
Sore itu, ba'da maghrib, Kenzo baru pulang dari belajar kelompok dengan teman-temannya. Dia baru pulang, mandi lalu sholat maghrib. Dia sudah makan sebelumnya saat bersama teman-Temannya.
"Ah, badan capek banget rasanya. Ngerjain tugas ga ada kelar-kelar nya apa ya? Kalo ga inget mbak Tiara, ah males banget gue kuliah begini. Ga ada senengnya. Pusing, tugas mulu tiap hari." keluh Kenzo sambil memberikan alat belajarnya.
"Tiduran dulu aja lah, sambil nunggu adzan isya'. Baru nanti abis sholat isya' ke rumah sakit." gumam Kenzo lagi.
Kenzopun tiduran di kasur nya masih dengan seragam sholatnya.
πΎπΎπΎ
Di rumah sakit.
"Udah jam segini, Kenzo kok belum datang juga ya?" batin Mutiara sambil menatap jam dinding yang menunjukkan pukul tetengah delapan malam.
Tok tok tok
"Assalamualaikum." salam seseorang dari luar.
"Wa'alaikumsalam. Masuk saja." jawab Mutiara.
Tampak Dzen yang masuk, harapan Mutiara lagi-lagi kandas.
"Kenzo belum datang?" tanya Dzen yang baru kembali dari masjid. Tadi sebelum dan sesudah maghrib, Dzen memang menemani Mutiara di ruang rawatnya, sambil menunggu Kenzo datang, tetapi hingga adzan isya' Kenzo belum juga datang.
"Belum dok." jawab Mutiara lesu.
"Sudah kamu hubungi?" tanya Dzen lagi.
"Sudah dok, tapi ga aktif." kata Mutiara.
"Kemana tu anak?" gumam Dzen.
"Saya malah jadi khawatir sama tu anak dok. Soalnya dia tu dulu suka balapan. Takutnya dia gitu lagi, trus jatuh dibawa ke rumah sakit, aku ga tau." kata Mutiara dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Ehm. jika diperkenankan, ijinkan saya menemani kamu dulu, sampai Kenzo datang ya Ra." kata Dzen.
"Ya dok. Terimakasih. Emang ga ngerepotin dokter?" tanya Mutiara sungkan.
"Santai aja." jawab Dzen.
Malam itu Dzen tampak fokus menghadap laptopnya, dia tampak sedang mengerjakan sesuatu. Sedangkan Mutiara mengaji, hingga perawat datang untuk memberikan obat.
"Tiara, kalau kamu sudah mengantuk, tidur aja duluan." kata Dzen melihat Mutiara sudah beberapa kali menguap.
"Oh, ya dok. Terimakasih." jawab Mutiara.
Karena efek obat, setelah percakapan itu, Mutiara pun tertidur pulas. Hingga Dzen sadar kalau Mutiara sudah tidur, Dzenpun berdiri, lalu membenahi selimut Mutiara.
"Kalau saja kamu tau isi hatiku, Ra. Sungguh aku jatuh cinta padamu sejak awak kita bertemu." gumam Dzen sambil menatap wajah teduh gadis itu.
"Namun aku tau diri Ra, kamu wanita baik-baik. Rasanya tak pantas aku untukmu." kata Dzen lagi dengan pesimis.
Dzenpun terasa mengantuk juga. Dia tidur di sofa, setelah dia membereskan urusan kerjanya.
__ADS_1
πΎπΎπΎ
"Astaghfirullah. Jam berapa ini? Haduh, pake acara ketiduran segala lagi. Ya Allah, udah jam duabelas? Lama bener sih aku tidurnya?" gumam Kenzo.
"Bakal kena semprit kartu peringatan nih dari mbak Tiara." kata Kenzo panik.
Kenzopun segera menuju kamar mandi untuk mengambil air wudlu, lalu menjalankan sholat isya' terlebih dahulu. Setelah itu, dia mengambil jaket, dan kunci motor untuk segera menuju ke rumah sakit.
Sesampai nya di rumah sakit, Kenzo menyapa scuriti yang bertugas saat akan masuk lift.
"Malam Pak." sapa Kenzo.
"Malam mas. Mau jaga pasien ya mas?" tanya scurity.
"Iya pak."
"Siapa yang sakit mas?"
"Mbak saya pak."
"Oh. jam segini baru ke rumah sakit, memangnya mas nya baru pulang kerja ya?" tanya scurity.
"Hehe, engga pak. Saya tadi ketiduran di rumah." jawab Kenzo sambil nyengir kuda.
"Owalah mas. Ya sudah, pasti mas nya sudah ditunggu sama mbaknya." kaya Scurity.
"Mari pak." kata Kenzo saat pintu lift terbuka.
Tok tok tok.
Tak ada sahutan.
Kenzo mengucap salam, dan mengetuk pintu lagi, namun masih tak ada sahutan. Akhirnya Kenzo memutuskan untuk masuk begitu saja.
"Assalamualaikum." kata Kenzo sambil membuk pintu ruang rawat Mutiara.
Tampak oleh Kenzo seorang laki-laki sedang tidur dengan tenang di atas sofa, dan melihat mbaknya sedang tidur pulas juga diatas kasur.
"Ternyata pada lagi pules ya." gumam Kenzo.
"Mas Dzen setia banget ya jagain mbak Tiara, jangan-jangan mas Dzen tu suka sama mbak Tiara." Gumam Kenzo menatap wajah kedua orang yang sedang tertidur pulas.
"Ya udah, aku duduk sini aja lah." kata Kenzo sambil mengeluarkan ponselnya.
Tak berapa lama, Dzen terjaga. Dia mendengar suara orang berjalan.
Dengan mengerjap mata, Dzen melihat Kenzo yang sedang berjalan ke arah toilet.
"Kenzo?" panggil Dzen pelan.
"Eh, mas Dzen. Udah bangun mas?" tanya Kenzo.
"Ehm, iya. Kamu kapan datang?" tanya Dzen.
__ADS_1
"Baru sekitar tigapuluh menit yang lalu kok mas." jawab Kenzo sambil melihat jam dinding diatas pintu.
"Owh, tadi emang kamu ke mana? Nglembur ya?" tanya Kenzo.
"Emang kenapa mas? Mbak Tiara nyariin ya?" tanya Kenzo.
"Iya. Tadinya dia minta untuk ditinggal sendiri aja. Tapi saya bilang akan tetap nunggu Kenzo sampai datang. Ternyata kamu ga datang-datang " kata Dzen.
"Owh, Tapi, mbak Tiara gapapa kan mas?" tanya Kenzo.
"Gapapa. Cuman tadi darahnya drop, tadi sempet hampir pingsan pas mau ke toilet, karena pusing, darahnya rendah." kata Dzen.
"Yaa Allah mas. Maaf ya mas. Kenzo ga datang datang." kata Kenzo tidak enak hati dengan Dzen.
"Gapapa. Lagipula ini dia sudah lebih baik, setelah tadi dikasih vitamin tambah darah.
"Eh, kenapa kamu baru datang jam segini? Belum dijawab lho." tagih Dzen.
"Maaf mas. Tadi abis belajar kelompok. Kenzo ketiduran di kosan." kata Kenzo dengan wajah penuh memelas.
"Ya Allah, aku pikir kamu tu lupa kalau mbakmu ada di rumah sakit." komentar Dzen.
"Engga mas. Kenzo ketiduran. Maaf ya mas." rayu Kenzo lagi.
"Iya, santai aja." kata Dzen.
"Ya udah, karena kamu sudah datang, mas pindah ke ruangan mas aja ya. Kamu di sini jagain Tiara. Okey?" kata Dzen membereskan barang-barangnya.
"Mas Dzen ga disini aja?" tanya Kenzo.
"Engga Ken, mas ke ruangan mas Aja Biar Tiara leluasa juga kalau mau lepas jilbab." kata Dzen.
"Oh, gitu? Ya udah mas. Sekali lagi maaf ya mas." kata Kenzo dengan wajah memelas.
"Iya, santai aja." kata Dzen.
"Sama terimakasih udah jagain mbak Tiara mas." kata Kenzo lagi.
"Iya Ken. Sama-sama." jawab Dzen.
"Ya udah Ken, Mas ke ruangan mas dulu ya. Nanti kalau ada apa-apa hubungi suster rawat, atau kamu telpon saya." kata Dzen.
"Baik mas."
"Saya tinggal ya." pamit Dzen.
"Ya mas." jawab Kenzo.
Malam itu, Kenzo menemani Mutiara sambil menonton film di leptopnya dengan tiduran diatas sofa.
πΎπΎπΎ
Apa yang terjadi dengan Mutiara? Akankah dia kehilangan sosok dokter baiknya? pria salah sambungnya. Tetap simak bab berikutnya di novel Jodoh Salah sambung ya. Terimakasih buat para reader yg berkenan untuk memberikan like nya.ππ
__ADS_1