Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung
Sarapan Bareng


__ADS_3

Sudah menjadi kebiasaan bagi Mutiara, setiap jam dua dini hari Mutiara terjaga, meski tanpa alarm. Saat membuka mata, Mutiara mendengar suara bising seperti film, lalu Mutiara menyapu pandangan. Tampak olehnya seorang laki-laki yang sedang tiduran di sofa sambil memangku leptop. Hampir sama dengan pemandangan tadi malam sebelum tidur. Mutiarapun bangun, sambil membawa tiang penyangga infus nya, hendak ke toilet, tetapi dia berniat untuk menyapa laki-laki yang dikenalnya.


"Oh. Kenzo ternyata." gumam Mutiara saat sudah semakin dekat.


"Mas Dzen kemana?" lanjutnya, sambil tengok kanan kiri.


"Kenzo Kenzo, kebiasaan memang, nonton film apa ditonton film sih." kata Mutiara sambil mengambil leptop yang terpangku di perut Kenzo, lalu di canclenya dan ditutupnya leptop itu, kemudian Mutiara meletakkan leptop itu di meja dekat sofa.


"Sejak kapan Kenzo ke sini ya?" gumam Mutiara lagi, karena Kenzo sama sekali tidak bergeming dari tidurnya.


Mutiarapun bergegas ke toilet, untuk mengambil air wudlu dan dia berniat untuk menjalankan sholat malam. Setelah sholat, dia lanjutkan dengan mengaji hingga pukul empat dini hari. Suara adzan subuh sudah berkumandang, Mutiara yang masih memegang mushaf melihat Kenzo tampak belum ada tanda-tanda mau bangun. Mutiarapun membangunkan Kenzo.


"Ken." panggil Mutiara.


"Kenzo, bangun. Udah subuh." kata Mutiara lagi sambil menggoyang-goyang tubuh Kenzo.


"Hem." suara Kenzo masih enggan untuk bangun.


"Bangun Kenzo. udah subuh. Sholat dulu." kata Mutiara lagi.


"Hem, ya ya ya." jawab Kenzo sambil bangun dari tidurnya, dan mengucek matanya.


"Ah, mbak Tiara ni, ganggu aja!" omel Kenzo dengan cemberut.


"Ish, udah subuh. Bangun!" kata Mutiara lagi sambil mendorong tubuh Kenzo yang enggan berdiri.


"Iya iya mbak. Bentar lah. Masih ngantuk ini." kata Mutiara ketus.


"Ya udah sana, ambil wudlu, biar ga ngantuk lagi." kata Mutiara lagi.


Dengan bermalasan, Kenzo berjalan menuju toilet dan mengambil air wudlu. Setelah keluar dari toilet, Kenzo berniat sholat di ruangan, siap berdiri di sajadah yang sudah tergelar oleh Mutiara yang tadi biat sholat malam.


"Eh, mau ngapain Ken?" tanya Mutiara.


"Ya mau sholat lah, masa' mau mandi?" jawab Kenzo ketus


"No no no, kalau mau sholat, ga disini. Sana ke masjid!" kata Mutiara melarang.


"Yah mbak. Emang kenapa sih? Disini aja lah. Jauh juga ke masjid, entar telat." keluh Kenzo.


"Kamu cowok kan? Ya ga afdhol kalo sholat di sini. Udah sana ke masjid, makannya cepetan biar ga telat!" kata Mutiara lagi memaksa Kenzo sambil mendorong tubuh Kenzo keluar kamar rawatnya.


"Ah mbak Tiara nih." keluh Kenzo lagi saat sudah sampai di luar ruangan.

__ADS_1


Kenzopun berjalan keluar rumah sakit, dan menuju masjid rumah sakit yang terdapat di dekat tempat parkir.


Seusai sholat subuh, Kenzo duduk di teras masjid, sambil memainkan ponselnya.


"Kenzo?" panggil seorang laki-laki.


"Eh, mas Dzen." jawab Kenzo saat melihat laki-laki yang menyapanya.


"Kamu sholat subuh di masjid juga?" tanya Dzen.


"Iya mas. Diusir tu sama mbak Tiara. Ga boleh sholat subuh di ruangan, suruh ke masjid. Katanya ga afdhol laki-laki sholat subuh sendiri." omel Kenzo, yang dikomentari Dzen dengan tersenyum geli.


"Tegas juga tu cewek. Bisa galak juga sama adeknya." batin Dzen tambah kagum dengan gadis cantik yang sudah mengisi hatinya.


"Ya bagus dong." jawab Dzen.


"Ah, mas Dzen sama mbak Tiara emang sama aja. Masalahnya Ken masih ngantuk banget mas." kata Kenzo dengan mulut mengerucut.


"Ya udah, sekarang ikut saya yuk, saya lapar, mau cari sarapan." ajak Dzen.


"Serius mas?" tanya Kenzo berbinar.


"Yup. Kamu lapar juga kan?" tanya Dzen.


"Ya udah yuk." jawab Dzen.


Dzen dan Kenzo pun berjalan menuju warung makan dekat RSUD. Sesampainya di warung makan, Dzen dan Kenzo sama-sama memesan soto untuk sarapan.


"Mas, Mas Dzen kok baik banget sih sama mbak Tiara? Mas Dzen suka ya sama mbak Tiara?" tanya Kenzo polos.


"Uhuk." Dzen tersedak saat sedang memasukkan nasi soto di sendok nya ke dalam mulutnya.


"Eh, maaf mas, maaf. Ini mas, minum dulu." kata Kenzo sambil menyodorkan air mineral pada Dzen.


"Makasih Ken." jawab Dzen setelah meminum air mineral pemberian Kenzo.


"Maaf ya mas, kalau kata-kata saya salah." kata Kenzo menyesal.


"Engga kok Ken, santai aja. Kamu ga salah." kata Dzen.


"Ehm, Ken tau aja kalau saya ada rasa sama mbakmu." lanjut Dzen.


"Hehe, ya tau lah mas. Semalem keliatan banget, kalau mas Dzen tu ga sekedar dokter ngerawat pasien nya, kaya ada sesuatu gitu. Jadi bener nih dugaan ku?" tanya Kenzo.

__ADS_1


Dzen tersenyum dan mengangguk.


"Tapi jangan bilang-bilang sama Tiara ya. Saya khawatir, nanti dia ga nyaman. Saya nolongin dia tulus." kata Dzen.


"Santai aja mas. Ken ga bakal bilang mbak Tiara, malahan, Ken bakal bantu jadi makcomblang kalian deh." kata Kenzo semangat.


"Serius?" tanya Dzen berbinar.


"Yap." kata Kenzo sambil menelan nasi soto nya.


"Ni ya mas, mbak Tiara itu cewek unik, dia itu susah susah gampang orangnya. Dia tu ga gampang nerima cinta cowok, bahkan sampe sekarang, Kenzo belum pernah liat mbak Tiara punya pacar. Kayaknya sih, dia masih suka ngejomblo, sampai tiba saat nya dia ketemu calon suami, alias ga mau pacaran." kata Kenzo.


"Oh... gitu?"


"Iya, kalau mas Dzen emang suka sama mbak Tiara, terus aja dideketin mbak Tiaranya mas, berikan perhatian buat mbak Tiara. Dia itu orangnya ramah mas, dan supel sama cowok mana aja, tapi dia juga suka PHP sih, karena keramahannya dan kesupelannya itulah, banyak cowok yang patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan." kata Kenzo.


"Oya? Emang banyak ya cowok yang naksir sama Tiara?" tanya Dzen.


"Ya banyak lah mas, secara mbak Tiara itu cewek cantik, ramah, pinter." kata Kenzo.


"Ehm." gumam Dzen.


"Tapi mas Dzen tenang aja, Kenzo akan bantu buat deketin mbak Tiara mas." kata Kenzo.


"Mbak Tiara itu, orangnya disiplin, pekerja keras, dan mandiri mas. Meski dia anak bungsu, tapi dia justru lebih mandiri dari kakak kakaknya. Ya mungkin juga karena keadaan sih mas, karena orangtuanya sudah lanjut usia semua, mbaknya sudah pada nikah semua, ikut suami." kata Kenzo lagi.


"Ehm, kalau boleh tau, emang kalian tu aslinya mana sih?" tanya Dzen.


"Solo mas."


"Solo? Saya juga lanjut study program spesialis di solo." tanya Dzen.


"Dimana mas?" tanya Kenzo.


"Di UNS." jawab Dzen.


"Wah, kebetulan banget. Deket tu mas sama rumah kita." kata Kenzo.


"Oya kah? wah kapan-kapan bisa mampir dong nih?" tanya Dzen.


"Bisa mas." jawab Kenzo semangat.


Dzen dan Kenzo pun berbincang banyak hingga mereka habis dua porsi nasi soto. Lalu merekapun kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2