Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung
Gadis Baru


__ADS_3

"Ehem." sebuah deheman yang tak asing bagi Mutiara.


"Ya Allah Kenzo, ngapain kamu disitu? Ngagetin aja." kata Mutiara.


"Lagian mbak Tiara nih. Ngeliatin mas Yusuf, gitu banget." kata Kenzo.


"Gitu gimana?" elak Mutiara.


"Ya gitu. Kaya, orang lagi merasakan suatu rasa bernama kagum." kata Kenzo dengan gaya sok puitis.


"Alah, Ken,,, sok tau kamu." komentar Mutiara.


"Ih, serius. Beneran mbak." kata Kenzo.


"Ah, udahlah. Kamu ngapain ke sini? Mau ada perlu apa?" tanya Mutiara to the poin, karena sudah hafal dengan sepupunya yang selalu ada maksud jika mencari dirinya ke kelasnya.


"Hehe, tau aja mbak." kata Kenzo sambil meringis kuda dengan tangan kanan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Ada apa?" tanya Mutiara lagi.


"Biasa, mau minjem motor." kata Kenzo.


"Buat apa? Kapan?" tanya Mutiara.


"Sekarang mbak, buat kerja kelompok." kata Kenzo.


"Si Dul ga masuk mbak, jadinya aku ga ada boncengan." lanjut Kenzo.


"Owh, ya. Tapi nanti kalau udah selesai, jemput mbak ya." kata Mutiara sambil memberikan kunci motornya.


"Ya mbak. Siap." kata Kenzo dengan senang hati.


"Hati-hati. Isi bensin nya." kata Mutiara.

__ADS_1


"Beres." jawab Kenzo sambil berlalu.


Mutiara hanya geleng-geleng kepala menghadapi sikap adik sepupunya. Lalu diapun melanjutkan langkahnya hendak menuju ke dalam kelas.


💞💞💞


Siang itu, Shanum beristirahat di ruang kerja milik om nya. Merasa ruangan itu privat, sehingga Shanum tiduran di sofa dengan melepas jilbabnya. Dia mulai merasa mengantuk, setelah dari rumah sakit tadi dia meminum obat.


"Pak Yuda." panggil seseorang yang tiba-tiba membuka pintu ruangan Yuda tanpa permisi.


"Astaghfirullah!" pekik Shanum langsung menyambar jilbabnya, saat melihat ada seorang laki-laki asing masuk ruangan om nya.


"Eh, siapa kamu?" Zio menginterogasi.


"Heh, Harusnya saya yang tanya, siapa kamu, ngapain kamu masuk ruangan orang ga sopan, ga ketuk pintu, ga ucap salam, apa kamu tu ga diajarin tata Krama sama orangtua kamu hah?"omel Shanum dengan berdiri tangan satu memegang jilbab pashmina nya, tangan satunya menunjuk-nunjuk Zio dengan nada marah.


Zio yang merasa direndahkan harga dirinya, karena diomelin gadis tak dikenal langsung berubah air mukanya. Wajahnya semakin garang dan memerah, dia masuk dan mendekat ke arah gadis itu.


"Siapa kamu?" Zio kembali menginterogasi


"Ehm. Saya, saya... Saya Shanum, keponakannya om Yuda." kata Shanum dengan memegang erat jilbabnya dan berjalan mundur saat melihat kegarangan laki-laki dihadapannya.


"Ngapain kamu disini?" tanya Zio lagi.


"Nunggu om, katanya om Yuda ada meeting, gantiin bos nya yang lagi ada tugas di kampus." jawab Shanum dengan mengisi bahan bakar keberanian yang tersisa.


"Owh, Pak Yuda sudah diruang meeting?" tanyaa Zio lagi.


"Iya." jawab Shanum dengan mengangguk.


Meski ketakutan, Shanum bisa mencium aroma parfum Zio yang segar, membuat dirinya justru merasa ada rasa tertarik pada laki-laki yang belum dikenalnya. Perlahan, Zio menjauhkan diri dari gadis itu, dan berjalan membelakangi gadis itu, kembali menuju pintu.


"Kalau dia sudah selesai, suruh dia masuk ke ruangan saya." kata Zio sembari melangkah keluar ruangan.

__ADS_1


"Memang kamu siapa?" tanya Shanum dengan wajah polos tanpa dosa.


Ziopun kembali menoleh ke arah gadis itu dengan menatap tajam wajah gadis itu, tanpa kata, Zio hanya menatap garang gadis itu, membuat Shanum menunduk karena ketakutan.


"Zio." jawab Zio sambil menutup pintu ruangan Yuda.


"Zio?" gumam Shanum yang masih tak sadar bahwa laki-laki yabg tadi diomelin itu adalah atasan om nya.


"Astaghfirullah. Itu tadi Zio? Anaknya pak Anggoro? Ya Allah, nyeremin amat wajahnya?" gumam Shanum.


"Meski garang, tapi ganteng juga sih." lanjutnya sambil kembali mengingat wajah garang laki-laki yang telah membuat dirinya ketakutan.


Shanumpun kembali merebahkan dirinya di sofa dan melanjutkan memainkan ponselnya.


Sedangkan Zio yang tadi sempat shok dengan kejadian yang baru saja terjadi diruang asistennya, segera masuk ke ruangan nya, dan membuka-buka file yang tertumpuk, yang harus segera dia cek.


"Gila, baru kali ini gue di omelin sama cewek sampe kaya gitu." gumam Zio sambil memainkan pulpennya, karena fikirnanya sedang terganggu oleh kehadiran seorang gadis unik di kantornya.


"Tapi, unik juga sih." gumam Zio lagi.


Ah, sial. Ngapain juga gue mikirin tu cewek?" rutuk Zio pada dirinya sendiri.


"Eh, iya. Ini kan?" kata Zio saat melihat sebuah buku diary yang diberikan bi Saodah tadi pagi, saat bersih-bersih.


"Punya siapa ya?"


Ziopun teringat oleh mamanya saat bi Saodah menemukan buku itu.


"Coba deh Zi, kamu tanyain ke Mutiara, siapa tau ini miliknya." kata bu Suyamti.


"Ah, nambahin kerjaan aja nih."Komentar Zio dengan nada mengeluh.


💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2