Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
57


__ADS_3

" beb kamu udah agak baikan ? " tanya sintya kepada Revan yang masih agak lemas


"iya aku udah gak papa " ucap Revan


" aku minta maaf beb!!" ucap Sintya pada Revan


" aku gak papa beb, kamu gak salah sayang nanti habis makan malam kita ke pantai ya di sana kita mengadakan acara"


" iya sayang.. aku mandi dulu "


Revan mengangguk kepala nya


di lain tempat di kamar nya dini dan Heri. Heri menyodorkan tangan nya kepada dini membuat dini heran


" ada apa? "


" kita pertama ketemu dulu belum sempat kenalan dan sekarang aku mau kenalan dengan kamu! kenalin nama aku Heri sekertaris nya Revan di kantor ini"


" dini tersenyum manis terhadap Heri dan juga menyodorkan tangan nya kenalin nama aku dini aku juga sekertaris Revan "


" semoga ini pertemuan kita dan pertemuan seterusnya. aku senang kenal dengan kamu"


" hhmm iya aku juga senang kenal dengan kamu " ucap dini sambil tersenyum


" aku boleh nanya sesuatu?"


" boleh apa? "


" kenapa sekarang kamu lebih banyak tersenyum"


" aku juga gak tau kenapa tapi semenjak ketemu kamu aku merasa beda aja" ucap dini sambil menguap


" istirahat lah nanti akan gue bangunin kalo malam malam"


' iya makasih ya" dini langsung merebahkan tubuh nya di kasur


tok..tok..tok .. terdengar suara ketukan di kamar nya Sintya sintya langsung membuka pintu nya


" kenapa Tan"


iya intan yang mengetuk pintu kamar Sintya


" Revan tidur ya? gue ganggu gak"


" nggak cuman Aldo yang tidur! kenapa?"


" gue bete sama raga teman nya Revan kemana gue selalu ada dia"


Sintya dan Revan tersenyum mendengar keluhan nya intan


" terus gue harus gimana?" tanya Revan


" ya di bilangin Keke supaya gak ganggu gue lagi, gue udah punya pacar " ucap intan kesal


" Lo aja deh yang bilang nya nanti "


" hhm Lo berdua sama aja" intan ngambek langsung meninggalkan kamar nya Revan dan Sintya


jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam semua karyawan di situ di persilahkan Revan untuk makan malam


cukup ramai di restoran hotel itu terlihat dini dan raga yang duduk bersampingan.


" Lo gak makan Tan" tanya Sintya yang melihat dini cuman makan apel


" gue lagi malas makan nasi. pengen nya buah"raga yang melihat intan cuman makan buah dengan segera raga mengambil kan makanan. untuk intan

__ADS_1


" kamu harus makan nasi. nanti kamu sakit " ucap raga perhatian


Revan dan Heri yang melihat tingkah raga ke intan saling mengangkat alis memberi kode


' gue udah kenyang makasih" ucap intan yang langsung meninggalkan meja itu


" bikin malu gue aja sok perhatian di depan orang banyak " ucap intan dalam hati


saat intan lagi melamun terdengar suara ponsel nya berbunyi


" hallo" ucap intan


" kamu dimana?" terdengar suara cowo yang menelepon intan siapa lagi kalau bukan pacar nya


" aku lagi di pantai aku ikut liburan dengan Sintya "


" siapa Sintya? kok aku gak kenal" tanya lelaki itu


" sahabat aku! kamu yang terlalu sibuk gak pernah ada waktu dengan aku,, kamu selalu sibuk dengan claen dan kasus kasus kamu" ucap intan dengan suara terdengar menahan kesal


" bukan seperti itu tapi seharusnya kamu ngerti aku" ucap Edo. selalu itu yang di ucapkan nya kalo intan butuh dia membuat intan muak dengan kata kata nya itu


" kamu juga harus ngerti aku selama 5 tahun ini selalu aku yang ngerti kamu tapi kamu tidak " ucap intan dengan suara lumayan keras. intan menarik nafas nya untuk menahan emosi nya "baik kalo kamu sayang dengan aku besok kan tanggal merah kamu kesini temui aku biar kita liburan dan aku akan kenalkan dengan teman dan sahabat aku"


" tapi sayang...."


" cuman itu yang aku mau" ucap intan tegas


" baik akan aku usahakan"


cukup lama perkelahian intan dan pacar nya di telepon itu dan akhirnya intan mengakhiri telepon nya dan kembali ke restoran


" kalo sudah makan kita langsung ke pantai untuk acara malam ini, kalian boleh menampilkan bakat atau apa agar menghibur malam ini " ucap Revan


" apa kamu akan bernyanyi ?" tanya Heri pada dini


" hhm tergantung"


terlihat di pantai itu para karyawan bermain sambung kata Revan dan Sintya pun juga ikut sedangkan intan cuman duduk dengan. Bella


" siapa yang akan menampilkan bakat nya boleh " ucap Revan


dini mengangkat tangan nya " saya akan bernyanyi dan main gitar "


semua orang di situ langsung bersorak dan tepuk tangan. dini pun mulai bernyanyi


apa benar yang ku rasa ...


ada getar tak bernada.....


di dekat aku takut....


dia jauh aku rindu..


jawab aku ku bertanya...


apa benar ini cinta.. cinta...


apa benar kalau cinta


jantung ku berdetak kencang


panas dingin di dekat nya


siang malam memikirkan

__ADS_1


lama lama bisa gila


apa benar ini cinta.. cinta..


jika benar jatuh cinta ...


ku tak berpikir logika...


kadang sedih kadang senang


bagai timbangan tak pasti


oh tuhan tolong diri ku


inikah rasa nya cinta..


cinta pertama....


apa benar kalau cinta


jantung ku berdetak kencang


panas dingin di dekat nya


siang malam memikirkan


lama lama bisa gila


apa benar ini cinta.. cinta..


jika benar jatuh cinta ...


ku tak berpikir logika...


kadang sedih kadang senang


bagai timbangan tak pasti


oh tuhan tolong diri ku


inikah rasa nya cinta..


cinta pertama....


jika benar jatuh cinta ...


ku tak berpikir logika...


kadang sedih kadang senang


bagai timbangan tak pasti


oh tuhan tolong diri ku


inikah rasa nya cinta..


cinta pertama....


inikah rasa nya cinta..


cinta pertama...


dini menyanyi kan dengan begitu bagus dengan penuh perasaan dan tatapan nya selalu ke arah Heri. Heri juga tersenyum lebar pada dini. membuat semua orang di sana bertepuk tangan dan bersorak


tembak... tembak...tembak... teriakan semua nya Revan dan raga juga semangat memberi sorakkan . namun Heri dan dini langsung menghindar

__ADS_1


__ADS_2