Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
Sakit Hati


__ADS_3

Belle melihat raut wajah Embun yang tidak biasa. Dia menangkap salah satu yang tidak biasa dari wajahnya


Sepertinya, ada sesuatu yang disembunyikan. Aku harus segera mencari tahu semuanya dan harus mengetahui semuanya dengan jelas, batin Belle


"Kalau begitu, aku masuk ke kamar dulu ya, Kak." ucap Belle


"Ya. Terima kasih untuk belanjaan hari ini. Aku tadi belum sempat berterima kasih padamu." ujar Embun


Belle hanya tersenyum kemudian berlalu pergi. Embun terduduk di ranjang dan pikirannya seakan mengulang kejadian tadi yang begitu menyakitkan untuknya. Air matanya lolos tanpa seizinnya


"Kenapa aku harus mendapatkan tuduhan yang menyakitkan seperti ini. Dia juga tidak mau mendengar penjelasanku sama sekali." gumamnya


Embun menarik nafas dalam-dalam. Kemudian dia menuju ke arah tumpukan paper bag yang berserakan di lantai. Dia mulai membuka salah satu paper bag yang berisikan sebuah ponsel berwarna hitam keluaran terbaru


"Bagaimana cara menggunakannya ini?" Embun membolak-balikkan ponsel itu karena dia bingung dengan cara menggunakannya


Dia menekan-nekan berbagai sisi ponsel itu. Kemudian tidak sengaja menekan tombol on/off. Dia tersenyum puas atas hasil kotak-katik ponsel barunya itu


Dia mengotak-atik ponsel barunya itu. Dia mulai. membuka internet untuk kembali melihat-lihat


Karena, dia memang tidak pernah memegang ponsel yang menurutnya begitu canggih. Sedari kecil dia sudah bekerja sendiri namun uangnya selalu akan diambil oleh orang tuanya


"Pantas saja orang akan lupa segalanya saat sudah memegang benda pipih ini. Ternyata memang begitu membuat candu." gumamnya


Saat dia masih melihat-lihat sambil belajar ponselnya. Tiba-tiba masuk sebuah notifikasi, yang dari judulnya saja sudah membuat rasa ingin tahunya menggebu-gebu


'Kepulangan artis besar Audrey Valencia yang langsung dijemput oleh kekasihnya Bara Wiraswasta'


Begitulah judul yang muncul di notifikasi ponselnya. Saat menunggu loading nya berita itu, jantung Embun berdetak jedag-jedug berirama


Setelah embun mengeklik tautannya. Langung muncul live yang ditayangkan saat mereka berada di bandara. Terlihat Bara yang mengandeng tangan Audrey sambil tersenyum manis kepada para wartawan. Beda sekali saat bertemu dengannya


Embun memegangi dadanya. Entah kenapa dadanya merasa sesak melihat itu. Tapi kenapa, bukankah dia tidak mencintai laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya itu


"Kenapa rasanya sakit seperti ini. Apa yang salah denganku." gumamnya, air matanya kembali menetes dengan sendirinya

__ADS_1


Walaupun sakit, tetapi dia tetap menonton live itu hingga habis. Sepanjang menonton live yang menyakitkan itu, air matanya mengalir dengan deras. Dia memukul dadanya sesekali agar tak terasa terlalu sesak


"Tuan Bara, kapan kalian menikah?" tanya salah satu wartawan


"Kalau aku ingin dalam waktu dekat ini. Tapi, entah bagaimana dengan, Audrey." jawab Bara sambil sesekali menatap ke wanita di sampingnya dengan penuh cinta


Mendengar itu Embun kembali merasakan sesak di dadanya. Di mata Embun, Bara mengatakan itu dengan tulus dan tidak memikirkannya sedikitpun


Di kamar yang lain, Belle juga menonton live itu. Dia mendapatkan kabar kalau Audrey akan pulang hari ini, jadi dia sudah menebak kalau perginya Bara dengan buru-buru pasti untuk menjemput kepulangan wanita materialistis itu


"Kak Bara, kenapa kau malah berbalik dan kembali membuka hatimu untuk wanita seperti dia. Kau tidak sadar, bahwa di samping mu sekarang sudah ada berlian yang langka!" gumamnya


Belle sebenarnya cukup geram dengan yang dia lihat, apalagi saat Bara mengucapkan tentang pernikahannya. Rasanya, dia ingin sekali mengumumkan pada media kalau sebenarnya seorang Bara Wirastama sudah menikah


"Aku ingat, sepertinya kak Embun pernah mengatakan kalau mereka pernah melakukan hubungan se* di Rex Club. Dan, sampai sekarang kak Bara masih mengatai dirinya adalah wanita malam. Aku harus menyelidiki apakah benar tuduhan Bara saat itu."


Belle tahu Rex Club itu milik siapa, jadi dia memutuskan untuk menghubungi pemilik dari Rex Club itu langsung untuk menanyakan sesuatu yang mengganjal di hatinya


Belle mempunyai nomor ponsel Daniel karena selama ini mereka berhubungan, selama dia dan Brandon di luar negeri dia selalu menanyakan kabar dari kakaknya, Bara. Dia lebih mempercayai Daniel daripada Rey, yang menurut Belle mulutnya terlalu ember dan remnya selalu blong


"Belle, ada apa?"


"Kak, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?"


"Tentu saja. Langsung tanya saja." ujar Daniel


"Kak, apakah di tempat mu ada menyediakan wanita malam?" tanya Belle yang langsung pada intinya


"Wanita malam? Ada! Memang kenapa? Kau ingin mendaftar juga menjadi salah satu wanita malam di tempat ku?" goda Daniel


"Tidak! Apakah kamu tahu, ada yang namanya Embun?" tanya Belle lagi


"Mana aku tahu! Manager disini yang tahu hal begituan." jawab Daniel


"Bisakah kamu memeriksanya untukku?" pintanya

__ADS_1


"Tunggu-tunggu, memangnya kenapa? Apakah ada yang salah?" tanya Daniel sedikit penasaran


Sepertinya aku harus mengatakan semuanya padanya. Kalau tidak, jangan berharap bisa mendapatkan informasi apapun. Tidak apa-apa lah, dia juga bisa dipercaya


Belle berpikir sejenak, dan dia memutuskan untuk menceritakan apa yang dia tahu saat ini pada Daniel. Dia yakin, hanya Rey yang mengetahui tentang ini, sedangkan Daniel tidak tahu apapun


"Sebenarnya, ini ada sangkutannya dengan, kak Bara."


"Ada apa dengannya? Aku lihat hari ini dia bahagia karena kekasihnya sudah pulang. Entah bagaimana dengan istrinya. Aku heran, sebenarnya bagaimana hubungannya antara dia dan istrinya itu." ujar Daniel jujur


"Makanya kak, sebenarnya...." Belle mulai menceritakan semuanya seperti yang disampaikan oleh Embun tempo hari padanya


Daniel terkejut bukan main mendengar itu semua. Dia juga yakin kalau Rey mengetahui tentang ini. Tapi, atas instruksi Bara, Rey terpaksa harus bungkam


"Kejam sekali Bara iblis ini. Sebentar, aku akan mengecek data karyawannya. Nanti, aku akan menghubungimu lagi."


Belle setuju dengan itu. Dia pun memutuskan sambungan telepon itu dan menunggu. Di ruangannya, Daniel sudah frustasi dengan apa yang baru saja ia ketahui


"Bara, apa yang sedang kau coba mainkan. Kenapa kau semakin hancur begini." ucapnya frustasi


Daniel memanggil managernya. Dia mulai meminta dicarikan data karyawan yang bekerja ditempatnya atas nama Embun. Di bidang apapun harus segera memberitahukan kepadanya segera


"Maaf pak. Tetapi, memang tidak ada yang namanya Embun disini." ucap manager itu yang juga tertular frustasi bosnya


"Kalau begitu, periksakan cctv semua ruangan pada tanggal xxxz. Jika kau menemukan wanita ini. Laporkan padaku sampai saat dia keluar dari kamar VVIP milik Bara." ucap Daniel sambil menunjuk foto yang terdapat di ponselnya. Untung saja dia punya foto pernikahan Bara, jadi semua menjadi lebih mudah


Manager itu pergi ke ruangan pengawas cctv saat itu juga. Karena Daniel ingin mendapatkan jawabannya hari ini juga


Setelah mendapatkan rekaman cctv yang diinginkan oleh Daniel, manager itu kembali ke ruangan Daniel dan menyerahkan pada Daniel sesegera mungkin. Daniel langsung memutarnya pada komputernya karena dia juga ikut penasaran apa yang sebenarnya sudah terjadi


Terlihatlah Embun yang tidak dibiarkan masuk oleh para penjaga pintu masuk. Kemudian dia memanjat ke jendela dan membuka satu persatu kamar yang berada disana sambil memanggil nama Rena


Kemudian, saat sampai di depan kamar Bara. Terlihat dia berdiri sejenak. saat dia akan pergi, ada orang yang menarik dari dalam dan setelah itu dia tidak keluar lagi


"Setelah itu, nona itu sudah tidak keluar lagi, pak." ucap mamagernya

__ADS_1


"Mana lanjutannya?" pinta Bara yang menengadahkan tangannya


__ADS_2