
beberapa jam kemudian raga datang.
"bagaimana intan pah? " tanya raga kepada papah nya intan
" intan kritis dia tidak sadarkan diri"
raga pun berjalan ke arah pintu kamar nya intan terlihat intan koma tak sadarkan diri dengan selang dan suntikan inpus di tangan dan di hidung nya. membuat raga lemas tak berdaya.dia tak bisa menahan air mata nya terus terusan bercucuran.
" kita berdoa saja untuk intan dan anak nya, semoga ada keajaiban dari Allah" ucap papah nya sambil menepuk bahu nya raga. raga hanya terdiam dengan tatapan yang terus terusan ke arah intan.
dia begitu menyesal kenapa dia lebih memilih pergi meninggalkan intan sendirian di rumah.
lain hal nya dengan dewi.
di perjalanan saat Dewi ingin menuju rumah sakit deji menelpon
" hallo sayang" panggil deni dari Vidio cal nya " iya sayang" sahut Dewi
" kamu mau kemana?"
" aku mau ke rumah sakit untuk cek up"
" sama om dan ibu?"
" iya... keluarga kamu sangat baik sama aku selalu mau mengantar aku cek up"
" iya sayang... kita semua sayang sama kamu, aku sangat berharap kalo kamu sembuh, kalo kamu sudah sembuh aku mau bawa kamu ke kantor kerja aku dan kamu yang akan menjadi model foto aku"
__ADS_1
Om nya Deni tertawa mendengar ucapan Deni yang begitu gombal
" kamu jangan terlalu gombal den" sahut om nya
" aku gak gombal om, memang kenyataan nya aku sayang banget sama Dewi"
" iya terus kapan kamu ke sini lagi den"
" nanti om aku masih ada pekerjaan di sini"
" ya sudah ya aku sudah sampai nih di rumah sakit"
" iya sayang.. salam untuk ibu ya"
" iya nak Deni terima kasih banyak" sahut ibu nya Dewi yang juga di samping Dewi
beberapa menit kemudian Dewi sudah di periksa dan Dokter bilang keadaan Dewi untuk saat ini sudah mulai membaik dan rencana operasi Dewi yang Minggu depan akan di percepat menjadi dua atau tiga hari lagi. om nya Deni pun langsung mengraih ponsel nya yang berada di dalam saku celana nya dan menelpon Deni.
" Tut ..Tut..Tut..."
Tut...Tut.. tut..
" hallo om, "
" iya hallo den, kami sibuk gak?"
" ya masih pemotretan sih om sebentar lagi kelar, memang nya ada ap?"
__ADS_1
" ya sudah selesai kan pemotretan kamu dulu nanti om telpon lagi"
" iya om" Deni pun mematikan telpon nya
siang ini Revan menelpon Sintya dia merasa khawatir dengan keadaan sahabat nya
" hallo sayang" ucap Revan
" iya sayang... kamu gak kerja " tanya Sintya
" ini aku di ruangan aku, kamu dimana? masih di rumah sakit?"
" aku sudah di rumah kesian nindi kelamaan di tinggal, kamu kapan pulang yank?"
" di sini masih belum selesai sih Yank masih banyak berkas yang perlu aku tanda tangani"
" kamu gak kangen aku, nindi, Aldo dan kamu gak mau tau bagaimana keadaan sahabat kamu?"
" aku kangen bangat sama kamu dan nindi Yank tapi gimana pekerjaan ku banyak "
" pekerjaan kan bisa di serahkan sama asisten assisten kamu, sedangkan sahabat kamu yang juga sering berjuang untuk kantor kamu apa kamu gak mau bantu? ya setidaknya kamu beri semangat untuk nya"
" hhm ya sudah nanti aku pikirkan lagi, ya sudah aku lanjut kerja lagi"
" iya..."
Revan pun langsung mematikan telpon nya
__ADS_1
" kebiasaan kalo di bilangin selalu gak pernah di dengar" gerutu Sintya