Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung
Sarapan Bersama


__ADS_3

"Ehm, maaf bu, kami tidak pacaran, kami hanya berteman. Kebetulan saya kenal Tiara sudah lama, saat itu Tiara menolong saya." kata Dzen meluruskan kata-kata bu Kanti.


"Owalah, tadi Tiara juga sudah bilang sih, tapi ibu tidak percaya. Hehehe." kata bu Kanti.


"Oya Nduk, ini baju gantimu ya Nduk. Tadi ibu ke kosanmu, maaf, ibu ga berani buka lemarimu, lagian juga di kunci, ibu cuma bawa baju-bajumu yang ada di centelan sama yang dijemur." kata bu Kanti.


"Ya Allah bu, Terimakasih banyak bu, sampe dibawain baju ganti segala. Kunci kamarnya gimana?" tanya Mutiara heran.


"Ya minta sama bu Heni lah Nduk, yang punya kunci serep kan ibu kosmu." jawab bu Kanti.


"Owh, kirain di dobrak bu Hehehe." kata Mutiara bercanda.


"Walah walah walah, ya nanti ibu di gebukin warga sekosanmu lah. Diomelin sama ibu kosmu." komentar bu Kanti.


"Woiya, sama ini ibu bawain tiker, buat ya, kalo mau buat sholat atau apalah, soalnya ibu kira kamu ada di bangsal kelas tiga, ternyata di tempat VIP. Sama ini termos jiga, buat ngompres badan kamu, kalo demam lagi, Atau kalau mau, ya buat bikin kopi atau teh gitu. Sama ini alat mandi, ibu bawain handuk, sama alat mandimu." kata bu Kanti mengabsen apa saja yang dia bawa.


"Dan ini, sarapan buat kamu, ya kalau pagi ini sudah di kasih jatah dari rumah sakit, kalau jatah nya masih nanti siang, kan kamu kasian sedari tadi pagi belum makan." lanjut bu Kanti mengeluarkan beberapa wadah makanan.


"Ya ampun bu, seisi rumah kok sampe dibawa ke sini semua." komentar Mutiara.


"Yo kan biar ngirit Jen." jawab bu Kanti.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel bu Kanti berdering, tanda ada panggilan masuk.


📞Rendi


Halo. Bu. Aku dah di depan rumah sakit.


"Ya, halo. Oh ya. ya. Tunggu wae di situ. Ibu ke sana sekarang yo." kata bu Kanti.


Ya bu


Telpon dari Rendi pun terputus,


"Siapa bu?" tanya Mutiara.


"Rendi. Dia udah jemput ibu." kata bu Kanti.


"Kenapa ga masuk dulu aja bu?" tanya Mutiara lagi.


"Heleh, dia abis ngambil barang dagangan, bajunya masih bau kecut, dia juga belum mandi, bikin malu aja kalau ikut masuk ke gedung rumah sakit. hahaha." jawab bu Kanti.


"Bu Kanti ni bisa aja." komentar Mutiara.


"Yo wis ya nduk, ibu balik ke pasar dulu." kata bu Kanti.


"Oiya bu, bu Kanti mau ke pasar ya? Tiara nitip kunci motor ya bu." kata Mutiara sambil mengambil tas kecilnya, mencari kunci motornya.


"Lha? Terus?" tanya bu Kanti masih bingung.


"Nanti tolong kasihkan mas si Dul aja bu. Nanti motornya biar diambil sepupu saya. Nanti biar Tiara chat mas Si Dul." kata Mutiara.


"Nah, gitu. Kalo ibu suruh ngasih kan si Dul aja ibu sanggup, tapi kalo suruh jelasin ini itu ibu pusing." kata bu Kanti.


"Ini bu kuncinya. Titip ya bu." kata Mutiara sambil memberikan kunci motornya.

__ADS_1


"Ya wis ya nduk, ibu tinggal. Mas Dokter, saya tinggal ya." kata Bu Kanti kepada Dzen dan Mutiara.


"Ya bu. Hati-hati ya bu." kata Mutiara.


"Mari, Saya antar sampai depan bu." kata Dzen.


"Eh, ga usah mas Dokter." tolak bu Kanti.


"Ndak papa bu." jawab Dzen ramah.


"Tiara, saya tinggal anter bu Kanti ke lobi dulu ya." kata Dzen berpamitan.


"Ya dok." jawab Mutiara.


Sepeninggal Dzen dan bu Kanti, Mutiara mengambil ponselnya dan menghubungi Kenzo sepupunya.


📨Mutiara


Ken, sibuk ga? Mbak mau minta tolong. Ambilin motor mbak di pasar.


Tak berapa lama kemudian, bukan balasan pesan yang dia dapat, melainkan dapet telpon dari sepupunya itu.


📞Kenzo


Halo mbak


"Ya, halo Ken. Assalamualaikum."


Wa'Alaikumsalam mbak. hehehe. Mbak Tiara emang dimana? Kok motornya suruh ngambil?


Mbak Tiara sakit?


"Iya. Tapi ini udah lebih baik."


Dirawat dimana mbak?


"Di RSUD."


Okey, Kenzo ambil motornya sekarang.


"Ya Ken, makasih ya."


Ya mbak.


Setelah itu, Mutiara mengirim pesan pada si Dul, tukang parkir langganannya. Tak berapa lama kemudian, sosok dokter muda itu sudah sampai di ruang rawatnya.


"Kaya abis telponan, telpon siapa, Ra?" tanya Dzen.


"Sama Kenzo dok, Sepupu saya." kata Mutiara.


"Owh, dia mau kesini?" tanya Dzen.


"Saya cuma suruh dia ambil motor saya di pasar." kata Mutiara.


"Oiya, sampe kelupaan tadi ga ngurusin motor kamu, Ra. Maaf." kata Dzen.

__ADS_1


"Gapapa dok, tadi juga udah dijagain sama tukang parkir, mas Si Dul." kata Mutiara.


"Owh, ya udah kalau gitu. Oya, kamu makan dulu ya." kata Dzen menyiapkan makanan yang sudah dibawakan oleh bu Kanti.


"Ya dok. Dokter Dzen juga ya. Pasti tadi juga belum sempat sarapan kan?" tanya Mutiara.


"Tau aja kamu, Ra." kata Dzen sambil tersenyum.


"Dok." panggil Mutiara.


"Kalau boleh Tiara tau, Tiara sakit apa dok?" tanya Mutiara.


"Kalau dari hasil tes darah tadi, kamu sakit typhus, Ra." jawab Dzen.


"Itu sebabnya apa ya Dok?" tanya Mutiara penasaran.


"Ya karena faktor kecapekan, dan juga karena faktor pikiran, disaat lambung sedang tidak bersahabat." kata Dzen.


"Maksudnya?"


"Kamu bisa aja sering telat makan, sedangkan fisik dan pikiran kamu sedang terforsir, ditambah daya tahan tubuh kamu sedang kurang fit, sehingga penyakit itu menyerangmu." kata Dzen lagi.


"Owh, begitu ya dok?"


"Ehm, kok, kayaknya panggilannya ganti ya?"


"Maksudnya?"


"Biasanya manggil mas kan?"


"Hehehe, dokter Dzen ini. Saya kan saat ini jadi pasien dokter, dan ini di rumah sakit." kata Mutiara memberi alasan.


"Hem, okey lah. Alasan yang masuk akal." kata Dzen.


"Gapapa kan dok?"


"Iya, gapapa." jawab Dzen sambil mengaduk makanan yang akan dia suapkan kepada Mutiara.


"Ya udah nih, makan dulu." kata Dzen menyodorkan sendok berisi makanan pada Mutiara.


"Eh, Tiara bisa sendiri kok dok." kata Mutiara dengan tersenyum, sambil meraih piring dari tangan Dzen.


"Hem, Okey lah." jawab Dzen.


"Dokter juga ambil makan ya. Kita sarapan bareng." kata Mutiara.


"Okey." kata Dzen, lalu mengambil makan juga di rantang yang dibawakan oleh bu Kanti.


Mutiara dan Dzenpun sarapan bersama, dengan saling bertukar cerita. Hingga terdengar suara pintu diketuk.


Tok tok tok


🌾🌾🌾


Siapa ya kira-kira yang akan masuk? simak di cerita berikutnya ya.

__ADS_1


Mohon tambah dukungannya juga ya buat para readers, jangan lupa tinggalkan jejak dengan klik gambar jempol dan kasih masukan buat Author, dengan menuliskan di kolom komentar ya. Terimakasih banyak pada reader😍


__ADS_2