Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
137


__ADS_3

Tut...Tut...Tut...


Tut..Tut...Tut...


" hallo ada apa om?" Deni menelpon om nya


" kamu sudah selesai pemotretan nya?"


" sudah om! memang nya kenapa? kayak nya serius banget"


" tadi om bicara sama dokter, terus kata dokter keadaan Dewi sudah mulai membaik"


" Alhamdulillah.. terus gimana lagi om?"


" dokter bilang operasi nya akan di percepat dalam waktu dua atau tiga hari ini"


" di percepat? "


" iya.. kalo kamu banyak pekerjaan om bisa kok menemani nya saat operasi, kamu gak usah khawatir" ..


" tidak om saya pasti akan berangkat kesana sebelum Dewi operasi, saya minta tolong lagi ya sama om jagain Dewi"


" iya kamu tenang aja, om pasti jagain pacar kamu"


" ya sudah kalo begitu telpon nya aku matiin ya om"


" iya den.."


Deni pun langsung bersiap siap untuk berangkat ke Amerika, sebelum pulang dia tidak lupa untuk ijin cuti kepada atasan nya dan untung nya atasan Deni paham dengan keadaan Deni.


" berapa lama kamu cuti den?" tanya atasan nya


" mungkin sekitar 1 Minggu Bu"

__ADS_1


" baik saya persilahkan kamu cuti"


"terima kasih bu"


Deni pun langsung pulang ke rumah untuk bersiap siap berangkat lagi ke amerika.


beberapa menit kemudian Deni pun sampai di rumah nya


" den kok kamu pulang cepat?" tanya mamah nya yang sedang duduk di ruang tamu bersama papah nya


" aku mau pergi ke Amerika mah"


" ke Amerika? memang nya Dewi sudah operasi?" tanya papah nya


" Dewi akan segera operasi mah pah dalam waktu dua atau tuga hari ini"


" apa kamu ada biaya untuk pergi kesana kalo gak ada biar bawa kartu kridit papah"


" tidak usah pan aku masih ada simpanan, y sudah aku siap siap dulu ya "


lain hal nya dengan raga yang masih setia menunggu intan di ruangan nya tiba tiba dokter pun datang .


" mas bisa ikut saya ke ruangan saya" ucap dokter itu


" bisa dok" raga pun berjalan di belakang dokter


'' silahkan duduk pak"


" ada apa dok apa istri saya sudah mulai membaik "


" sebelum nya saya mau minta maaf kepada bapak sebagai perwakilan pihak rumah sakit, dari pihak rumah sakit kami kehabisan darah yang bergolongan ab sedangkan istri bawa harus memerlukan banyak dari, jadi seadanya dari pihak bapa mempunyai darah yang sama dengan istri bapa silahkan untuk minta tolong agar menyumbangkan darah nya"


" baik don akan saya usahakan"

__ADS_1


" secepat nya lebih baik "


" baik dok terimakasih"


" baik pak silahkan bapa kembali lagi ke ruangan"


raga pun keluar dari ruangan dokter itu dan langsung di hampiri mamah nya intan


" bagaimana rag apa keadaan intan sudah mulai membaik" pertanyaan dari ibu nya intan


" masih belum mah, dari pihak rumah sakit kehabisan darah ab sedangkan intan harus memerlukan darah ab yang banyak"


" mamah darah ab ga mamah bisa Donorkan darah mamah untuk intan" tangis mamah nya kembali pecah saat melihat anak kesayangan nya itu terbaring tak sadarkan diri "dimana ruangan yang untuk mendonorkan darah?"


" iya mah biar aku tanya sama suster dulu"


saat raga ingin berjalan menuju lift raga berpapasan dengan Edo mantan nya intan dulu.


" Lo.." ucap Edo sambil menunjuk raga


" kenapa ?" tanya raga dengan wajah datar


" ngapain disini? intan mana"


" intan... Lo masih menanyakan intan setelah.selama ini Lo tidak bertanggung dan ninggalin dia, Sekarang Lo seenak itu bertanya?"


" sudah lah masa lalu biar lah masa lalu jangan kita bahas lagi, terus sekarang dimana intan kenapa gak sama Lo?"


" intan sedang mempertaruhkan nyawa nya antara hidup dan mati karna melahirkan anak Lo," ucap raga terdengar suara nya yang menahan tangis " gue gak akan pernah perbolehkan Lo ketemu dengan intan"


" intan lahiran di ruangan mana?" tanya Edo seperti orang khawatir


" Lo tidak perlu menemui intan dan anak nya lagi anggap kalian tidak pernah kenal"

__ADS_1


" Lo gak bisa seperti itu sampai kapanpun anak nya intan anak gue darah daging gue" teriak Edo saat raga meninggalkan nya


__ADS_2