Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung
Pasar Malam


__ADS_3

Seusai sholat dzuhur, Mutiara dan kedua temannya menuju ke kantin untuk makan siang.


"Hhhh, hari ini hari yang menegangkan tau ga? Bikin laper." kata Mila sambil mengaduk nasi soto nya.


"Iya, bener banget. Yang bikin tegang itu, pengawasnya, nyebelin banget! Dimana-manaa ni ya, dosen tu longgar, kalaupun ada yang tanya temen sana sini aja boleh kok, kenapa ini tadi ga boleh? Untung aja tadi mata kuliah nya ga terlalu sulit." imbuh Nadia.


"BeTeWe ni ya, aku heran deh sama Tiara, kamu ni kok ya betah sih, Ra jadi asistennya pak dosen killer satu itu?" tanya Mila heran.


"Iya ni, sampe sering makan ati tu. Makannya dia kemarin sampe masuk rumah sakit." kata Nadia membubuhi.


"Kalian ini, ga baik ngomongin orang kaya begitu." kata Mutiara menasehati.


"Hem,,,mulai deh bu ustadzah bakal ceramah." kata Mila sambil menyendokkan nasi soto nya kedalam mulutnya.


"Tapi asli nyebelin banget tu pak dosen mata elang itu. Tadi kan jadinya aku harus ngeluarin jurus pengawuran." omel Nadia.


"Makannya, kalau mau ujian itu belajar dulu. Dan kalau belajar itu, ga cuma pas mau ujian aja, setiap abis dapet perkuliahan, kita pelajari lagi, kita sering-sering baca buku referensi. Jadi biar saat ujian, kita ga bingung." kata Mutiara.


"Yah, itu mah kamu, Ra. Si kutu buku." protes Mila yang memang tidak suka baca buku.


"Eh Mil, ini sabtu kan ya? Entar malem udah mulai ada pasar malem kan ya di Alun-alun?" tanya Nadia.


"Oiya Nad, bener. Entar malem ke pasar malem yuk." ajak Mila.


"Ayuk. Itung-itung refreshing abis emosi hari ini tadi." kata Nadia.


"Iya. Biar besok senin, pas ujian Sistematika pendidikan, kita ga ngeblong." kata Mila.


"Ra, kamu ikut ya." ajak Nadia.


"Hem? Kemana?" tanya Mutiara yang tadi tidak terlalu memperhatikan obrolan kedua sahabatnya. Mutiara teringat oleh kejadian di kelas tadi, saat Zio menyebut nama 'Shanum' dengan wajah yang cerah.


"Siapa Shanum itu? Apa calon istrinya pak Zio?" batin Mutiara.


"Ke pasar malem, Ra. Jarang-jarang lho ada pasar malem. Ini mumpung ada, Ra. Malem minggu besok, pasti kamu udah mudik 'kan?" kata Mila.


"Ehm, gimana ya?" kata Mutiara berfikir.


"Ga usah gimana-gimana. Pokoknya nanti kita samperin. Kamu harus ikut! Entar aku deh yang traktir." kata Nadia memaksa.


"Lagian ni ya, Ra. Kamu kan mau mudik, nah, dipasar malem banyak penjual mainan dan furniture. Kan lumayan tuh, bisa buat oleh-oleh keponakan kamu di kampung, atau buat adik-adik TPQ kamu." kata Mila meyakinkan.


"Yup, daripada beli di toko?" imbuh Nadia.


"Ehm, ya... boleh deh." jawab Mutiara.


"Tapi ..." kata Mutiara lagi.


"Tapi apa?" tanya keduanya berbarengan.


"Malam ini nanti aku turutin ajakan kalian. Tapi besok pagi, kalian turutin ajakanku, gimana?" kata Mutiara memberi tawaran balik.

__ADS_1


"Mau ngajak kemana, Ra?" tanya Nadia.


"Pengajian." jawab Mutiara.


"Ehm, pengajian?" kata Mila dan Nadia ragu sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. Mila dan Nadia berpandangan, memberi isyarat bertanya satu sama lain.


"Kajian ahad pagi di masjid agung. Mulainya jam tujuh kok, engga pagi banget." kata Mutiara.


"Ehm, gimana Mil?" tanya Nadia.


"Ya udah, Okey, Ra. Besok kita mau ikut kajian." kata Mila memutuskan.


"Beneran?" tanya Mutiara kurang yakin.


"Beneran, Ra." jawab Mila.


"Okey. Nanti malam, samperin aku ya." kata Mutiara dengan tersenyum.


"Siap bu ustadzah." jawab Mila dan Nadia bersamaan.


Lalu mereka melanjutkan menikmati soto mereka hingga habis. Kemudian mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan ujian di kelas.


🌾🌾🌾


"Dzen?" gumam Shanum saat melihat sosok wajah laki-laki yang keluar dari kaca jendela. Sosok pria idaman dia sejak SMP, yang berhasil masuk kedalam relung hatinya hingga kini.


"Kamu ngapain di situ?" tanya Dzen.


"Ehm, nunggu kendaraan umum Dzen." jawab Shanum.


"Mau pulang." jawab Shanum.


"Ya udah, bareng aku aja yuk." kata Dzen, lalu keluar dari mobilnya, dia membukakan pintu sebelah kiri untuk Shanum.


"Masuk Num." kata Dzen.


"Ga usah Dzen, merepotkan." kata Shanum sungkan.


"Ga masalah. Santai aja. Lagian udah malem lho Num, ga baik perempuan single kaya kamu dipinggir jalan sendirian kaya gini. Bahaya." kata Dzen mengingatkan.


"Ehm, okey lah." jawab Shanum, yang akhirnya ikut masuk mobil Dzen.


"Ya Tuhan, mimpi apa gue semalem? Bisa ketemu Dzen, dan bahkan kita duduk dalam satu mobil. Apa ini JawabanMu Tuhan?" batin Shanum kegirangan.


"Dari mana tadi, Num?" tanya Dzen ramah.


"Tapi sih, dari sekolahan, pulang sore, terus mampir di Kafe Jingga, karena ada janji sama temen. Eh, pas mau pulang, tadinya gue mau pesen Grab, tapi HP gue off, lupa tadi ga gue chas, dan pas gue cari, chas dan PB gue ketinggalan di asrama. Ya udah, gue berencana naik bus atau kendaraan umum gitu. Malah ketemu elo." kata Shanum senang.


"Oh, gitu? Pake ini dulu coba, dichas di mobil dulu. Kebetulan aku juga bawa PB, tapi di tas, nanti aku ambilin." kata Dzen sambil menunjukkan kabel data.


"Oh, ya Dzen. Thank's ya." kata Shanum sambil memasang kan ponselnya di kabel data.

__ADS_1


"Bisa masuk kan?" tanya Dzen.


"Bisa Dzen." jawab Shanum.


"Oya, udah makan belum?" tanya Dzen.


"Tadi pas di kafe, gue cuma pesen minuman sih, karena tadi dari asrama udah makan." jawab Shanum.


"Brati belum makan, 'kan?" kata Dzen memastikan.


"Belum. Kenapa emangnya? Mau nraktir?" tanya Shanum basa basi.


"Tau aja. Kita ke alun-alun ya, yang suasananya enak." kata Dzen yang mengingat beberapa waktu lalu makan malam bersama Mutiara di alun-alun.


"Ya, gue ngikut lo aja Dzen." jawab Shanum.


Merekapun sampai di alun-alun, dan betapa terkejutnya Dzen, ternyata disana ada acara pasar malam.


"Wah, kebetulan banget Num, ada pasar malem disini." kata Dzen.


"Iya ya Dzen, pasti seru tu Dzen ke sana." kata Shanum berbinar.


"Kamu mau ke sana?" tanya Dzen.


"Ehm, gue belum pernah liat pasar malem Dzen, boleh dianter ke sana dulu ga?" tanya Shanum.


"Ya boleh banget lah." jawab Dzen.


Dzenpun mencari tempat parkir untuk mobilnya, dia menepikan mobilnya, lalu Dzen dan Shanum berjalan beriringan dari parkiran menuju alun-alun sambil mencari tempat makan yang cocok terlebih dahulu.


"Kita cari makan dulu ya, Num. Aku udah laepr banget soalnya." kata Dzen.


"Iya Dzen." jawab Shanum yang terus menatap Dzen.


"Dzen, gue seneng banget bisa jalan bareng sama elo kaya gini. Ini impian gue sejak lama Dzen. Elo ga pernah berubah Dzen, tetep Dzen yang dulu, yang ramah dan baik serta perhatian." Batin Shanum.


"Oiya Num, kamu udah sholat belum?" tanya Dzen.


"Ehm, belum Dzen. Emang elo udah?" tanya Shanum.


"Udah, tadi sebelum ketemu kamu, aku udah mampir di masjid deket Kafe Jingga buat sholat maghrib. Makannya tadi abis dari masjid, aku liat kamu." kata Dzen.


"Terus, gimana dong?" tanya Shanum.


"Ya udah, kita nyari makan deket masjid itu aja ya." kata Dzen menunjuk sebuah kubah masjid.


"Okey." jawab Shanum.


"Ya udah yuk, keburu telat sholatmu." kata Dzen yang tak sadar menggandeng tangan Shanum.


"Dzen, ini gue ga ngimpi kan? Elo gandeng tangan gue." batin Shanum. Ada desiran hangat di dada kirinya.

__ADS_1


🌾🌾🌾


Ehm, gimana kelanjutan ceritanya ya? Mutiara juga mau ke pasar malem ya? Kira-kira mereka ketemu ga ya? Simak cerita berikutnya ya dear...πŸ˜‰


__ADS_2