
Dia hanya belum tahu, maksud Audrey mengadakan pesta ulang tahun itu adalah untuk mengumumkan pada dunia, dan mendeklarasikan kalau seorang Bara Wirastama adalah miliknya seorang.
Tibalah malam di mana pesta ulang tahun Bara dilangsungkan. Belle dan Embun tidak menyangka kalau pestanya akan semeriah ini.
Banyak kolega dan teman-teman Bara yang hadir. Ada banyak sekali wartawan yang hadir. Bahkan, ada beberapa orang wartawan yang biasanya khusus meliput untuk disiarkan ke seluruh negeri juga turut hadir.
"Belle, apakah biasanya Bara juga mengadakan pesta ulang tahunnya semeriah ini?" tanya Embun pada Belle.
"Tidak, Kak. Setahuku, baru ini lah yang paling meriah, Kak. Bahkan dia juga mengundang wartawan tingkat internasional." sahut Belle.
"Tapi, di mana Bara? Aku tidak melihatnya sedari tadi." seru Embun di tengah keramaian pesta itu, dan para tamu juga berangsur-angsur datang.
Tidak lama, datang lah Daniel bersama dengan Rey. Mereka menggunakan jas dan tuxedo yang senada. Daniel langsung memilih berdiri di samping Belle, dan Rey di samping Embun.
"Kak, kenapa kamu tiba-tiba mengirimkan gaun yang mewah untuk kami berdua?" tanya Belle pada Daniel dengan bisik-bisik.
"Nanti kamu juga akak tahu." jawab Daniel.
Mereka sedari tadi berbincang-bincang. Tapi Embun tidak fokus dengan percakapannya dengan mereka. Dia terus saja celingak-celinguk melihat Bara, tapi tidak menemukannya di mana pun.
Kasihan sekali dia, sedari tadi berusaha mencari suaminya. Tapi pemandangan yang dilihatnya nanti malah akan membuatnya kecewa, batin Daniel
Tiba-tiba semua orang berkumpul di depan karpet merah yang sudah di gelar. Semua terlihat antusias, katanya pasangan yang akan hadir ini sangat-sangatlah serasi. Tapi Embun tampak tak memperdulikan kehadiran pasangan yang sedang turun dari mobil itu, karena dia sibuk mencari Bara.
"Kak?!" Belle menyenggol Embun menggunakan sikunya.
"Ada apa, Belle?" Embun melihat wajah Belle yang tampak terkejut.
"Lihat itu, ke sana!" ucap Belle sambil menunjuk ke depan.
Embun langsung mengalihkan perhatiannya ke arah yang ditunjuk Belle. Seketika dia juga tercengang sekaligus merasa kecewa. Terlihat Bara yang baru turun dari sebuah mobil mewah bersama dengan Audrey yang menggandeng lengannya.
Mereka tampak serasi dengan gaun dan jas semi formal yang warnanya senada yang mereka gunakan. Audrey tersenyum sangat elegan sambil terus memeluk Bara. Bahkan, saat berjalan di depan Embun, dia berhenti sebentar dan memicingkan matanya pada Embun.
"Kau kalah, Embun!" bisiknya pada Embun.
Hal itu tentu membuat Embun sakit hati, dia terus saja meremas tangannya yang sedari tadi sudah berkeringat dingin. Belle menyenggol lengan Embun lagi.
"Kak, hampiri mereka. Tarik rambut wanita itu, teriakkan kalau kamu adalah Istri sah, Kak Bara." ucap Belle yang juga sudah merasa geram dan menggebu-gebu.
"Tidak. Hal itu akan membuat pesta ulang tahunnya menjadi berantakan, Belle. Kasihan Bara akan merasa dipermalukan nanti." sahut Embun sambil menggeleng dan tersenyum.
"Belle, aku ke sana sebentar, ya. Aku akan menyapa Bara." ucap Daniel. Setelah mendapat persetujuan dari Belle, dia langsung mengajak Rey untuk pergi bersamanya.
"Selamat ulang tahun, Bara." ucap Daniel.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun, Barbara." ucap Rey. Sambil memeluk Bara.
"Terima kasih!" ucap Bara sambil melihat kedua temannya.
"Maaf, hanya kado kecil ini yang bisa aku bawa. Kamu mengabariku terlalu terlambat." ucap Daniel.
"Tidak masalah. Aku hanya perlu kehadiran kalian saja. Tidak perlu bawa apapun." ucap Bara
Aku hanya membawa kado kecil ini, karena kado besar untukmu dan wanita di sampingmu itu, akan segera menyusul juga.
Setelah itu wartawan langsung menyerbu, Bara dan Audrey. Mereka banyak menanyakan beberapa hal-hal yang sepertinya ditunggu-tunggu oleh banyak orang.
"Kalian serasi sekali." ucap salah seorang wartawan.
"Tentu saja. Kami memang sepasang kekasih yang sudah ditakdirkan." ucap Audrey sambil tersenyum.
"Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya wartawan lagi.
"Secepatnya, karena aku akan mulai shuting film, jadi kami belum bisa melangsungkan pernikahan segera." seru Audrey.
"Apakah rasa cinta kalian masih seperti dahulu? Karena biasanya, pasangan yang sudah lama menjalin hubungan pasti akan ada berkurangnya rasa cinta."
"Tentu saja. Kami memang masih sangat mencintai satu sama lain." jawab Audrey, tapi Audrey merasa sangat kesal karena Bara sedari tadi hanya diam saja.
"Bara, kenapa kamu diam saja? Apakah kamu tidak mendengar pertanyaan wartawan?" bisik Audrey sambil menyenggol perut Bara.
"Menurut Anda, apakah ada orang yang bisa menggantikan Nona Audrey, Tuan?" tanya mereka seperti sengaja, karena yang mereka tanyakan sedari tadi hanya seputar hubungan Bara dan Audrey saja.
"Tidak ada yang bisa menggantikannya." jawab Bara lugas.
DEGG
"Sepertinya aku memang harus sadar diri dan mulai mundur. Hatiku sudah terlalu melebur dan hancur. Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi lagi dan lagi." gumam Embun, air matanya menetes turun.
"Kak, yang sabar ya, Kak." ucap Belle karena melihat Embun menangis.
Embun, kau harus mulai move-on, kamu tidak boleh lagi mematahkan hatimu sendiri. Karena mencintai sendirian adalah patah hati terbesar, Embun berbicara dengan dirinya sendiri.
"Belle, aku merasa lelah. Aku kembali sekarang ke kamarku ya." ucap Embun sambil menghapus air matanya.
Rey memperhatikan Embun, sebenarnya dia juga merasa sangat kasihan dengan wanita itu. Tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Belle hanya mengangguk. Dia membiarkan Embun kembali sendiri untuk masuk ke kamarnya. Melihat Embun yang kembali sendiri, Audrey yang sudah selesai wawancara pun memutuskan untuk mengejar Embun untuk menjatuhkan mentalnya.
Audrey langsung menahan pergelangan tangan Embun saat wanita itu hendak membuka pintu kamarnya. "Ada apa?" tanya Embun sambil melepaskan cekalan tangannya.
__ADS_1
"Tidak perlu terlalu sombong, kau sudah lihat, kan. Bara lebih menyayangi siapa?" ucapnya sambil menyibakkan rambutnya.
"Lalu, kau mau apa?" tanya Embun dengan wajah datarnya
"Tidak ada. Aku hanya ingin mengatakan, kau sudah kalah, Embun!" ucapnya dengan wajah puas.
"Aku sudah kalah? Setidaknya, benih cintanya sudah tertanam disini." ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah agak membuncit. "Lalu, kau? Apa yang bisa kau banggakan dari dirimu? Hanya janji-janji manis dan uang?" balas Embun mengejek.
Wajah Audrey langsung berubah pias, dia mengangkat tangannya ingin menampar wanita itu. Tapi, langsung ditangkap oleh Embun.
"Kau ingin menamparku? Apa luka terkahir yang ku torehkan sudah tidak terasa sakit?"
"Kau!" Audrey menggeram marah.
"Aku tidak ingin berbuat keributan karena ini adalah hari ulang tahunnya. Tapi, aku tidak akan segan-segan lain kali." ucap Embun, dia menghempaskan tangan Audrey dan pergi begitu saja.
"Sialan!" Audrey menendang pintu kamar Embun dengan kuat.
Jam sudah menunjukkan jam dua belas tengah malam. Akhirnya acara itu selesai juga.
"Bara, ayo antarkan aku pulang sekarang. Aku sudah merasa sangat gerah."
"Audrey, kau pulang dengan Eson saja, ya? Aku sudah sangat kelelahan."
"Tidak mau. Aku mau kau yang mengantar, ayo cepat, Bara." Audrey malah semakin manja.
"Eson, antarkan dia!" titahnya pada bawahannya. "Audrey, kau pulang bersamanya, aku akan segera masuk ke dalam." ucapnya, tanpa menunggu jawaban Audrey, Bara langsung naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya.
Bara masuk ke dalam kamarnya, dan tidak mendapati Embun. Dia tidak berpikir panjang, dan langsung mandi. Setelah selesai mandi, saat dia baru keluar dari kamar mandi, baru melihat Embun yang baru saja masuk ke kamarnya sambil membawa sebuah tas.
"Jingga, kenapa tadi kamu tidak berada di bawah? Kamu dari mana saja?" tanya Bara yang masih diam di tempatnya.
"Untuk apa aku di bawah? Untuk melihatmu merencanakan pernikahan?" jawab Embun dengan sesak yang sudah bersarang di dadanya.
"Apa maksudmu?"
"Ckck, tidak mengerti?" ejek Embun.
Bara hanya diam saja. Dia masih berdiri di tempatnya sambil melihat Embun yang sedang memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas sebuah tas berukuran besar. Bara mengerutkan alisnya.
"Jingga, kenapa kau memasukkan semua pakaianmu ke dalam tas itu?" tanyanya heran.
"Bara, ayo kita bercerai sekarang!" ucap Embun lugas dengan tatapan datarnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, vote dan gift. Follow author juga ya🤭
__ADS_1
Masukkan ke dalam daftar favorit kamu dan berikan rate 5 ya
Terima kasih ❤️❤️❤️