Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung
Ketemuan


__ADS_3

"Shanum." panggil pak Yuda setelah Shanum tampak keluar dari kamar neneknya.


"Ya om?" jawab Shanum.


"Kemari lah sebentar." perintah Yuda yang sedang duduk di kursi tamu.


"Oh, baik Om." jawab Shanum, Lalu Shanum duduk di kursi dekat om nya duduk.


"Ada apa om?" tanya Shanum.


"Kamu kenal pak Zio kan?" tanya Pak Yuda.


"Pak Zio? Bos nya om Yuda itu?" tanya Shanum.


"Iya."


"Kalau kenal, engga sih om. Tapi kalo tau, iya tau." jawab Shanum.


Pak Yuda pun menceritakan masalah Zio kepada Shanum.


"Pak Zio tadi minta ijin, jika diperbolehkan, dia mau minta contac kamu, biar gampang hubungannya." kata pak Yuda.


Shanum tampak berfikir.


"Gue bakal berurusan sama cowok dingin nyebelin dan ga tau sopan santun kaya dia? Hem, okeylah." batin Shanum.


"Ya om, kasihkan aja." kata Shanum.


🌾🌾🌾


Notif chat masuk ke ponsel Zio, sebuah contac dari Pak Yuda.


"Yes, akhirnya." gumam Zio tersenyum bahagia saat mendapat contac dari gadis yang berhasil menyelinap dalam hatinya.


Tanpa pikir panjang, Ziopun langsung g mengirim pesan pada gadis itu.


📨Zio


Hai. Saya Zio.


Zio menunggu cukup lama, hingga dia frustasi sendiri dibuatnya. Zio sangat berharap gadis itu segera membalas chatnya, namun lama chatnya belum centang biru.


Ziopun keluar kamar, mencari keponakannya yang sedang bermain Play Station di ruang TV.


"Gimana Zi, udah dapet kabar dari keponakannya pak Yuda?" tanya Nilam yang juga mendekat ke ruang TV, saat melihat Zio bersama Diego.


"Kalau bisanya, katanya pak Yuda bisa mbak. Ini Zio juga udah dikasih contcanya. Zio rencananya mau ngajak dia ketemu, biar dia tau ceritanya langsung dari Diego." kata Zio.


"Oh, gitu? Tapi bisa kan dia bantuin kita?" Nilam kembali memastikan.


"Bisa mbak." jawab Zio.


"Syukurlah." ucap Nilam lega.


"Om, emang Diego mau diketemuin sama siapa?" tanya Diego yang juga mendengat percakapan Zio dengan mamanya.


"Sama keponakan asisten om." jawab Zio.


"Ehm, Emang dia siapa?" tanya Diego.


"Nanti kamu juga akan tau, yang jelas, Diego ga usah khawatir, serahkan semuanya sama om. Om akan urus masalah mu ini. Okey?" kata Zio meyakinkan Diego.


"Ya om. Terimakasih om." kata Diego.


"Apa papa juga tau ma?" tanya Diego yang pandangannya beralih pada mamanya.

__ADS_1


"Belum Die, kenapa? Kamu mau papa tau?" tanya Nilam.


"Engga ma, jangan." kata Diego spontan.


"Mama tau maksud kamu sayang, kamu tetap tenang ya. Kita akan selesaikan masalah mu ini bersama-sama." kata Nilam menenangkan Diego.


"Ya ma." jawab Diego.


Sebuah notif pesan masuk, Zio langsung membuka pesan yang masuk, namun bukan dari orang yang diharapkan. Hingga sore, pesan itu bari terbalaskan.


📩Shanum


Ya. Ada apa? Om sudah cerita semuanya. Ada yang bisa saya bantu?


"Yes, akhirnya dia balas chat ku." Zio kegirangan mendapat pesan itu.


📨Zio


Bisa ketemu dulu? Biar keponakan saya cerita langsung sama anda.


📩Shanum


Ok. Besok siang ya.


📨Zio


Ga bisa hari ini?


📩Shanum


Ga bisa, saya ada acara keluarga.


📨Zio


Ok. dimana?


📩Shanum


📨Zio


Di RR Resto ya


📩Shanum


Mana itu?


Ziopun mengirimkan Google Map keberadaan RR Resto milik sahabatnya.


📩Shanum


Ok


📨Zio


Thank's


Pesan terakhirnya sudah di read, tetapi tidak dibalas. Sepertinya memang pemilik ponsel tidak berniat membalasnya.


"Hhhh, ya sudah. Setidaknya dia bisa ketemuan." gumam Zio sambil tersenyum bahagia.


🌾🌾🌾


Keesokan harinya, tepatnya hari senin siang, Zio sudah bersiap untuk mengagendakan pertemuannya dengan gadis judes itu. Zio yang sudah selesai mengajar di kampus, tak langsung ke kantornya. Dia menjemput Diego terlebih dahulu ke rumah, dan dirinya mengajak Diego ke resto milik Rey.


"Hai Rey." sapa Zio.

__ADS_1


"Widih, makan siang disini nih? Tumben?" kata Reyan menyalami Zio dengan bahagia.


"Iya, ini gue ada keperluan." kata Zio.


"Eh. Siapa nih?" tanya Reyhan melihat Diego disamping Zio.


"Keponakan gue, anaknya mbak Nilam." jawab Zio.


"Serius? Kok udah gede sih? Dulu, terkahir ketemu, kayaknya masih kecil kan ya?" tanya Reyhan.


"Iya, Sekarang dia udah SMP, dulu terakhir ketemu elo kan dia masih TK." kata Zio.


"Oh, siapa namanya, om lupa." tanya Reyhan.


"Diego om." kata Diego sambil menyalami Reyhan.


"Oh, ya Have fun deh, di tempat biasa?" tanya Reyhan.


"Yup, dipake?" tanya Zio.


"Iya tuh Zi, soalnya ini pas waktu makan siang." kata Reyhan.


"Oh, ya udah, mana yang kosong?" tanya Zio.


"Tuh, di lantai bawah, deket kolam ikan." kata Reyhan menunjuk sebuah tempat.


"Okey. Pesen kaya biasanya ya, dua porsi." kata Zio.


"Okey, siap." jawab Reyhan.


Zio dan Diegopun duduk di tempat yang dimaksud Reyhan tadi. Tak berapa lama, datang seorang gadis cantik, dengan celana kulot blezer lurik dan jilbab pashmina, sangat cocok dengan posturnya yang tinggi semampai.


"Permisi, selamat siang." sapa Shanum.


"Eh, ya. Selamat siang. Silakan duduk." jawab Zio memeprsilakan, sambil berdiri dari duduknya, lalu menarik kan sebuah kursi untuk Shanum.


"Terimakasih." kata Shanum yang duduk di kursi tersebut.


"Bu Shanum?" sapa Diego yang sudah mengenal sosok kakak pembina yang baik dan supel.


"Eh, Diego? Jadi kamu keponakan pak Zio?" tanya Shanum.


"Iya bu." jawab Diego sambil mencium punggung tangan Shanum.


"Maaf, nunggu lama ya?" tanya Shanum.


"Engga kok." jawab Zio.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Zio heran.


"Ya. Saya pembina pramuka di SMP, meski saya mengajar di TK, tetapi kebetulan Diego ini murid yang saya sukai, karena anaknya rajin." kata Shanum dengan tersenyum tulus.


"Oh begitu?" gumam Zio.


"Kenapa Die, ada masalah apa kamu sampe kabur segala?" tanya Shanum to the poin.


"sebaiknya, anda pesan makanan dan minuman dulu deh, baru nanti Diego bercerita." usul zio.


"Oh, okey." jawab shanum sambil mengambil daftar menu. Diapun memesan sebuah makanan yang dia inginkan.


"Anda sibuk apa hari ini?" tanya Zio berusaha memecah kebekuan diantara mereka.


"Saya mengajar TK, full Day Scool. Makannya saya minta jam makan siang, karena setelah ini saya harus kembali ke sekolahan.


"Oh, begitu? Baiklah. Kita makan dulu saja ya." kata Zio.

__ADS_1


"Okey.


Kemudian Diegopun menceritakan semua yang dia alami pada gurunya.


__ADS_2