
Pagi hari, seperti biasa Mutiara bangun sejak jam setengah tiga dini hari, sholat malam lalu berlanjut untuk pergi ke pasar. Hingga jam tujuh pagi, Mutiara sudah selesai tugas dan pulang ke kosan nya, begitu rutinitas setiap paginya.
Pagi itu, Mutiara hendak mandi, tiba-tiba bu Sri datang ke kamarnya.
"Tiara, ini ada kiriman sarapan buat kamu." kata bu Sri memberikan paket makanan.
"Sarapan?" tanya Mutiara heran.
"Kami ga mesen?" tanya bu Sri.
Mutiara menggeleng.
"Tapi kurirnya tadi bilang, atas namamu." kata bu Sri sambil menyerahkan bungkusan nasi box.
"Oh, ya bu. Terimakasih ya bu." kata Mutiara.
"Udah, paling dari penggemar setia mu. Dimakan aja, lumayan kan, ga usah beli sarapan di luar." kata bu Sri sambil berlalu.
"Hehe, iya bu. Tau aja." kata Mutiara sambil menerima nasi box itu.
Mutiarapun masuk ke kamarnya dan membuka isi nasi box itu, nasi itu nasi kuning berbentuk love dengan isian lengkap dan toping yang lengkap pula. Dia menduga, nasi box ini dari Dzen lagi, seperti kala itu, saat sore sore dia pulang dari toko buku.
Namun, sebelum dimakan, dia cari leganya dulu, Mutiarapun mengirim pesan pada Dzen.
📨Mas Dzen
Assalamualaikum, mas. Apa pagi ini mas Dzen pesen gofood?
Tak menunggu waktu lama, pesan itu dibalas
📩Mas Dzen
Wa'alaikumsalam. Iya Tiara. Selamat ulang tahun ya. Semoga kamu suka, dihabisin ya, biar ga mubadzir😉
Mutiara tersenyum senang, dia justru baru ingat, kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Kemudian Mutiarapun kembali membalas pesan Dzen.
📨Mas Dzen
Yaa Allah, mas Dzen kok tau kalo Tiara hari ini ulang tahun? Terimakasih banya ya mas😊
📩Mas Dzen
Tau dong, mas akan mencari tau apapun tentang kamu Tiara, termasuk hari lahirmu😉 semoga panjang umur, tambah yang baik baik ya.
📨Mas Dzen
Aamiin... 😄Gitu ya? Sekali lagi terimakasih mas. Mas Dzen juga, semoga panjang umur,murah rejeki, dan semua do'a baik pun kembali untuk mas Dzen
📩Mas Dzen
__ADS_1
Aamiin. Ya udah, ngobrolnya dilanjut nanti ya, mas mau siap-siap berangkat ke rumah sakit dulu ini. Maaf ya, selamat sarapan Mutiara Hati😊😉
📨mas Dzen
Oh, ya mas. Fii Amanillah. Hati-hati mas.
📩mas Dzen
Ok
Kemudian Mutiara segera menyantap makanan penggunggah perut laparnya yang sejak tadi demo minta diisi amunisi. Hingga tak bersisa, kemudian Mutiara berangkat kuliah, hari ini cukup santai, karena jam kuliahnya agak siang.
Sesampainya di kampus, Mutiara membaca-baca buku Novel yang dia pinjam dari perpustakaan kampus kemarin. Tak lama kemudian dua sahabatnya datang.
"Selamat ulang tahun Mutiara Hati." kata Mila dan Nadia bersamaan sambil memeluk Mutiara dari belakang.
"MaasyaaAllah, kalian ini. Terimakasih ya." kata Mutiara tersenyum senang dengan kedua sahabatnya.
"Ehm, betewe, hadiah ulang tahunnya, nanti pas pulang kuliah ya Ra. Entar pulang kuliah, kamu harus mau ikut kita." kata Nadia.
"Kemana?" tanya Mutiara.
"Ada deh." kata Mila.
"Yang jelas, kita mau have fun." kata Nadia.
"Hem... gimana ya?" kata Mutiara sambil berfikir.
"He em. Kalo ada rapat ormawa, ijin dulu." imbuh Nadia.
"Haha, gitu amat sih?" tanya Mutiara geli sendiri lihatnya.
"Iya lah, karena belum tentu, tahun berikutnya kita masih bisa bareng kan? Kita dah semester tua, bisa aja udah mulai sibuk KKN, praktek, skripsi. Iya kan?" kata Nadia menjelaskan alasannya.
"Hem, gitu ya? Okey. InshaaAllah." kata Mutiara tersenyum bahagia.
"Yey... " kata Mila dan Nadia kegirangan.
Merekapun fokus dengan perkuliahan pagi ini. Hari ini, di kelasnya memang hanya ada dua mata kuliah saja, setelah dzuhur nanti, mereka sudah free.
Setelah sholat dzuhur, Saat di masuk, Kenzo datang menghampiri Mutiara dengan misi yang bisa ditebak.
"Mbak, pinjem motornya dong. " kata Kenzo.
"Buat apa?" tanya Mutiara.
"Tugas kelompok." jawab Kenzo
"Ya udah, ini. Hati-hati bawa motornya."
__ADS_1
"Okey." jawab Kenzo.
"Mbak Mila, mbak Nadia, Ken Nitip mbak Tiara ya." kata Kenzo.
"Okey, siap Ken." kata Mila.
Setelah sholat, Nadia yang memang membawa mobil, membawa serta dua sahabatnya menuju mall yang ada di dekat kampus mereka.
"Kita kenapa ke sini? Mau Shoping?" tanya Mutiara heran.
"Pokoknya Have Fun Tiara, ini, aku ada tiga tiket masuk bioskop." kata Nadia sambil menjembreng tiga tiket nonton bioskop yang dia beli kemarin.
"Jadwalnya masih nanti abis ashar. Gimana sambil nunggu filem. Kita main dulu." kata Nadia yang di iya kan oleh kedua temannya.
Nadia, Mila dan Mutiarapun bermain game di mall. Mulai dari permainan yang mudah, hingga yang cukup sulit. Mereka bermain tak mengenal lelah, Mutiara yang kebetulan memainkan banyak permainan, dan sering menang, akhirnya menghasilkan banyak tiket.
Saat penghitungan Tiket, Mutiara mendapatkan hadiah boneka beruang yang cukup besar.
Kemudian merekapun masuk ke bioskop untuk menonton film dengan tema romansa. Menjelang maghrib, mereka baru keluar dari Mall. Nadiapun mengantar dua sahabatnya pulang ke tempat tinggal masing-masing.
"Terimakasih banyak ya Nadia, Mila." kata Mutiara Bahagia.
"Kamu bahagia kan Ra?" tanya Nadia.
"Iya, kau seneng banget kok." kata Mutiara.
"Anggap aja itu bonekanya buat hadiah ulang tahun dari kita ya Ra." kata Nadia.
"Hehe, iya iya. Sekali lagi terimakasih ya."
"Iya. Ya udah ya Ra, kita duluan. Kamu rehat ya, jangan lupa, besok minggu kita kondangan ke tempat pak Zio." kata Mila.
"Okey, siap. Udah belanja baju baru juga kok." kata Nadia yang tadi memang setelah bermain game, mereka jalan-jalan dulu mencari busana untuk acara pernikahan dosen tampan mereka.
Sesampainya di kosan, Mutiara lagi-lagi dikejutkan oleh sebuah hadiah kotak berwarna pink dusty, dengan hiasan pita di atas nya, yang disampaikan oleh ibu kos.
"Tiara, ada titipan nih dari seseorang." kata bu Sri memberikan kotak hadiah itu.
"Dari siapa bu?" tanya Mutiara heran.
"Dibuka aja, katanya di dalam ada suratnya kok." kata ibu kos.
"Oh, ya bu. Sekali lagi, terimakasih banyak ya bu." kata Mutiara sungkan.
Sesampai nya di dalam kamar, Mutiara membuka kotak itu, dan betapa terkejutnya Mutiara, di dalam kotak itu, terdapat hadiah Dress dengan warna merah maroon yang dipadukan dengan warna pink, beserta jilbab lebar, yang berwarna pink juga, senada dengan dress-nya, serta sebuah bros warna emas berbentuk bunga mawar. Ada sepucuk surat di dalam kotak itu. Mutiara benar-benar penasaran dengan sang pengirim. Siapa gerangan yang mengiriminya dress. Dibukanya surat dengan kertas berwarna biru muda itu, dengan perasaan dag dig dug tak karuan.
[ Dear: Mutiara Hati
Assalamualaikum. Selamat hari lahir yang ke 22 Tiara. Semoga kamu bahagia selalu, dan sehat selalu, bertambah semua yang baik baik dan semoga apa yang kamu harapkan bisa terkabul. Semoga dress ini bermanfaat bagimu, dan semoga kamu suka. Mohon dipakai ya untuk acara di kondangan besok.
__ADS_1
Dariku, orang yang menyayangimu]
Mutiara kembali mengernyit, dikiranya diakhir kata akan ada nama pengirimnya, namun ternyata tidak ada. Kemudian Mutiara bingung, harus bagaimana, namun, setelah dipertimbangkan, diapun menyimpan dress itu, dan akan dia pakai besok di hari pernikahan Zio dan Shanum, sesuai keinginan sang pemberi.