Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
JADILAH ISTRIKU!


__ADS_3

"Belle, aku mencintaimu!" jujur Daniel yang mengungkapkan isi hatinya.


Seketika Belle langsung membuka matanya. Dia menegakkan punggungnya.


"Tapi aku tidak." jawabnya membuat Daniel mengepalkan kedua tangannya.


"Aku tidak peduli." sanggah Daniel. Pria itu berjalan mendekat ke arah Belle yang masih menyandarkan punggungnya.


Dia berdiri tepat di depan Belle sambil memegang sebuah berkas. Padahal, berkas itu bukanlah apa-apa. Daniel memegangnya karena hanya mau menipu wanita itu.


Itu adalah berkas milik Daniel.


"Berikan padaku." Belle ingin mengambil berkas yang di pegang Daniel, tapi langsung ditepis oleh Daniel.


"Belle, kau dengar apa yang aku ucapkan tadi?" tanyanya sembari menatap setiap inci wajah Belle.


"Aku sudah menjawabnya, Kak. Jangan bertele-tele." Belle sudah mulai jengah. Dia mau pulang, tapi dia kembali berpikir, jika sudah sampai di sini, sekalian saja mengambilnya.


"Aku mencintaimu, Belle!" lagi-lagi Daniel mengutarakan isi hatinya. Membuat Belle jengah dan memutar kedua bola matanya.


"Kak Daniel, ingatlah, ada hati yang harus kau jaga. Jangan seperti Kak Bara dulu. Menyakiti hati wanita, itu tidak akan baik untukmu." pungkas Belle.


"Tapi aku tidak memiliki kekasih." jujurnya.


"Tapi aku punya, Kak. Dan tolong, segera berikan itu agar aku bisa segera kembali."


"Putuskan dia sekarang, Belle!" pekik Daniel yang mulai menaikan intonasi suaranya.


"Apa? Apa kau gila? Kami baru saja jadian, dan kami saling mencintai. Jangan kurang kerjaan dengan mengurusi hubungan orang."


"Apa kamu ingat, saat di taman hiburan? Aku mengatakan menyukai seorang wanita, adik temanku?"


Belle mengangguk. Tentu dia ingat, kalau bukan karena ucapan Daniel saat itu, mana mungkin dia memilih menyerah dan membuka hati untuk orang lain. Alasannya? Alasannya sangat sederhana. Karena dia tidak mau menyakiti hati wanita lain.


"Wanita itu adalah dirimu. Adik temanku, Bara Wirastama!" pekiknya lagi dengan wajah merah padam.


Bagai tersambar petir tanpa hujan, Belle tersentak kaget. Dia baru mengetahui, kalau sebenarnya perasaannya terbalaskan.

__ADS_1


Tapi, apa boleh buat, perasaannya yang sempat berkembang untuk pria itu, telah layu dan mati.


"Dan kau tahu? Pria yang ku maksudkan hari itu adalah kau, Kak Daniel!" balas Belle tak kalah keras. Matanya juga mulai berkaca-kaca. Belle merasa sangat sakit hati, dipermainkan oleh takdir.


"Jadi, kita saling mencintai? Kalau begitu, putuskan hubungan kalian, dan jadilah kekasihku." Daniel mengulurkan tangannya, namun Belle tak menyambutnya.


"Ya. Kita memang sempat saling mencintai. Namun, sekarang perasaanku telah mati untukmu! Kau memperlakukanku tidak seperti kau mencintaiku, Kak. Kau mengacuhkan aku. Bahkan, kau tak menganggap aku ada,"


"Sekarang, aku hanya mencintai Kevin! Hanya dia yang memperlakukan aku dengan tulus. Jadi, jika kau tak mau memberikan berkas itu sekarang. Menyingkirlah dari jalanku, aku harus pulang sekarang." ucap Belle tegas.


"Aku tidak akan membiarkanmu direbut oleh siapapun. Kau hanya boleh menjadi milikku, milikku!" teriak Daniel marah, menegaskan kalau Belle hanyalah miliknya seorang.


"Minggirlah!" Belle mendorong keras tubuh Daniel yang sedari tadi berusaha menghalang-halangi jalannya. Tapi, tubuh pria itu tak bergeser sedikitpun.


"Kau tahu? Aku sudah menyukaimu saat kau berusia tujuh tahun. Pertama kali Bara membawamu datang ke sini, aku sudah menyukaimu. Saat itu, kau terlihat sangat cantik. Makanya, sampai kau dikirim keluar negeri pun, aku tetap berusaha menjagamu." jelas Daniel yang makin maju selangkah demi selangkah ke arah Belle.


Apa? Apa dia pedofil?


"Belle, tolong berikan aku satu kesempatan. Kita bisa memulai semua dari awal, memupuk perasaan kita sedikit demi sedikit."


"Tidak! Aku tidak mengizinkanmu dimiliki laki-laki lain."


Bagaimana ini? Apakah aku harus berpura-pura menerima cintanya? Tapi, kalau setelah ini aku jujur, bisa-bisa dia membunuh Kevin. Aku harus memberikan pengertian padanya.


"Lalu, aku harus apa, Kak Daniel? Aku harus bagaimana menanggapi perasaanmu yang tak menentu? Saat aku mencintaimu, aku mencurahkan semua isi hatiku untukmu. Aku memperlihatkan kalau aku memang menyukaimu, tapi kau tetap tak peduli. Dan sekarang, saat aku mulai mencintai laki-laki lain, kau memaksaku untuk menyukaimu kembali? Maaf, aku tidak bisa. Aku mencintai Kevin! Aku tidak main-main dengan perasaanku." pekik Belle meluapkan segala isi hatinya.


"Aku juga tidak main-main dengan perasaanku, Belle. Jadilah Istriku. Aku akan menjagamu seumur hidup."


"Cukup, Kak! Aku sangat muak dengan ini semua. Cukup dengan aku mengubur perasaan cintaku. Jangan membuatku membencimu dengan pemaksaanmu itu." kini suara Belle melembut. Dia lelah kalau harus teriak-teriak. Yang ia butuhkan sekarang hanyalah tidur.


KRING KRING KRING


Ponsel Belle berbunyi, Belle segera menjawab panggilan yang ternyata dari Kevin. Daniel hanya diam mengamati di depannya.


"Sayang, aku sudah mengirimkan pesan padamu. Apakah kamu sudah pulang? Jika tidak ada taxi, aku akan menjemputmu." ucap Kevin diseberang sana dengan rasa cemasnya.


"Maaf karena aku tidak membalas pesanmu. Aku baik-baik saja, dan sebentar lagi akan segera pulang. Terima kasih telah mengkhawatirkan aku, Sayang." jawab Belle sambil tersenyum.

__ADS_1


Daniel membulatkan matanya mendengar panggilan Belle untuk Kevin.


Sayang? Berani-beraninya dia memanggil pria lain dengan sebutan Sayang dihadapanku! Denganmu dia mengutarakan kebencian, dengan pria lain kau tertawa? Belle, jangan salahkan aku yang akan menjeratmu agar tidak bisa lari ke mana pun.


Dengan perasaan marah, Daniel merebut ponsel genggam Belle dan membuangnya ke sembarang arah, hingga ponsel itu hancur tak berbentuk. Belle hanya bisa menganga karena panggilannya dengan Kevin belum selesai.


Dan, dia kembali syok saat Daniel menarik tubuhnya mendekat padanya dan ******* bibirnya dengan rakus.


"Mmmm...." Belle berusaha berontak dalam dekapan Daniel. Dia sudah menangis saking merasa takut dengan sikap Daniel yang memaksa.


Belle hampir kehabisan nafas, tapi Daniel masih enggan melepaskannya. Belle menginjak kaki Daniel dan menggigit bibir pria itu. Setelah terlepas, dia buru-buru berlari ke arah pintu dan mencoba melarikan diri.


Namun, kecepatannya kalah dengan langkah besar Daniel. Dalam sekali tarik, Daniel kembali meraih lengan Belle dan langsung menaikan tubuh kecil Belle ke atas pundaknya.


"Kak Daniel, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Belle berteriak histeris sambil memukul-mukul punggung Daniel.


"Tolong ... tolong aku!" teriakannya menggema seisi rumah. Tapi anehnya, tak ada satupun orang yang muncul untuk menolongnya.


Tanpa memperdulikan teriakan-teriakan Belle, Daniel tetap berjalan ke arah tujuannya sekarang, yaitu kamar pribadinya. Dia seolah tuli dengan teriakan-teriakan Belle di telinganya.


"Kak Daniel, lepaskan aku, hiks. Kak Bara pasti akan membunuhmu jika dia tahu kau memperlakukanku seperti ini." teriak Belle yang tak henti-hentinya minta dilepaskan.


Daniel tetap tak peduli. Dia mengetukkan cardlok pada kotak sensor pintu kamarnya. Dan tak lama, kamarnya terbuka. Daniel langsung merebahkan tubuh Belle ke atas ranjang king size nya.


Kamar Daniel cukup mewah. Tapi, Belle tak sempat untuk mengagumi interior kamar itu. Dia beringsut mundur hingga tubuhnya membentur kepala ranjang.


"Kak, kenapa kamu tega memperlakukan aku seperti ini? Hiks ... hiks...." Belle berulang kali menghapus air matanya sendiri, dan menggigit jarinya karena merasa takut.


"Jawab aku, apakah kau bersedia menjadi Istriku?" tanya Daniel sambil melipat lengan kemejanya.


DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE, BERIKAN KOMENTAR, GIFT DAN VOTE. BERIKAN RATE 5 DAN TAMBAH KE DAFTAR FAVORIT KAMU YA ✌️


DUKUNG KARYA BARU AUTHOR SAHABATKU SUAMI MUHALLILKU MASIH HANGAT GUYS.


YUK RAMEIN DA KEPOIN


TERIMA KASIH UNTUK SETIAP DUKUNGAN KALIAN❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2