Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung
Telpon Dari Kampung


__ADS_3

Sebuah pesan masuk di Email Dzen, sebuah kabar baik dari kampus nya di Solo.


"Alhamdulillah, jurnalku diterima, dan besok aku diminta untuk ke kampus. Siap!" gumam Dzen saat mendapat kabar baik terkait studynya.


"Ehm, oiya. Tiara kapan ya mau ke Solo? Motornya kan dibawa Ken."


Coba deh aku hubungi dia.


๐Ÿ“จMutiara Hati


Assalamualaikum Tiara. Ehm, maaf. Saya hanya mau tanya, kamu ada rencana ke Solo tidak?


Pesan itu lama tak dibalas.


"Hem, sepertinya Tiara memang masih sibuk di kampusnya." kata Dzen lesu.


"Hem, semoga aku bisa lulus tepat waktu." Dzen berangan.


"Ehm, aku kok kaya udah sreg ya sama Tiara? Apa aku ikuti kata Andi ya, segera menemui orang tua Tiara, dan menyampaikan niat baik ku."


"Ya, coba besok deh, mampir ke rumah Tiara, akan ku pelajari dulu keluarganya." kata Dzen dengan tersenyum sambil menatap foto Mutiara di ponselnya.


Semenjak mengenal Mutiara, Dzen memang sengaja mencari tau tentang sosok gadis itu, melalui sosial Media nya, terutama Facebooknya, disana ada banyak foto Mutiara. Baik foto sendiri maupun foto bersama teman-temannya, ada satu foto yang menarik perhatian Dzen, yaitu foto Mutiara saat sedang piknik di pantai, gadis itu tampak cantik natural dengan gamis berwarna hitam dan jilbab lebar berwarna pink dusty nya. Gadis itu tampak tertawa lepas bersama teman-temannya, namun oleh Dzen, foto itu di crop dan dia simpan, sebagai obat rindu ketika lama tak berkomunikasi dengan gadis baik itu.


๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


Acara kongres mahasiswa sudah selesai dilaksanakan dengan penuh perdebatan sengit antar peserta kongres. Yang berhasil membuat sang notulen memiliki banyak tugas untuk merapikan hasil kongres. Sehingga Siang itu Mutiara dan Fathan harus menyelesaikan dan merapikan hasil kongres, sedangkan peserta yang lain dan beberapa panitia sudah berpamitan pulang sejak dzuhur tadi. Serah terima jabatan juga sudah selesai dilaksanakan.


"Done!" kata Fathan menepuk kedua tangannya.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga." kata Mutiara sambil menutup leptopnya.


"Makasih ya Ra, udah bantu selesaikan hasil kongres dengan baik." kata Fathan selaku pimpinan sidang.


"Iya kak, sama-sama. Tiara juga makasih, kak Fathan udah bantuin Tiara beresin AD/ART yang baru." kata Mutiara dengan tersenyum.


"Duh, Ra. Jangan senyum lah, bikin aku diabetes tau, hahaha." kata Fathan bercanda.


"Hehe, kak Fathan ni ada ada aja. Ya kali Tiara cemberut kak." kata Mutiara mengomentari.


"Oya Ra, pulang mu dijemput atau gimana?" tanya Fathan dengan memulai aksi modusnya.


"Tiara bareng aku." kata Meylani tiba-tiba muncul diantara mereka.


"Kenapa? Mau modusin Tiara, diajak pulang bareng?" tanya Meylani menebak gerak gerik sahabatnya.


"Astaga Mey, aku kira kamu dah pulang." kata Fathan sewot.

__ADS_1


"Aku udah janjian sama Tiara buat pulang bareng." kata Meylani.


"Oh. udah Janjian?" tanya Fathan kikuk.


Mutiara hanya tersenyum menanggapi kedua kakak tingkatnya itu.


"Iya kak, udah. Makannya Tiara santai aja, karena ada mbak Mey yang masih setia menanti Tiara beresin kerjaan ini." kata Mutiara.


"Lagian, kamu mau ngajak Tiara pulang bareng, naik motor gedemu itu? Lihat, Tiara bawa banyak barang, jadi ga bisa kalo cuma naik motormu itu." kata Meylani memberi alasan.


"Iya juga sih." kata Fathan sambil nyengir.


"Satu lagi, kamu jangan coba-coba modusin Tiara ya, karena Tiara udah ada yang punya." kata Meylani mengultimatum.


"Tiara udah punya calon?" tanya Fathan.


"Udah." jawab Mey cepat. Sedangkan Mutiara menggeleng.


"Gimana sih, Tiara menggeleng, kamu bilang udah. Yang bener siapa?" tanya Fathan bingung.


Meylani memberi isyarat pada Mutiara untuk diam.


"Ya aku lah. Tiara cuma ga mau aja ada orang lain tau kalau dia itu udah punya calon." kata Meylani.


"Kalau orang islam yang baik sejenis Tiara nih, mereka berprinsip, bahwa menyembunyikan pertunangan itu lebih baik, hingga tiba waktu pernikahan. Iya kan Tiara?" kata Meylani, mengedipkan matanya memberi isyarat agar Mutiara mengiyakan.


"Oh, okey deh. Siap. Sorry ya Tiara." kata Fathan sungkan.


"Iya kak. Gapapa." jawab Mutiara.


"Dah ya Than, aku duluan." kata Meylani pamit.


"Okey, Mey. Ati-ati, ga usah balap-balap." kata Fathan mengingatkan.


"Okey. Kamu juga ya." kata Meylani sambil jalan bersama Mutiara meninggalkan Fathan.


Sesampainya di mobil Meylani, Mutiara dan Meylani pun segera melaju menuju kosan Mutiara.


"Sorry ya Ra, tadi aku bilang kaya gitu. Aku ga bermaksud gimana-gimana. Ya cuma biar Fathan ga godain kamu aja Ra, dia itu playboy. aku ga mai aja, cewek baik-baik kaya kamu sering di modusin cowok model Fathan." kata Meylani sambil fokus menyetir.


"Iya mbak, tadi awalnya Tiara ga paham mbak, tapi setelah mbak Tiara ngasih penjelasan tadi, Tiara jadi paham maksud mbak Mey." kata Mutiara.


"Aku sama Fathan itu udah sahabatan lama Ra, sejak kita SMP, tu orang emang hobi banget gonta ganti cewek. Dan aku juga udah paham betul sifat dia, jadi until gadis baik-baik kaya kamu gitu, aku emang lebih jagain jarak antara kalian, bukan maksud aku cemburu atau gimana, aku cuma ga mau kalian berlanjut lebih jauh, karena kan kalian juga beda akidah." kata Meylani menjelaskan panjang lebar.


"Oh, iya mbak. Malah Tiara makasih banget, mbak Mey peduli banget sama Tiara." kata Mutiara.


"Santai aja Ra." kata Meylani.

__ADS_1


"Tapi, mbak Mey jujur deh sama Tiara, mbak Mey suka ga sih sama kak Fathan?" tanya Mutiara.


"Fathan? Engga lah Ra, aku cuma anggep dia sahabat aja, ga lebih." jawab Meylani.


"Kalau kak Rico?" tanya Mutiara.


"Ih, kenapa jadi nanyain makhluk itu sih?" tanya Meylani berubah mood.


Mutiara hanya tersenyum. Dari gerak gerik Meylani, sudah kelihatan, kalau Meylani sebenarnya suka dengan Rico, hanya saja dia gengsi, lagipula Rico juga tidak terlalu peka dengan Sinyal dari Meylani.


Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba ponsel Mutiara berbunyi, tanda ada panggilan masuk.


"Maaf mbak, Tiara angkat telpon dulu ya mbak.


"Okey."


๐Ÿ“žIbu


'Assalamualaikum Tiara.' suara yang sangat dirindukan Mutiara, ibu Murni.


"Wa'alaikumsalam. Iya bu? Ada apa bu?" tanya Mutiara.


'Tiba'e Ken udah pulang to? Lha kamu kapan Nduk? Bapakmu udah kangen katanyam' kata bu Murni.


"Oh, iya bu. Ken pulang duluan kan karena paklik kecelakaan to bu? Ini Tiara masih ada kegiatan di kampus bu, Dan kebetulan ini Tiara masih ada tugas juga dari pak Dosen bu. Tiara selesaikan dulu ya bu, InshaaAllah kalau ga besok siang ya sabtu pagi bu, Tiara dari sini." kata Mutiara memberi pengertian.


"Tapi bapak sehat to bu?" tanya Mutiara.


'Iyo Nduk, alhamdulillah sehat, tapi bapakmu nanyain kamu terus, kapan kamu pulang, katanya kangen.'


"Nggih bu, InshaaAllah Tiara usahain Jum'at sore Tiara udah sampe rumah ya bu." kata Mutiara kemenangan orangtuanya.


'Tenan Nduk? Lha tapi katanya, Motormu dibawa Ken, lha pulang mu gimana?'


"InshaaAllah nanti ada kendaraan buat pulang ke Solo." kata Mutiara mencoba menenangkan ibunya.


'Ya wis kalo giti nduk, kamu hati-hati pokoke, jaga kesehatan nya. Ibu kasih tau bapak yo.' kata bu Murni.


"Lha ini bapak mana bu? Tiara mau bicara." kata Mutiara.


'Ndak usah nduk, kata bapak, bapak ga mau bicara sama kamu, bapak muanya ketemu kamu.' kata bu Murni.


"Oh, nggih bu. Tunggu Tiara balik ya bu." kata Mutiara.


'Ya nduk. Ya wis. Assalamualaikum. Jaga kesehatannya yo, gek pulang.' jawab bu Murni.


"Nggih bu, InshaaAllah. Ibu bapak juga nggih. Wa'alaikumsalam." kata Mutiara

__ADS_1


Sambungan telah diakhiri, Mutiara dan Meylani telah sampai di gang masuk ke kosan Mutiara. Meylanipun pamit tidak mampir, karena dirinya juga ingin segera beristirahat setelah jadwal kongres kemarin sangat padat dan melelahkan.


__ADS_2