Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung
Video Call


__ADS_3

Siang itu, sepulang dari kampus, Mutiara segera mandi mencuci pakaian, sholat ashar lalu makan. Saat makan, Mutiara sambil membuka buka ponselnya yang sejak tadi pagi tidak dilihatnya. Salah satunya ada pesan dari Dzen. Mutiarapun segera membalas pesan itu.


📨Mas Salah Sambung


Wa'alaikumsalam mas. Maaf ya mas baru buka pesan. Iya mas, InshaaAllah Tiara akan pulang ke Solo, InshaaAllah besok siang mas.


Tak menunggu waktu lama, pesan itu dibalas.


📩Mas Salah Sambung


Gapapa Tiara. Oya, kamu lagi sibuk ga? aku mau video call, boleh?


Mutiara membaca pesan itu, seketika ada desiran di dadanya. Entah rasa apa itu, pemilik hati itupun juga belum bisa menyimpulkan. Saat ponselnya berdering tanda panggilan Video masuk, Mutiara segera menyambar jilbab instannya yang dia taruh diatas bantal.


🎥Mas Salah Sambung


'Hai Mutiara Hati' sapa Dzen dengan penuh senyuman.


"Assalamualaikum Dokter Ahmad Zainudin yang terhormat. Mohon maaf, anda melupakan salam anda ya?" jawab Mutiara dengan berakting sopan dan penuh senyuman.


'Oh, iya. Wa'alaikumsalam. Sorry, sorry Tiara, hehe, aku lupa. Saking senengnya bisa liat kamu lagi.' kata Dzen sambil mengusap tengkuknya karena merasa salah tingkah dengan sindiran lawan bicaranya.


Mutiara hanya tersenyum menanggapinya.


"Dibiasakan ya mas. Menebarkan salam itu ga ada ruginya kok. Afsussalama bainakum Sebarkanlah salam, diantara kamu." kata Mutiara.


'Iya bu Guru, sekali lagi maaf ya. Dan terimakasih udah diingatkan.' kata Dzen.


"Iya, santai aja mas. Kita saling mengingatkan aja." kata Mutiara.


'Oya, kamu, kurang tidur ya?' tebak Dzen.


"Ehm, mas Dzen kok tau?" tanya Mutiara heran.


'Kamu lupa ya, kamu tu lagi bicara sama siapa?'


"Oh, iya. Sama pak Dokter. Maaf pak. Hehe, iya pak. Tiara memang kurang tidur, kemarin ngelembur terus di kampus. Kebetulan, Tiara dijadiin Notulen, jadi ya, gitu deh mas, ga bisa leluasa buka ponsel." kata Mutiara.


'Tapi kamu sehat kan? Ada keluhan? Sakit perut, pusing atau apa gitu?'


"Alhamdulillah, Tiara sehat kok mas." jawab Mutiara dengan tersenyum lebar.


'Alhamdulillah, aku seneng juga liatnya.' kata Dzen dengan tersenyum senang, membuat Mutiara malu dibuatnya.


'Oya, besok Tiara mau ke Solo naik apa? Kan motormu dibawa Ken, kata Ken, kamu kalo pulang atau kembali ke sini, terbiasa naik si putih, bareng Ken.' tanya Dzen.

__ADS_1


"InshaaAllah rencananya Tiara mau naik bus mas. Dulu, pas awal kuliah, Tiara pernah naik bus, terus abis itu, Tiara memilih naik motor sendiri, terus, di tahun kedua, Tiara mulai bareng sama Ken." kata Mutiara menjelaskan.


'Ehm, jadi gini Ra, tadi pagi, aku dapet email dari kampus, ada informasi bahwa jurnal ku di terima, dan besok aku diminta untuk datang ke kampus. Aku pikir, kebetulan kan Tiara juga mau ke Solo, Gimana kalo kita bareng aja ke Solo nya? Tapi, jadwalku ke kampus, abis sholat jum'at tuh, gimana? Misal Tiara ikut, tapi berangkatnya pagi, gimana?' kata Dzen menjelaskan.


"Ehm, bisa sih mas. InshaaAllah bisa. Tapi, ga pagi banget ya mas, agak siang gitu, kira-kira waktunya cukup ga mas, sekitar jam 9 atau jam 10 gitu." kata Mutiara.


'Ya gapapa Ra. Bisa bisa.' jawab Dzen.


"Ya udah, Besok Tiara kabarin ya mas, soalnya pagi Tiara masih ada keperluan, kalo keperluan Tiara udah selesai, Tiara kabarin."


'Okey, Tiara. Ehm, ya udah. Udah duluan ya. Aku mau siap-siap pulang dulu.'


"Mas Dzen masih di rumah sakit?" tanya Mutiara.


'Iya, ini mau pulang.' jawab Dzen.


"Oh, ya mas. Hati-hati ya mas."


'Siap. Assalamualaikum.' kata Dzen menutup video call nya dengan penuh senyuman.


"Wa'alaikumsalam mas." jawab Mutiara juga dengan tersenyum.


Panggilan video pun terputus. Mutiara kembali melanjutkan aktivitasnya untuk mengoreksi tugas dari Zio. Hingga tiba waktu maghrib, Mutiara menghubungi Zio.


📨Pak Zio


Setelah mengirim pesan, Mutiara pun mengambil air wudlu, sholat lalu dia lanjutkan dengan mengaji. Setelah mengaji, Mutiara membuka ponselnya kembali, mengecek balasan dari Zio.


📩Pak Zio


Bisa


Mutiarapum tersenyum, lalu dia semangat untuk menyelesaikan koreksiannya agar besok dia bisa segera pulang kampung, bertemu dengan kedua orangtuanya.


💞💞💞


Keesokan harinya, Jam enam pagi, Mutiara sudah siap dengan koreksian yang sudah dia selesaikan semalam suntuk. Seusai sholat subuh, Mutiara packing barang yang akan dibawanya ke Solo. Agar nanti, sepulang dari rumah dosennya, dia bisa langsung berangkat saja. Mutiarapun mencari kendaraan umum untuk menuju rumah dosennya.


"Assalamualaikum." salam Mutiara saat tiba di depan rumah Zio.


"Wa'alaikumsalam." jawab bi Saodah dari dalam rumah, lalu membukakan pintu.


"Eh, mbak Tiara, gimana kabarnya mbak? Lama ga ketemu. Lama ga kepasar ya." kata bi Saodah.


"Iya bu, Alhamdulillah kabar saya baik bu. Iya bu, saya masih ambil cuti dulu, sampai nanti saya pulang dari kampung." kata Mutiara.

__ADS_1


"Oh, mbak Tiara mau pulang kampung?" tanya bi Saodah.


"Iya bum InshaaAllah, mumpung liburan semester juga." kata Mutiara.


"Oh, ya mbak. Silakan masuk mbak, sampe lupa ga saya persilakan masuk." kata bi Saodah menyalahkan dirinya sendiri.


"Ya bu, terimakasih." kata Mutiara santun.


"Mbak Tiara mau ketemu siapa ya? Den Zio apa Nyonya?" tanya bi Saodah.


"Ibu sudah dibawa pulang bu?" tanya Mutiara.


"Sudah mbak, pulang kemarin." jawab bi Saodah.


"Alhamdulillah." kata Mutiara. Saat masih bercapak, tiba-tiba Zio muncul dari lantai atas.


"Kamu dah datang?" tanya Zio dingin dengan kedua tangannya dia masukkan saku celananya.


"Eh, Assalamualaikum pak Zio. Iya pak." jawab Mutiara.


"Pagi banget." komentar Zio dingin sambil duduk dengan satu kaki ditekuk di atas kaki satunya.


"Saya permisi dulu ya mbak." kata bi Saodah berpamitan ke dapur.


Mutiara menjawab dengan anggukan kepala.


"Ehm, iya pak. Setelah ini, saya mau pulang kampung dulu pak soalnya." kata Mutiara memberi alasan.


"Pulang kampung? Emang aslimu mana?" tanya Zio dengan mengernyitkan keningnya.


"Solo pak."


"Oh... ya udah. Mana koreksiannya?" tanya Zio.


"Ini pak." kata Mutiara sambil menyerahkan map berisi lembar kerja mahasiswa yang dia koreksi.


"Okey. Terimakasih banyak ya." kata Dzen.


"Sama-sama pak." jawab Mutiara.


"Oh ya pak, kata bu Saodah, ibu Suyamti sudah pulang dari rumah sakit ya?" tanya Mutiara.


"Iya. Mau ketemu?" tanya Zio.


"Jika diijinkan pak, kemarin kan saya sudah janji juga, mau jenguk bu Suyamti lagi setelah acara kampus." kata Mutiara.

__ADS_1


"Hem, Saya antar." kata Zio berdiri dari duduknya.


Mutiara pun mengikuti Dzen menuju kamar Bu Suyamti yang berada di lantai dua.


__ADS_2