
" ih sirik aja, terserah aku dong " ucap dini angkuh kepada raga " eh kamu ikut juga" tanya dini kepada sinty
" enggak " ucap Sintya yng juga tak kalah angkuh
" ya udah ayo kita jalan " ucap heri dengan mendinginkan suasana
. Heri memang orang nya sangat penyabar dan lembut
" sayang kamu baik baik ya jaga kesehatan kamu jangan lupa makan nya " ucap Revan kepada sintya
" iya beb kamu jangan macam macam ya jangan nakal Jaga juga kesehatan kamu nya, kalo ada cewe yang mau menggoda kamu jangan mau ya beb " ucap Sintya sambil melirik ke arah dini
" ih.. " ucap dini dengan kecus nya
" iya sayang aku gak akan macam macam " ucap Revan sambil memeluk dan mencium kening Sintya
" hhm ini nih nasib orang jomblo kalo mau kemana mana gak ada yang di peluk " sindir Rega dengan canda nya
" jagain suami gue ya jangan sampai lecet atau kelain hati kalo sampai macam macam kalian harus tanggung jawab" ucap Sintya sambil menunjuk kepada raga dan heri
" sip pasti gue jagain" ucap Herri
" Kalimantan aku datang " teriak Rega
entah kenapa kali ini dia merasa begitu semangat untuk keluar kota mungkin karena sudah lama gak ada tugas di luar kota
mereka pun menunggu jam penerbangan ya lumayan hampir 30 menit lagi
" gue lapar " ucap raga sambil berjalan
" kita cari makan dulu "
" tolong dong bawain koper gue, berat nih" rengek nya dini
" ribet banget cewe satu ini, dua hari disana aja udah kaya satu bulan " ucap raga sengit
entah kenapa raga benar benar tidak suka dengan gaya nya dini, menurut nya cewe seperti dini itu super super ribet dan manja banyak mau nya kalo tipe cewek nya raga itu yang agak galak karena menurut nya itu lebih menantang
" sini. biar aku bantu " ucap heri dengan meraih koper nya dini
" makasih ya " ucap dini sambil tersenyum dengan sikap khas nya yang centil
di lain tempat. Sintya langsung menelpon intan
Tut...Tut.tut.. terdengar suara telepon tersambung
" hallo"
" Lo dimana ?"
" di rumah memang nya kenapa "
" gue ke rumah Lo"
" hhm oke" ponsel pun terputus
__ADS_1
" hhm ada apa lagi nih Sintya dengan Revan? apa bertengkar lagi ? " pikir intan dalam hati
beberapa menit kemudian mobil Sintya berhenti di depan rumah nya intan
Ting Nung ...Ting nang... Sintya memencet bel nya intan intan pun segera membuka kan pintu nya
" kenapa ? Lo berantem lagi sama Revan? " tanya intan
" nggak , Lo temani gue di rumah selama dua atau tiga hari "
" hah memang nya kenapa ? "
" Revan keluar kota gue gak bisa ikut karena ada ujian , gue sepi kalo di rumah sama. bi inah aja jadi lo harus temani gue ya plise "
" tapi sin"
" plise gue mohon ? nanti gue kasih deh sebagai tanda terima kasih gue "
" hhm ya udah gue ambil baju dulu "
intan pun mengambil beberapa baju buat di bawa ke rumah nya Sintya
" ayo .. " rengek Sintya
" sebentar gue ambil kunci mobil dulu "
" Lo gak usah bawa mobil "
" terus kalo gue mau kemana mana gue pakai apa "
" Serius Lo, mobil semahal itu dengan gampang nya Lo pinjam kan kemana mana? kalo gue bawa kabur gimana? " tanya intan sambil tertawa
" kan Revan juga udah bolehin ,kalo Lo bawa kabur ya gue cari "
Revan dan rekan rekan nya sudah sampai di bandara Kalimantan dan mobil jemputan dari kantor sudah menunggu nya .
" pak Revan " tanya supir itu
" iya..." ucap Revan datar
mereka pun masuk ke dalam mobil. beberapa menit di perjalanan mereka sampai di salah satu penginapan ya yang di bilang itu cukup sederhana, karena di sana tidak ada hotel berbintang
" hah gak ada hotel " tanya sintya
" kan udah gue bilang di sini bukan korea" ucap raga sengit
"kenapa sih Lo marah marah Mulu sama gue "
" sudah sudah..." ucap heri menenangkan teman nya
" kita kesini buat kerja bukan untuk liburan " ucap Revan sambil berjalan menuju resepsionis untuk memesan kamar .
" pak aku satu kamar sama pak Revan ya aku takut kalo sendiri" ucap dini dengan centil nya
" gak bisa kamu sama yang lain aja" ucap Revan datar
__ADS_1
" ih gue ogah sama nih cewe" sahut raga
" ya udah satu kamar dengan aku aja "
" hah... " dini kaget mendengar ucapan Heri " kepada nih orang baik banget amat sama gue" ucap dini dalam hati
memang Heri kali ini begitu baik dan lembut terhadap dini seperti orang yang lagi menaruh. perasaan.
sampai nya di kamar Revan langsung menghubungi Sintya
" hallo sayang" .
" iya sayang... "
" aku udah sampai di penginapan aku kangen kamu " ucap Revan
" coba video call aku mau lihat " ucap sintya dengan penasaran nya dengan siapa Revan di kamar
Revan langsung Vidio call " aku sendiri beb gak ada siapa siapa " ucap Revan dengan memutar kamera ke sudut ruangan.
" oh iya "
" aku mandi dulu"
" iya sayang love you,"
" love you too emmuah " telepon pun terputus
di lain tempat di kamar nya Heri
" aku atau kamu dulu yang mandi " tanya Heri kepada dini
" silahkan kamu saja dulu yang mandi " ucap dini ketus
Heri pun masuk ke dalam kamar mandi . cukup lama dia di kamar mandi dan akhirnya keluar, namun dia keluar kamar mandi cuman mengatakan boxer pendek dan handuk yang menutupi dada nya. Heri orang nya tak kalah tampan dengan Revan dan raga, dia mempunyai badan yang kekar dan putih
" agghhh..." teriak dini dengan menutupi wajah nya dengan guling
" kenapa ?" tanya Heri bingung
" apa Lo gak malu keluar kamar. mandi cuman kaya gitu, woy Lo ingat Lo satu kamar dengan gue, jangan seenak nya Lo" ucap dini kesal
" ahahaha" Heri tertawa " sorry sorry gue lupa" ucap nya sambil berlari mengambil baju nya di koper dan langsung masuk ke kamar mandi
setelah selesai dari makar mandi Heri duduk. " cepat Lo yang mandi nanti kita akan makan malam " ucap nya kepada dini
" ya gue tau " kecus dini " kenapa Lo jadi mau satu kamar sama gue? hhmm jangan jangan Lo.."
" ih jangan pede Lo! gue cuman mau nolong Lo jangan berpikir macam macam gue juga gak tertarik dengan Lo"
" terus kenapa Lo mempersilahkan diri untuk sama gue"
" gue cuman bantu Lo, kalo Lo satu kamar dengan raga Lo pasti akan di usir dia terus, pasti tidur di lantai? mau emang Lo? "
" siapa juga yang mau satu kamar dengan raga '
__ADS_1
" terus sama siapa? pak Revan ? jangan pimpi Lo bisa satu kamar dengan nya gak akan bisa! Lo mau bikin rumah tangga nya hancur sama aja Lo bikin gue dan raga berakhir di perusahaan ini, kalo Lo gak terima satu kamar sama guelo bisa cari kamar lain tapi jangan pak Revan " ucap heri meninggal dini