
tinggal tersisa dua hari hari pernikahan intan dan raga yang sudah di tetapkan antar orang tua raga dan orang tua intan namun sampai hari ini intan masih belum mengambil keputusan nya dan raga juga tidak ada menghubungi intan selama beberapa hari ini .
" bagaimana peraiapan kamu untuk menikah apakah sudah selesai ?" tanya bapak nya raga
" belum pak "
" kamu belum persiapkan apa apa?"
" iya.. aku masih menunggu intan "
" kenapa jadi kamu yang menunggu intan seharus nya kamu yang juga ikut persiapkan nya. udah cepat kamu temui dia kerumah nya selesai kan urusan semua nya hari ini "
" hhmm iya "
" lain hal nya dengan Edo yang terus terusan ingin ketemu orang tua nya intan namun intan terus menolak nya .
" aku mau ketemu papah hari ini" ucap Edo lewat telepon
" nanti saja papah lagi sibuk lagi gak bisa di ganggu " tolak intan secara halus
" terus bagaimana? apa kamu mau menikah dengan aku? pernikahan ini jangan di tunda nanti perut kamu tambah besar " ucap Edo
" itu kamu tau... kenapa gak dari kemaren kemaren kamu bilang kaya gitu kenapa kamu baru bilang kaya gitu setelah aku sudah di lamar orang "
ucapan intan membuat Edo kaget " apah... kamu di lamar orang? siapa yang sudah melamar kamu dan apa kamu menerima nya? aku yakin kamu pasti tidak menerima nya dan kalo memang kamu menerima nya itu pasti karena terpaksa. ya kan?"
" itu semua karena kamu " ucap intan kesal
" karena aku? kamu yang tidak sabar "
" sekarang kamu tetap nyalahkan aku?"
" hhmm..." Edo menarik napas panjang" tidak seperti itu maksud aku! apa kamu sudah menerima lelaki itu "
" iya.. " ucap intan lantang " aku dan keluargaku sudah menerima lelaki itu dan dua hari lagi kami akan menikah jadi aku harap kamu jangan hubungi aku lagi jangan cari anak ini lagi.. aku sudah melupakan kamu" ucap intan dengan jelas
" apa kamu lupakan aku? apa kamu tidak menyesal tidak menerima aku kembali? apa kamu tidak menyesal menerima lelaki yang baru kamu kenal"
" aku lebih menyesal kalo memilih kamu aku mohon jangan ganggu hidup aku lagi.. orang tua aku juga sudah tidak suka dengan kamu "
" baik kalo begitu ini keputusan kamu kamu sudah nolak aku aku gak akan baik lagi dengan kamu dan aku gak akan bertanggung jawab dengan anak itu .. "
" silahkan .. aku sudah tau semua nya dari awal kalo kamu pasti gak bertanggung jawab! dan saya tidak pernah menyesal memilih orang lain dia sayang dengan aku dan anak ini .. tolong hapus nomor aku Sekarang kamu bebas "
Edo langsung mematikan telepon nya dia merasa kecewa karena sudah di tolak mentah mentah dengan intan . setelah selesai intan telepon dengan Edo ternyata di lihat di layar ponsel nya ada pesan raga masuk .
" mau makan siang dengan ku ?"
__ADS_1
" iya"
" oke nanti aku jemput"
jam sudah menunjukkan pukul 11.30 raga langsung bersiap siap untuk menjemput intan sebelum masuk mobil dia lebih dulu menarik napas panjang untuk mempersiapkan diri atas keputusan intan keputusan yang benar benar bikin hati nya gelisah. mobil raga pun langsung melaju dengan kecepatan tinggi . beberapa menit di perjalanan akhirnya raga sampai di depan rumah nya intan .
tok..tok..tok... raga mengetuk pintu rumah nya dan tak menunggu lama pintu rumah nya terbuka.ya intan sendiri yang buka pintu nya. terlihat intan sudah berpakaian rapi sudah siap untuk jalan. dia menggunakan dres yang di padukan nya celana kain lejing tiga perempat nya.
" kamu pakai celana ini apa gak kentat? apa kamu bisa bernapas ?" tanya raga mengkhawatirkan perut intan yang sudah mulai kelihatan
" ini gak kentat kok aku masih bisa bernapas "
" hhm.. kita langsung berangkat?"
" iya.. " raga pun langsung membuka kan pintu mobil nya
" makasih " ucap intan sambil memasuki mobil raga
di perjalanan mereka hanya terdiam membisu sama sama bingung harus bicara apa sesampainya di restoran raga memanggil pelayan
" mba...." panggil raga dan pelayan itu menghampiri nya
" mau pesan apa tuan" ucap pelayan itu sambil menatap wajah raga
" pesan soto iga 1, nasi goreng 1 kamu mau apa? apa kamu mau steak ?" tanya raga ke intan
"nggak aku nasi goreng aja"
" terus minum nya apa ?"
" jus jeruk dua" ucap raga namun pelayan nya malah melamun menatap wajah raga
"mba..." pangg raga
" eh maaf tuan.. "
" lagi melamun apa?" tanya intan
" enggak .. suami mba ganteng banget " ucap pelayan itu membuat raga tersenyum namun intan malah membalikkan wajah nya saat mendengar raga di puji orang
" tunggu sebentar ya tuan"
" iya. "
" kenapa kamu gak makan makanan luar" tanya intan
" aku lebih suka makanan Indonesia, lidah ku lidah Indonesia" ucap raga sambil tersenyum lebar. ingin sekali rasa nya raga bertanya langsung siapa yang di pilih intan namun raga masih tidak mau membuat suasana dan selera makan hilang " sabar..." ucap raga dalam hati
__ADS_1
beberapa menit mereka menunggu makan tak lama makanan nya datang .
" nih makanan nya tuan"
" makasih ya"
" kamu pesan nasi goreng dua buat siapa?"
" buat kamu dan aku"
" terus soto nya?"
" yah aku juga.. aku gak ada makan pagi ucap raga sambil tersenyum " gak papa kan aku makan banyak ? "
" iya"
mereka pun menikmati makanan nya setelah selesai makan raga baru memulai pembicaraan
" bagaimana keadaan kamu, susu nya kamu minum terus gak?" tanya raga
" iya aku selalu minum susu nya "
" hhmm .. gimana?" tanya raga gugup
" gimana apa nya?" tanya intan pura pura tidak tahu
"kamu jadi menikah dengan Edo?"
intan langsung kesedak saat minum mendengar pertanyaan raga
"pelan pelan " ucap raga sambil mengelus rambut intan
" aku gak milih Edo" ucap intan dengan pelan
" gak milih Edo itu arti nya kamu mau menikah dengan aku ?" tanya raga menasaran
" hhm gak tau.. apa aku yakin gak ya terima aku, apa kamu gak akan nyakiti aku"
" kamu harus yakin terima aku, aku gak akan kecewakan kamu, aku gak akan nyakiti kamu apa lagi buat kamu nangis "
"kamu janji?"
" iya aku janji. berarti kamu terima aku kan"
intan mengangguk yang berarti dia menerima raga Dan raga tanpa di sadari nya langsung mencium kening nya intan.
" terima kasih kamu sudah mau milih dan terima aku" ucap raga yang langsung mencium kening intan namun langsung di dorong intan cepat
__ADS_1
" malu di lihat orang banyak " ucal intan langsung menyingkirkan kepala nya
" eh maaf habis nya aku bahagia "