, aku dan Brandon." Belle langsung memeluk Kakak iparnya itu erat-erat.


"Tapi, Belle. Setiap orang mempunyai batasnya sendiri. Aku akan mencoba sebisaku untuk tetap memperjuangkan pernikahan kami, tapi kalau Kakakmu sendiri yang tidak pernah menoleh untuk melihat perjuanganku. Aku hanya bisa mengubur semua perasaanku ini." ucap Embun yang tidak ingin memberikan harapan lebih pada Belle. Sebenarnya, dia sudah cukup lelah dengan yang sedang ia jalani sekarang. Tapi, karena mengingat kebaikan Belle, dia harus kembali menjadi kuat.


"Tidak apa-apa, Kak. Aku hanya bisa banyak-banyak berdo'a saja, agar kak Bara mau menoleh untuk melihatmu dan bisa mencintaimu dan juga calon keponakanku ini." jawab Belle tertawa sambil mengelus perut Embun.


Embun jadi ikut tertawa. Setelah agak siang, barulah mereka akhirnya pergi ke toko karena merasa kasihan dengan Rena. Walaupun sudah ada beberapa orang pegawai baru yang ikut membantu, karena takut Embun kelelahan, tapi tetap saja Embun akan mengawasinya sendiri.


Bara sudah sampai di apartemen milik Audrey. Dia membunyikan bel berkali-kali, setelah yang kesekian kalinya, barulah Audrey membukakan pintunya dengan wajah yang ditekuk.


Bara langsung menyelonong masuk sebelum di persilahkan oleh Audrey. Melihat Bara yang sudah masuk, dia pun juga ikut masuk tanpa berkata apa pun.


"Kenapa kamu datang ke sini?" tanya Audrey ketus.


"Aku ingin melihatmu, Audrey." jawab Bara yang duduk di depan Audrey sambil membuka kotak P3K milik Audrey.


"Untuk apa melihatku, lebih baik kamu pulang dan urusi saja istrimu yang sedang hamil itu. Tidak perlu datang menemuiku lagi." pungkasnya.


"Maaf karena aku tadi tidak mengatakan apa pun. Aku hanya..."


"Hanya apa? Hanya tidak ingin menyakiti perasaan istrimu?" potong Audrey.


Memang tadi, ada rasa bersalah di hatiku karena melihatnya menangis. Tapi, lagi-lagi ajal sehatku yang menepis pemikiran itu, batin Bara.


"Sudah, jangan bahas itu lagi. Kemarilah, aku akan mengobatimu." ucap Bara yang sudah memegang kapas.


Audrey hanya diam di tempat, tidak duduk mendekat seperti yang diperintahkan Bara. Tapi, Bara hanya tersenyum dan dialah yang duduk mendekat pada Audrey.


"Apakah kamu juga akan melakukan hal yang sama seperti ini saat istrimu terluka?" tanya Audrey ketus.

__ADS_1


"Tidak pernah, dia akan mengobati sendiri lukanya." jawab Bara sambil mengompres luka di wajah Audrey.


Mendengar jawaban Bara, Audrey merasa semakin besar kepala. Dia tersenyum menyeringai dan tiba-tiba saja sebuah ide jahat meluncur bebas begitu saja di kepalanya.


"Bara, apakah kamu akan merayakan ulang tahunmu nanti?"


"Aku rasa tidak. Kenapa kamu menanyakan ini?" Bara sempat berhenti sebentar dari aktivitas yang dilakukan dan melihat ke arah Audrey menunggu jawaban.


"Tapi aku ingin kamu mengadakan acara ulang tahunmu, yang meriah dan di adakan di rumahmu." usul Audrey.


"Apa?" Bara terkejut dengan permintaan itu.


"Kenapa? Kamu tidak mau menuruti keinginanku? Aku hanya ingin itu, juga tidak boleh?" Audrey kembali memasang wajah sendunya.


Tanpa pikir panjang, Bara langsung mengangguk setuju permintaan Audrey begitu saja. Membuat wanita itu tersenyum kegirangan bukan kepalang, dan bertambah besar kepala.


"Benarkah? Kamu setuju?" tanya Audrey sekali lagi memastikan.


Bara kembali menganggukkan kepalanya. Audrey memeluk Bara. Dalam pelukannya, dia tersenyum menyeringai.


"Tapi, aku ingin kamu mengundang para kolega bisnismu, mengundang banyak wartawan, teman-temanku dan juga teman-temanmu. Apakah boleh?" pinta Audrey dengan penuh harap.


"Wartawan juga harus kita undang?" tanya Bara yang tidak mengerti kemauan Audrey.


"Ya. Aku ingin, kamu mengumumkan pada dunia, kalau Bara Wirastama adalah milik Audrey. Aku hanya ingin itu saja." Audrey kembali memasang wajah sendunya agar Bara mau menuruti keinginannya.


"Biarkan aku saja yang membuat decorasi untuk pesta ulang tahunmu nanti. Aku bukan ingin melangkahi istrimu, hanya saja dia kan sedang hamil, jadi kasihan kalau sampai kelelahan." bujuk Audrey.


"Kamu sangat baik." Bara benar-benar sudah tertipu.


Namun, setiap dia menyetujui semua permintaan Audrey, hatinya seperti merasa tidak nyaman. Seperti ada sesuatu kesalahan besar yang telah ia lakukan. Tapi, dia tidak tahu mengapa bisa menjadi seperti itu.


"Ya sudah, kamu pulanglah. Aku ingin istirahat." ucap Audrey yang sebenernya mengusir Bara.


"Baiklah, istirahatlah yang tenang." Bara mengelus pucuk kepala Audrey dan pulang.


Setelah kepulangan Bara, Audrey menelepon seseorang dengan wajah yang sedari tadi tidak henti-hentinya tersenyum senang.


"Tuan Harvey, jadikan Anda menemaniku malam ini?" ucapnya dengan suara manja.


"Tentu saja, Sayang. Aku menunggumu di hotel tempat biasa, ya. Jangan lupa berdandan yang cantik." ucap seorang pria di balik telepon. Pria itu tentunya sudah tua, perut buncit dan kepala plontos. Dan jangan lupa, sudah beristri dan punya banyak anak cucu. Sangat menjijikkan!


"Baiklah, Om. Jangan lupa transferannya, aku menunggu, lho!" ucap Audrey,

__ADS_1


Setelah Om tua yang bernama Harvey itu memutuskan sambungan telepon mereka. Audrey mulai bersiap-siap agar tubuhnya siap, dan dia juga harus memakai riasan yang cukup tebal untuk menutupi lebam bekas tamparan Embun itu.


"Sial! Aku harus memakai riasan tebal. Gara-gara wanita itu, tunggu saja nanti!" umpatnya kesal sambil memoles lipstiknya.


Setelah dikira cukup, Audrey langsung datang ke hotel yang sudah mereka janjikan, tempat itu memang dijadikan tempat favorit mereka setiap mereka akan chek-in.


"Jangan salahkan aku, Bara. Karena kau saja sudah menyentuh wanita miskin itu, tapi tidak mau menyentuhku. Aku juga butuh sentuhan dan uang." ucapnya yang seakan menyalahkan Bara. Padahal, dia sudah melakukan hal-hal menjijikan itu sedari dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.


Audrey langsung masuk ke dalam kamar yang sudah mereka pesan. Dengan pakaian mini dan riasan tebalnya. Dia hanya tidak tahu, kalau di belakangnya, sedang ada seseorang yang mengintai dari kejauhan.


Bara pulang ke rumah dan tidak mendapati siapa pun. Setelah tidak lama dia pulang, datang lah beberapa orang petugas decorasi yang diutus oleh Audrey.


Mereka mulai mengerjakan pekerjaan mereka. Dekorasi yang di pesan Audrey terbilang mewah, tapi tetap saja dibayar dengan uang milik Bara. Dekorasinya lebih bagus jika dibandingkan dengan saat Embun menikah.


Tidak membutuhkan waktu lama, dekorasi itu akhirnya selesai. Setelah beberapa orang tukang itu pulang, Embun dan Belle juga pulang. Mobil milik Belle dan mobil tukang dekorasi juga sempat berselisih di pintu gerbang saat Belle hendak masuk ke halaman rumahnya.


Tapi Belle dan Embun tidak terlalu memperdulikan hal itu. Dan betapa terkejutnya mereka saat masuk ke dalam rumah, melihat dekorasi yang sudah terpasang rapi.


"Ada acara apa ini, Kak?" tanya Brandon yang juga baru masuk.


"Tidak tahu." jawab Belle menaikkan bahunya.


"Bi, kenapa rumah kita dipasang dekorasi?" Embun bertanya pada salah satu pembantu yang kebetulan lewat.


"Oh, ini dekorasi yang dipesan oleh Nona Audrey untuk acara ulang tahun Tuan Bara besok malam, Nona." jelasnya. Embun hanya mengangguk.


"Acara ulang tahun? Kak Bara tidak mengatakan apa-apa padaku, Kak." ucap Belle kebingungan.


"Sama. Tapi, tidak mungkin kalau Bi Mina berbohong." jawab Embun yang membenarkan ucapan Belle.


"Lebih baik, besok kita tanyakan saja langsung pada Kak Bara." usul Belle.


Setelah masuk ke kamarnya, Embun mendapati Bara yang sedang bekerja di depan laptopnya.


"Tuan, apa benar, Anda besok akan mengadakan acara ulang tahun?" tanya Embun perlahan.


"Ya. Audrey yang memintanya, jadi aku menurutinya saja." jawab Bara yang sama sekali tidak melihat ke arah Embun.


Embun hanya diam saja, dia tidak ingin memancing keributan dengan suaminya itu. Hanya pesta ulang tahun saja, pikirnya. Lagi pula, pesta ini di adakan juga untuk Bara, tuan rumah di sini, untuk apa dia marah.


Meskipun ada rasa tidak nyaman dalam hatinya. Karena pesat untuk suaminya, malah di urusi oleh wanita lain. Tapi dia meredam semuanya karena tubuhnya juga merasa sangat kelelahan. Dia mandi, mengambil makanan untuk di makannya sendiri dan langsung tidur.


Embun hanya tidak tahu saja, sebesar dan semeriah apa pesta itu dibuat. Mesipun dibalut dalam tema ulang tahun untuk Bara. Tapi, pesta itu di adakan oleh Audrey karena mempunyai maksud tersendiri.

__ADS_1


Dia hanya belum tahu, maksud Audrey mengadakan pesta ulang tahun itu adalah untuk mengumumkan pada dunia, dan mendeklarasikan kalau seorang Bara Wirastama adalah miliknya seorang.


Jangan lupa untuk tinggalkan like, komentar, gift, dan vote. Kalau sempat, follow juga akun author ya. Masukkan ke daftar favorit kamu dan berikan rate 5 juga ya ❤️❤️❤️


__ADS_2