Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
99


__ADS_3

masih di kediaman nya Revan dan sintya .


sudah larut malam dan Aldo juga sudah mulai mengantuk jadi dia memutuskan untuk pulang ke rumah orang tua nya Revan .


"pah Aldo ngantuk.."


"kamu ngantuk? ya sudah kalo ngantuk kamu tidur nak " sahut Revan


"Aldo mau pulang ke rumah nenek aja,aldo besok sekolah "


"ya udah kalo mau pulang cium om dulu " sahut raga


"enggak mau"


"eh kamu jangan gitu sama om nanti kalo om usah punya bayi lagi kamu gak di sayang lagi sama om gimana? nanti om raga gak mau jemput kamu kalo papah sibuk kerja "


"ya udah deh" Aldo langsung menyodorkan pipi nya kepada raga . dengan gemas raga langsung mencium pipi Aldo yang cabie


"kamu kok gendutan" tanya raga sambil menyentuh perut nya Aldo


dengan segera Aldo kabur dari pelukan nya raga dan lari ke luar kamar. yang juga di susul oleh raga dan Revan .


"mah kita pulang ya Aldo ngantuk " ucap Aldo kepada Ririn


"hah pulang ? memang nya kamu gak mau nginap di sini tadi kata nya kangen " sahut Ririn. seperti nya ririn menginginkan kalo Aldo menginap di rumah nya Revan jadi dia juga bisa nginap . yah bisa saja ada sesuatu yang di rencanakan nya


"enggak mah besok Aldo harus sekolah kan Aldo tidak bawa baju "


"ya sudah kalo begitu kita pulang "


Aldo dan Ririn pun pamitan untuk pulang


setelah Ririn pulang raga mulai mencerocos dengan bebas nya

__ADS_1


*Lo berdua kenapa bolehin Ririn masuk ke dalam rumah Lo? emang Lo gak takut rumah tangga Lo di ganggu nya? dan Lo juga jadi lelaki gak tegas banget sama mantan istri Lo itu mantan istri Lo itu berbahaya! entar kalo ada apa apa di rumah tangga Lo terus Sintya kabur lagi Lo repot nya ke gua juga Lo pasti cari gua atau istri gue "


"gue gak sebodoh itu" ucal Revan sambil mendorong kepala raga dengan geram nya " kalo bukan Aldo juga dia pasti gua usir masuk ke dalam rumah gue! tapi ada Aldo Aldo anak gua tadi aja Aldo nangis liat gue berantem terus sama Ririn! gue gak mau buat anak gue sedih! ngerti gak Lo?" Revan kembali mendorong kepala nya raga


"terus bagaimana dengan Lo sin? emang Lo gak keberatan atau cemburu gitu?" tanya intan kepada Sintya


"nah betul tuh apa kata bini gua? emang Lo gak cemburu"


"yah cemburu sih tapi Revan kan gak sama dia juga Revan kan selama ada Ririn dia cuman di kamar sama gue"


"hhhm iya sih.. ya udah lah terserah mereka "


"kita bahas yang lain aja " ucal Revan "kalo Lo kesini buat me interview gue dan istri gue aja mending Lo pulang deh" ucap Revan yang begitu geram kepada raga.


----+-----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷-----


tiga hari kemudian


sudah tiga hari Deni tidak menemui dewi dan berkunjung ke rumah sakit selama tiga hari itu juga Deni tidak menemui Bella entah kenapa perasaan nya seperti hancur setelah tujuan baik nya kepada Dewi malah di tolak mentah mentah pada Heri


"hhhm ada apa lagi nh cewe" ucap deni dengan suara garau bangun tidur nya, seperti nya sudah males dengan Bella bahkan dia juga males untuk membuka pesan nya


" kamu belum bangun ya? jadi telepon aku gak gak angkat? kamu kemana aja beberapa hari ini gak ada kabar? "


"kamu hari ini jemput aku gak?" pesan yang di kirimkan Bella pada Deni namun Deni tidak menbalas pesan nya Bella


beberapa menit setelah Deni membuka pesan dari Bella Bella langsung menelpon.


"ada apa?" sahut Deni males


"kamu kemana aja? kenapa gak ada kabar ?"


"aku gak kemana mana ada kok di rumah"

__ADS_1


"terus kenapa kamu gak pernah hubungi aku lagi? kamu marah ya sama aku? apa salah aku?"


"aku gak marah sama kamu aku cuman gak mau hubungi kamu dan aku juga gak mau di bilang nanti nya permainkan perasaan kamu! maaf bell aku gak ada rasa sama kamu "


"kamu tega banget sama aku? terus siapa yang kamu suka wanita penyakitan itu? kalo memang wanita itu semoga moga kamu dasar kalo dia gak cocok untuk kamu"


"terserah kamu mau bilang apa! sudah lah ini masih pagi jadi bikin mood aku rusak ";


"jangan di matikan dulu telepon nya" ucap Bella dengam nada tinggi


" ada apa lagi"


" aku mau tanya apa kelebihan nya wanita itu"


"dia tidak ada kelebihan tapi ada ketulusan di mata dan wajah nya" telepon pun langsung di matikan Deni


"ih dasar awas aja hari ini gue pasti temui tuh cewe " ucap Bella kesal


lain hal nya dengan Dewi dia juga selalu bertanya tanya pada ibu dan.kakak nya. kemana Deni sudah tidak pernah jenguk dia lagi


"Bu Deni beneran gak jenguk aku lagi ya? "


"ibu juga tidak tahu kenapa" ucap ibu nya bicara namun mata nya terarah kepada Heri yang sedang duduk di samping sebelah kiri nya ranjang Dewi


"kakak gak tau kenapa dia gak jenguk aku lagi ?" tanya Dewi namun Heri tidak menjawab "kenapa kakak tidak suka dia padahal dia baik semenjak kita ketemu " ucap Dewi dengan wajah sedikit sedih


"kamu jangan pikirkan dia lagi kamu pikirkan kesehatan kamu aja supaya kita bisa pulang uang tabungan kakak sudah habis " ucap Heri geram. mungkin dia lagi pusing harus memikirkan beban itu sendiri


"aku pengen ketemu dia kak aku pengen ketemu dia sebelum aku mati. kakak pasti tau bagaimana perasaan aku sekarang! kakak juga kenal dengan nya masa kakak gak bilang dengn nya kalo aku pengen ketemu! kalo kakak gak mau temui dia biar aku yang temui nya aku minta alamat nya" ucap Dewi dengan polos nya dia benar benar ingin ketemu dengan Deni


"kakak tidak tahu alamat nya dan kakak cuman sebatas kenal biasa sama dia jadi kamu jangan pikirkan dia lagi "


"her ibu ingin bicara dengan kamu " ucap ibu nya.melangkah keluar ruangan yang juga di ikuti oleh Heri

__ADS_1


"ada apa Bu?"


" adik kamu sudah lama mencari cari Deni terus setelah ketemu kamu malah buat Deni tidak kesini lagi! sebenar nya ada apa dengan kamu? apa kamu tidak kesian sama adik kamu ? " ucao ibu pelan bicara dengan Heri agar Heri tidak marah


__ADS_2