Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
BEREDAR FOTO


__ADS_3

Embun pelan-pelan mundur sedikit-sedikit. Ternyata Bara menyadari itu dan langsung menggenggam tangan Embun kuat


"Mau kemana, ha? Jangan coba-coba lari dari genggamanku." ucapnya


"Tidak, aku hanya ingin memakai pakaianku saja, Tuan. Ini sudah larut malam, kalau aku tidak memakainya, aku pasti akan masuk angin." jawabnya


Bara mendekatkan dirinya dengan tubuh Embun, posisi mereka sekarang seperti sedang berpelukan. Dia mengendus aroma tubuh istrinya itu yang sekarang sudah menjadi aroma favoritnya entah sejak kapan


"Nanti saja. Aku akan membantumu. Sekarang, kau harus membantu suamimu terlebih dahulu." ujarnya berbisik di telinga Embun dan menggigit kecil telinga Embun


TOK TOK TOK


Entah siapa yang kurang kerjaan, mengetuk pintu kamar mereka disaat seperti ini. Tapi, Embun bernafas lega karena adanya kehadiran pengganggu itu. Tapi tidak dengan Bara, dia berdecak kesal dan menyumpahi si peganggu


"Kak Embun, aku ingin berbicara denganmu sebentar." ucap Belle sambil sesekali masih mengetuk


Bara melihat Embun yang ingin beranjak dan menjawab panggilan Belle. Secepat kilat dia langsung membungkam mulut Embun dengan bibirnya, dia memeluk istrinya itu kuat agar Embun tak lagi bisa meronta


"Kak, apakah kamu sudah tidur? Aku ingin berbicara denganmu untuk keperluan besok." ucapnya lagi tanpa menyerah


Merasa tidak ada jawaban dan tidak ada jawaban. Belle memutuskan untuk menyerah, dia berpikir mungkin besok saja dia mengatakannya. Mungkin, kakak iparnya sudah terlalu lelah dan sudah terlelap


Bara sudah tidak mendengar suara si peganggu itu lagi. Dia melepaskan ciuma* mereka yang membuat Embun hampir saja mati karena kehabisan nafas.


Setelah merasa tidak ada siapapun lagi di luar kamarnya, dia melemparkan tubuh istrinya itu ke atas ranjang mereka, saat tubuh embun terhempas, lilitan handuknya pun terlepas. Bara semakin menjadi-jadi karena melihat tubuh istrinya yang kini sudah polos


Sial! Kenapa aku selalu saja tidak bisa mengendalikan diriku jika sudah melihatnya naked begini. Rasanya, aku selalu ingin mengungkungnya di bawah tubuhku, batin Bara yang sudah gelap mata


Akhirnya, malam panjang yang tidak diinginkan Embun pun terjadi lagi, Bara berkali-kali menghujam intinya tanpa ada rasa kepuasan dari dirinya. Dia ikhlas melayani suaminya, tapi tidak dalam kondisi paksaan seperti ini. Dan, Bara menidurinya tanpa ada rasa cinta sedikitpun yang terlukis dihatinya, itulah yang membuat Embun enggan melayani suaminya itu


********


Hari telah berganti. Tapi, apakah orang yang kamu cintai sudah berganti menjadi diriku? Aku ini istrimu, tapi aku tak pernah mendapatkan cinta darimu. Kau hanya mengumbar cintamu untuk wanita lain yang sebenarnya telah membuangmu. Namun untukku, hanya perasaan acuh yang kau sisakan


Belle baru turun dari lantai atas, tempat kamarnya berada. Dia melihat kakak iparnya itu bertingkah tidak seperti biasanya, Embun sedari tadi hanya duduk saja. Dan, apa itu? Bukankah ini masih musim panas, kenapa dia melilitkan syal di lehernya. Apakah tidak panas?

__ADS_1


"Kak, kamu sakit?" tanya Belle


"Hem, tidak. Aku hanya sedang ingin duduk saja." jawab Embun berbohong


Belle hanya meng-o riakan jawaban Embun yang sebenarnya tidak masuk di akalnya. Tapi, dia juga tidak tahu situasi apa yang sedang dihadapi Embun sekarang


"Kak, semalam aku datang ke kamarmu. Tapi, tidak ada jawaban sama sekali. Semalam kamu sudah tidur?" ucapnya sambil mengoles selai pada rotinya


"I-iya, aku sudah tidur." jawabnya terbata-bata


"Oh, padahal aku ingin membicarakan untuk keperluan acara kita hari ini. Tapi, sayang sekali kamu sudah tidur." cicitnya


Embun berdehem beberapa kali hingga Belle melihat ke arahnya, Embun memberikan kode mata pada Belle untuk berhenti bicara membahas tentang acara mereka hari ini, karena disini sedang ada Bara. Setelah mengerti, Belle langsung mengangguk


"Pagi, Sayang." ucap seseorang yang tidak lain adalah Audrey


"Hah! Menghilangkan selera makannya saja." ujar Belle saat melihat kedatangan wanita itu


"Ah, kalian sedang sarapan, ya? Bolehkan aku bergabung?" tanyanya yang sudah menempel seperti parasit di lengan Bara


"Boleh. Bi, ambilkan piring lain untuknya!" titahnya kemudian


Tentu saja Audrey mengetahui semuanya, dia mengetahui semua itu tentu saja dari mulut Bara langsung, karena dia sangat tidak mau tempatnya tergantikan oleh siapapun. Apalagi, Bara masih lebih memperhatikannya dari pada istrinya, membuat dia bertambah besar kepala


"Sayang, apa kamu tidak kegerahan? Seingatku, ini adalah musim panas, tapi kenapa ada orang yang berpakaian begitu tertutup!" cetusnya


Bara dan Belle tentu saja tahu apa maksud dari perkataan Belle, sedangkan Embun hanya diam sambil terus melanjutkan makannya


"Aku merasa sangat kepanasan. Tapi, ada orang lain yang masih bisa memakai syal dengan santainya." sambungnya lagi sambil mengibas-ngibaskan tangannya


"Diamlah! Aku tidak ingin sarapan pagiku menjadi kacau! Orang yang berpakaian terbuka bagaimana bisa masih merasa kepanasan!" celetuk Brandon yang memang tidak suka banyak orang bicara saat sedang makan


"Brandon, bukan begitu maksudku. Aku hanya benar-benar merasa panas saja." jawab Audrey sambil tersenyum. Sebenarnya, di dalam hatinya dia sedang memaki anak kecil bermulut tajam itu


"Kak, buka saja syal yang berada di lehermu itu. Itu memang sangat menyakiti mata orang yang melihatnya." ucap Brandon pada Embun

__ADS_1


Embun terkesiap, baru kali ini Brandon mau berbicara langsung dengannya dan memanggilnya Kakak. Tentu saja hal itu tambah membuat Audrey semakin meradang


"Ta-tapi, aku tidak mungkin membuka ini." jawabnya sambil memegang syalnya


"Buka saja, Kak." seru Belle kemudian


Walaupun sempat ragu, akhirnya Embun memutuskan untuk mulai membuka syal yang dikenakannya. Bara memperhatikan dengan gusar. Jika Embun membuka syal itu, habislah sudah. Terpampang nyata lah tanda cinta yang dia buat sendiri itu dengan sempurna


"Jangan, kamu tidak perlu membukanya. Kamu kan sedang demam, nanti demammu tambah parah. Pakai saja lagi." sela Bara


"Aku tidak demam!" jawab Embun cepat yang memang tidak mengerti ucapan Bara hanya dijadikan alasan saja


Belle memegang dahi Embun untuk memeriksa suhu tubuhnya, dia juga tidak merasakan ada sesuatu yang salah dengan Embun. Dia mulai menelisik dan mencium adanya kejanggalan gegara syal itu


Audrey juga memperhatikan Embun dan Bara secara bergantian. Dia menyipitkan matanya sambil berpikir untuk mengetahui situasi yang memang sudah ia mengerti


Apakah Bara mengingkari janjinya, dia meniduri Embun lagi? Aku tidak terima! Dasar laki-laki buaya


Embun melepaskan syalnya. Terekspos lah tanda-tanda cinta yang ditinggalkan Bara semalam. Jangan tanya wajah Audrey, tentu saja wajahnya sudah masak seperti jeruk yang mengandung asam sitrat lebih tinggi


"Kamu yang melakukan itu, Bara?" tanya Audrey yang sudah kesal dan tidak bisa ia tahan lagi


"Tentu saja. Memang siapa lagi kalau bukan suaminya. Lalu, orang ketiga bisa apa?" ejek Belle


Emosi Audrey kian memuncak, rasanya lahar panas sudah mengalir dari kepalanya


DRRT DRRT


Ponsel Audrey bergetar, menandakan bahwa adanya pesan masuk. Dia melihat pesan dari siapa, mungkin saja pesan penting dari agensinya. Ternyata bukan, pesan itu dikirim dari sahabatnya yang mengirimkan beberapa foto berita yang sedang memanas


Berita yang sedang memanas itu adalah beredarnya sebuah foto pernikahan Bara dengan seorang wanita yang wajahnya sedikit diburamkan. Dan tertulis penjelasan kalau Bara sebenarnya sudah menikah dengan orang lain, bukan dengan Audrey


"Apa ini, Bara? Apa maksudmu?" pekik Audrey yang melemparkan ponselnya ke dada bidang pria itu


Bara langsung menangkap ponsel itu dan melihat berita yang baru saja beredar namun sudah menjadi berita panas dan pencarian utama

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, gift , vote dan rate 5. Juga masukkan ke daftar favorit kamu ya


Terima kasih ❤️


__ADS_2