
" sayang aku berangkat kerja dulu ya, kamu jangan sedih lagi nanti kalo ibu bilang kamu macam macam jangan di dengerin" ucap raga berpamitan kepada intan
"iya.. ".
" cup... cup.. " raga mencium kening, hidung dan pipi kiri kanan " aku sayang kamu"
raga pun langsung berangkat ke kantor.
jam sudah menunjukkan pukul 10.30. Heri masuk ke ruangan Revan tanpa mengetuk pintu membuat Revan kaget.
" woy sebelum masuk ketuk pintu dulu" ucap Revan geram namun Heri tidak menghiraukan ucapan revan. dia langsung duduk di sofa panjang dengan muka tertekuk nya .
" hari ini gak ada metting atau ketemu claen?" tanya Heri sambil memainkan ponsel nya
" gak ada hari ini kita santai"
" oghh " sahut Heri cuek
" ih dasar,.... Punya karyawan seenak hati dia aja" ucap Revan kesal dalam hati.
" Lo kenapa? lagi ada masalah ?" tanya Revan
" gak kenapa kenapa "
" terus ngafain Lo ke ruangan gue? "
" kerjaan gue udah selesai jadi gue pengen santai di sini aja"
" gak mungkin.. Lo pasti lagi ada masalah, gue tau sifat Lo gak usah Lo sembunyikan"
"hhmm" sahut Heri
" hhmm apa? kenapa Deni bikin kesal Lo lagi?"
" enggak Deni baik sama gue"
" terus masalah apa?"
Heri tidak menjawab pertanyaan revan. dan Revan kembali sibuk ke leptop nya. ruangan itu terasa hening tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka, Revan sibuk dengan leptop nya sedang kan Heri sibuk melamun meratapi nasib nya. tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. siapa lagi kalo bukan raga, cuman Heri dan raga yang berani masuk ke ruangan Revan tanpa harus ketuk pintu dulu. raga celingak celinguk melihat dua teman nya ini.
" sepi banget?. terus kalian berdua diam diaman suami istri yang lagi ngambekkan aja" ucap raga. Revan mendengar ucapan raga langsung geram dan melempar pulpen ke arah raga .
__ADS_1
" ets lepas... untung gue jago ngeles " ucap raga sambil membetulkan Jaz nya agar tetap terlihat keren.
" kenapa Lo bro kusut amat?" tanya raga pada heri.
"hhmm.." Heri menarik napas panjang
" Heri lagi banyak masalah" sahut Revan yang sambil berjalan mendekati sofa
" masalah apa lagi bro" ucap raga sambil merangkul pundak nya Heri
" masalah besar" sahut Heri cuek
" Heri lagi banyak masalah pribadi ya mungkin gak bisa di selesai kan, gak kaya Lo hidup gak pernah ada masalah, tapi cuman satu masalh Lo"
" apa itu?" tanya raga penasaran dengan ucapan Revan
" tingkah laku Lo yang gila itu kapan sembuh nya "
" itu ciri khas nya gue whaha" ucap raga sambil ketawa
" dasar orang gila" ucap Revan geram
" apa apa gue mau dengan " ucap Heri
" kita gak ada yang gak punya masalah semua orang punya masalah tapi tergantung orang nya bagaimana menghadapi masalah itu , apa di hadapi dengan senyuman atau seperti Lo, duduk termenung "
" hhmm kata kata nya " Revan benar benar geram dengan sahabat nya ini yang merasa hidup nya benar aja
" emang Lo juga punya maslah"
" ya ada.. " ucap raga lantang " tapi mungkin gak seberat. masalah Lo"
" apa masalah Lo?" tanya Revan
" pertama : gue harus cari rumah baru buat gue sama intan, yah gak bisa beli kontrakan juga gak papa yang jelas gue bisa bawa intan , dia di rumah gue selalu di sindir sindir ibu dan kakak gue, yah gue sebagai suami kan harus belain istri.
yang kedua : perut gue lapar tadi pagi intan dan ibu berantem jadi gue gak makan maka nya gue kesini supaya revan traktir gue, ya kan" ucap raga sambil mengangkat alis nya ke arah Revan
" hhmm masalah perut lagi" ucap Revan " rasa ingin gue tampol aja nih anak"
" benar kan itu juga masalah, apa lagi yang kedua itu masalah besar banget, kalo gue lapar gue gak konsen kerja"
__ADS_1
" terus masalah Lo apa her?" tanya Revan
"orang tua dini minta gue lamar dini...."
belum selesai Heri bicara raga langsung nyambar
"yah bagus kalo orang tua nya minta di lamar itu arti nya mereka setuju dengan hubungan Lo"
" gue belum selesai bicara, yang jadi masalah gue belum ada uang nya tabungan gue habis, belum lagi kalo Dewi dan ibu berangkat itu tidak cukup uang sedikit "
" kenapa gak minjam sama bos kita aja" raga menatap Revan
" gue udah banyak utang dengan Revan "
" tenang Lo, gak papa kalo Lo ngutang lagi, utang Lo gak buat Revan dan keluarga nya bangkrut juga! ya kan Van?" memang benar ucapan raga orang sekaya Revan dan keluarga nya gak akan bangkrut karena di pinjam Heri
" iya .. " sahut Revan
" gue takut gak bisa bayar utang nya, yah nanti gue oikrkan lagi siapa tahu ada jalan lain" ucap Heri
" ya udah kalo gitu, tapi kalo ada apa apa Lo langsung hubungi Revan aja"
Revan benar benar geram dengan teman nya ini. yang sok tahu,
" Van.." panggil raga
" apa? Lo mau pinjam duit ?"
" nggak. "
" terus Lo mau makan? "
"nah itu baru benar"
" Lo aja yang penas nanti gue bayar"
dengan segera raga memilih makanan yang enak enak di aplikasi.
----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷-_--
hey guys jangan lupa ya ikutin juga novel terbaru aku yang judul nya " PANGGIL AKU DAVIRA" cerita nya juga gak kalah seru dengan ini
__ADS_1