
Siang itu, setelah mendapat undangan dari pak Zio, Mutiara menjalankan ibadah sholat ke masjid terlebih dahulu,
"Mutiara." panggil seseorang di teras masjid.
"Eh, Kak Yusuf. Ya kak ada apa?" tanya Mutiara.
"Seperti yang sudah saya sampaikan di grup, hari ini jadi untuk rapat koordinasi ya." kata Yusuf.
"Oya kak. Siap. Nanti ba'da ashar ya?" Mutiara memastikan.
"Iya, tolong disiapkan materi yang di share dari grup Ormawa, dan juga daftar hadir ya." pasan Yusuf kepada Mutiara, selaku sekretaris umum LDK.
"Siap kak." kata Mutiara.
"Ya sudah, gitu dulu aja. Saya ada kuliah, saya permisi dulu." kata Yusuf.
"Ya kak."
Sepeninggal Yusuf, Mila dan Nadia yang tadi sholatnya ikut makmum masbuk, sudah selesai sholat, mereka menyusul Mutiara yang hendak memakai sepatu.
"Ra, tadi kamu ngobrol sama kak Yusuf ya?" tanya Nadia.
"Iya, kenapa Nad?"
"Ehm, emang kamu nanti ada rapat ya sama kak Yusuf?" tanya Nadia.
"Iya, rapat LDK, ga cuma sama kak Yusuf kali Nad, sama para pengurus LDK juga." kata Mutiara menjelaskan, takut salah paham.
"Ada kang Fahri dong, Ra." sahut Mila dengan memainkan matanya, dengan memberi isyarat terhadap Nadia.
"Kak Fahri? Ya ada InshaaAllah, beliau kan ketua devisi." kata Mutiara.
"Nah tu Nad, sana mau nitip apa buat akang tercinta." goda Mila menyenggol nyenggol tubuh Nadia.
"Akang tercinta? Maksudnya?" Mutiara masih tak terlalu paham dengan maksud Mila.
"Ih, apaan sih kamu Mil." Nadia berusaha berkilah.
"Udahlah Nad, ga usah di tutupin dari Tiara, justru kalau kamu terbuka sama Tiara, bisa jadi kamu malah dapet banyak bantuan lho dari dia." kata Mila memotivasi.
"Iiih, Mila...." kilah Nadia lagi.
"Nadia suka sama kak Fahri?" tebak Mutiara.
"Iya Ra, mereka tu udah saling deket via sosmed. Sering chatingan malah." kata Mila membuka kartu As sahabatnya.
"Owh, yaa Allah. Kenapa aku ga peka gini ya sama sahabat aku? Dasar Tiara. Okey, mau aku titipin salam Nad?" tawar Mutiara.
__ADS_1
"Ehm, engga Ra."
"Engga salah." tukas Mila sambil cengengesan.
"Mila... kamu nih..." umpat Nadia yang wajahnya sudah berubah seperti kepiting rebus.
"Gapapa kali Nad, itu hal yang wajar, dan itu normal. Malah aku khawatir kalo kaya Mila ini." kata Mutiara menunjuk Mila.
"Lhoh. kok aku sih?" protes Mila.
"Ya iya lah aku khawatir, aku tu khawatir kamu ga normal, karena kamu ga kelihatan suka sama lawan jenis. hahahaha." kata Mutiara.
"Oh, dasar kamu Ra. Aku normal kali Ra." Protes Mila.
"Buktinya apa?" tanya Mutiara bercanda.
"Ya, ada lah." jawab Mila gugup, karena sebenarnya dia sedang memendam suatu rasa dengan lawan jenisnya.
"Siapa?" tembak Mutiara dan Nadia bersama.
"Ya, ada aja pokoknya. Masih Rahasia. Hahaha." kata Mila sambil berlari keluar dari teras masjid.
"Dasar Mila..." teriak Nadia dan Mutiara sambil berlari mengejar Mila. Mereka bertiga pun bersama menuju kelas.
💞💞💞
"Ya, baik teman-teman, sore ini kita rapat koordinasi untuk melaporkan program kerja tiap-tiap devisi, karena mengingat bahwa besok hari sabtu, kita ada rapat besar dengan ormawa yang lain, dalam persiapan kongres mahasiswa. Tolong, tiap devisi bisa mengirim beberapa utusannya untuk dijadikan panitia kongres ys. Dan, sekalian, kita bahas untuk persiapan dalam penyambutan mahasiswa baru yang akan dilaksanakan tiga bulan lagi." kata Yusuf selaku ketua umum LDK.
"Tiara, maaf ya, rapatnya sampe malem gini." kata Yusuf sang ketua yang merasa tak enak hati dengan sekretarisnya.
"Iya kak, gapapa." kata Mutiara dengan santai nya.
"Ehm, kamu gapapa pulang malem begini?" tanya Yusuf yang sedikit ragu.
"Gapapa kak. InshaaAllah semua akan baik-baik saja." kata Mutiara.
"Oh, ya sudah Tiara, semoga begitu adanya." kata Yusuf.
"Kamu hati-hati ya Tiara." kata Yusuf lagi.
"Iya kak. InshaaAllah." kata Mutiara sambil berjalan menuju motornya.
Malam itu, yang pulang akhir tinggal beberapa ketua devisi dan Mutiara selaku sekretaris, dan dia putri sendiri diantara yang lain, karena anggota LDK yang lain sudah pamit pulang lebih awal sejak adzan maghrib tadi.
"Ya sudah kak, saya permisi ya. Assalamualaikum." kata Mutiara pada Yusuf yang ternyata Yusuf juga mengantar sampai ke parkiran motor. Mutiara pun memakai helemnya, lalu menstater motornya.
Sepeninggal Mutiara, Yusuf menatap kepergian Mutiara dengan berat melepasnya, hingga dia dikagetkan dengan kedatangan seseorang.
__ADS_1
"Assalamualaikum tadz." sapa laki-laki itu.
"Wa'alaikum salam." jawab Yusuf sambil mengelus dada yang kaget.
"Antum ni Ri." kata Yusuf dengan nada kaget nya.
"Kenapa ente?" tanya Fahri.
"Gapapa." kata Yusuf gugup.
"Kalau kiranya khawatir, ya dianterin sono." kata Fahri lagi.
"Siapa?" tanya Yusuf pura-pura tidak mengerti.
"Heleh, ane tau isi hati ente." kata Fahri mengejek.
Yusuf hanya menelan Saliva nya, dia benar-benar gugup.
"Bukan mahrom bro. Ga berani." kata Yusuf yang mencoba untuk mengerti maksud Fahri.
"Ane tau, tapi ga ada salahnya juga buat ngawasin dia, apakah dia bener-bener baik-baik aja apa engga." kata Fahri lagi.
"Gitu ya?"
"Ya kalo menurut ane sih gitu, tapi kalau menurut ente, ya terserah." kata Fahri lagi.
Namun akhirnya, Yusuf tetap tak berani mengikuti Mutiara, karena selain Mutiara juga sudah jauh, dia khawatir tidak bisa menjaga hatinya yang tak menentu jika bersama Mutiara.
💞💞💞
Selama perjalanan, Mutiara mengucap sholawat dan terus beristighfar. Ada titik ketakutan dihatinya. Namun dia coba untuk melawan rasa takut itu.
"Astaghfirullah, ini kenapa lagi motor?" kata Mutiara menepikan motornya yang terasa oleng.
Motor yang dia naiki ternyata ban nya bocor.
"Ya Allah, ini motor kenapa bocornya harus pas pulang malem sih." gerutu Mutiara.
Mutiara melihat kanan kiri jalan raya yang mulai sepi, karena jam pulang kerja juga terlewat. Meski masih di jalan raya, tetap saja Mutiara takut, karena dia seorang perempuan, pulanh malam, keadaan ban motornya bocor. Tidak mungkin dia tetap menaiki motornya sampai kosan, karena jarak menuju kosan nya masih cukup jauh, dan itu akan merusak motornya.
Mutiarapun mencoba untuk menghubungi sepupunya, Kenzo untuk menjemputnya, namun tiba-tiba ada sebuah mobil berjalan perlahan di belakangnya.
Tin
Suara klakson mobil membuat Mutiara menoleh ke dalam mobil, untuk melihat siapa orang di dalam mobil itu. Mobil putih yang tak asing baginya.
"Tiara." panggil seseorang dari dalam mobil.
__ADS_1
Siapa ya orang itu?
Simak di bab berikutnya ya🤗