
pagi ini Bella menghubungi dini untuk tidak masuk kerja
Tut .tut..Tut.. telepon berdering
"hallo" dini mengangkat telepon nya bella "ada apa?"
"Lo dimana? di kantor ya?"
"iya di kantor kenapa?"
"hhmm gue hari ini izin ya gak masuk kerja ada urusan mendadak! tolong ya bilangin sama ibu indah "
"oghh iya nanti gue bilangi! memang nya ada urusan apa?"
" yah ada lah urusan pribadi"
"oh ya udah nanti gue sampaikan sama Bu indah "
"thanks ya dah.." Tut..Tut..Tut.. telepon pun langsung di matikan Bella
tak lama setelah selesai telepon dini Bella segera pergi ke suatu tempat. dia memesan taksi online ke tempat itu . lumayan lama dia menunggu taksi online di depan rumah nya akhirnya taksi nya datang
beberapa menit di perjalanan akhirnya dia sampai di tempat tujuan nya.
"mana yah...?" dia seperti lagi bingung mencari seseorang " kemaren kan jam segini dia duduk di sini hhm siapa tahu dia pagi ini juga duduk di sini " ucap Bella dalam hati sambil terus mencari seseorang itu
dia mulai menyelusuri taman itu di lihat nya satu persatu orang yang duduk di sana .
__ADS_1
"hallo... masih ingat saya ? " sapa Bella . dia menemukan orang yang di cari nya siapa lagi kalo bukan dewi. Dewi yang sedang duduk sendiri kaget dengan kedatangan Bella
" Hay... iya saya masih ingat " Dewi membalas sapaan Bella dengan sambil tersenyum dengan wajah yang penuh kepolosan
"sendirian aja.. mana perawat kamu" Bella memulai pembicaraan nya Amun dengan nada yang sedikit angkuh
"oh iya saya mau pulang hari ini jadi saya lagi nunggu kakak saya yang urus administrasi "
"ogh sudah boleh pulang? memang nya kamu sudah sembuh? memang nya penyakit kaya kamu bisa sembuh? di lihat dari wajah kamu masih pucat " ucap Bella dengan penuh keangkuhan nya
"hhmm " Dewi mulai menarik napas panjang setelah mendengar ucapan dan perkataan Bella yang begitu kasar terhadap nya " maaf mba mau perlu apa ya?" tanya Dewi mulai mengalihkan pembicaraan
"ada yang ingin saya bicara kan saja "
"apa itu? "
"hhm udah bebrapa hari ini dia sudah tidak datang temui aku! mba tahu dimana Deni? aku pengen ketemu sama dia ?"
"buat kamu kamu ketemu sama dia? malah lebh baik buat aku kalo kamu tidak ketemu lagi dengan Deni"
"kenapa? memang nya cewe seperti aku gak boleh ya berteman dengan dia? ku mohon mba bilangin sama Deni aku minta maaf kalo ada salah aku masih ingin. berteman sama dia mohon mba bantu aku kakak aku udah gak mau bantu aku " ucap Dewi sambil memegang tangan nya Bella
" aku datang kesini bukan untuk membantu kamu agar dekat dengan Deni kedatangan aku kesini malah sebalik nya aku ingin kamu menjauh dari Deni karena kamu hubungan kami hancur " ucap Bella sanbil melepaskan pegangan tangan nya Dewi
"berarti mba itu pacar nya Deni?" tanya Dewi dengn penuh kaget
namun saat Bella ingin menjelaskan pada Dewi datang dari arah belakang seorang lelaki yang sedang membawa sebungkusan obat. siapa lagi kalo bukan Heri kakak nya dewi.
__ADS_1
"kamu bicara sama siapa? ibu mana?" tanya Heri yang sambil sibuk dengan bungkusan obat itu tidak melihat siapa yang sedang bersama Dewi .
"kenal kan ini kakak ku" ucal Dewi memperkenalkan Heri
Bella begitu kaget setelah melihat heri. begitu juga dengan Heri dia tak kalah kaget nya setelah melihat kedatangan Bella
"ada apa kamu kesini? buat apa kamu temui adik.ku ? " tanya Heri seperti nya geram
"oh berarti ini adik kamu? kenapa kamu gak pernah bilang? atau memang sengaja kamu supaya bisa dekat kan adik.kamu sama Deni? kan kamu sudah tahu kalo dengan itu sama aku" ucap Bella geram
"kak ada apa? kakak kenal dia" tanya Dewi dengan begitu polos
" justru aku tau kamu sama Deni aku tidak akan pernah boleh kan adik ku bersama Deni" ucal Heri sengit
setelah mendengar ucapan Heri Dewi langsung terduduk lemes *jadi ini alasan kakak gak pertemukan aku sama Deni " ucao dewj dalam hati
" lebih baik kamu pulang saja urus aja Deni kamu itu "
tanpa berkata apa apa lagi Bella langsung pergi meninggalkan Heri dan Dewi
" kamu kenapa? " tanya Heri sambil memeluk adik nya "ini yang kakak gak ingin kan kamu kenal dengan Deni kakak gak mau kamu sakit hati karena ny! kamu sudah banyak tersiksa selama ini kakak gak ingin kamu terus tersiksa dek! kakak sayang sama kamu dek kakak ingin selalu lindungi kamu?" tangis Heri pecah dia sudah tak tahan lagi menahan tanhis nya melihat pederitaan adik nya
"Dewi minta maaf kak" ucap Dewi yang juga ikut menangis
" kakak ingin kamu mendapatkan lelaki yang bisa menggantikan kakak yang bisa menjaga kamu.. bukan sama Deni yang. belum apa apa sudah menyakiti kamu"
"kakak jangan membenci dia juga"
__ADS_1
"sudah kita gak usah di bahas lagi lebih baik kita pulang kakak sudah selesai urus pembayaran kita temui ibu dulu"