
"saya mengundang kamu dan yang lain nya makan malam di rumah orang tua saya" pesan yang di kirimkan Sintya kepada wati melalui handphone revan
Wati sedang termenung duduk di balkon kamarnya saat pesan masuk di handphone nya dia antara bingung, dan juga bahagia
"benar gak yah pak Revan mengundang gue acara makan malam di rumah orang tua nya" ucap Wati dalam hati nya
tib-tiba ponsel nya berdering
"hallo bel" ucap Wati mengangkat telpon dari Bella
"loe sudah berangkat ke acara makan malam di rumah nya orang tua nya pak Revan ?" tanya Bella
"belum gue masih di rumah nh, gue baru dapat kabarnya, gue juga gak tau alamat rumahnya" jawab Wati
"siap-siap loe nanti gue jemput "
"oke bel gue tunggu ya" jawab Wati
dia tidak merasa curiga apa-apa dengan ringan hati dia ingin kerumah orang tua Revan
45 menit kemudian
"kok sepi ya ?" tanya Bella kepada wati saat melihat rumah orang tua Revan sepi seperti tidak ada acara apa-apa
"tidak tahu, mungkin masih belum pada datang " jawab Wati
"tit..tit..tit.." Bella membunyikan klakson mobilnya agar scurity membukakan gerbang rumah itu
" mau cari siapa?" tanya scurity itu dari dalam
" kami dapat undangan makan malam pak" sahut watinyang turun dari mobilnya Bella
"makan malam?" tanya scurity itu kebingungan " tapi sepertinya ibu tidak mengadakan makan malam non" jawab scurity itu lagi
"sebentar pak saya telpon pak revan dulu" jawab Wati
"kenapa?" tanya Bella
"katanya gak ada acara makan malam.beb" sahut Wati
"terus kita gimana?" tanya Bella
"gue mau nelpon pak Revan dulu" Wati ingin menelpon Revan nun di cegah oleh Bella
" biar gue aja nelpon Sintya " ucap Bella yang langsung mengambil ponsel nya
"iya.."
Tut..Tut..Tut..
"hallo bel.. loe udah di depan?" tanya Sintya
"iya gue udah di depan tapi kaya scurity di sini tidak ada acara makan malam gimana?"
"tunggu aja di situ gue mau nelpon Scurity"
"oke sin" Bella langsung mematikan ponsel nya
"apa katanya?" tanya wati
"kata Sintya kita di suruh tunggu dia mau nelpon Scurity"
__ADS_1
"beneran ada acara makan malam kan?" tanya wati dengan suara berat
"kenapa Lo kaya takut gitu?" tanya Bella
"gak papa " sahut Wati
beberapa menit kemudian terdengar suara gerbang terbuka
"silahkan masuk nona"
"terima kasih pak" jawab Wati dan Bella
merek pun masuk ke dalam halaman rumah Revan yang begitu besar dan luas
dengan berat hati Wati memencet bel rumah
"kenapa kok wajah loe beda dari sebelum nya?" tanya Bella lagi
"gak kok" jawab Wati
pintu pun terbuka
"hey bel" mereka di sambut Sintya yang sambil menggendong nindi
"hey aduh cantik nya. nindi" ucap Bella sambil mengelus pipi nya nindi
"masuk" ucap Sintya
"kenapa mata loe, loe habis nangis ya?" tanya Bella
"gak kok" jawab Sintya
"siapa sin?" tanya mamah nya Revan yang sedang menyiapkan makan malam
"makan malam? kenapa gak bilang dulu, mamah masak cuman cukup untuk kita aja" ucap mamah nya
"mamah tenang aja aku sudah mesan makanan lain kok sebentar lagi juga datang"
"banyak gak orang nya?" tanya mamah nya lagi
"gak kok mah cuman berdua" sahut Bella
"oh ya sudah nanti mamah bikinkan minum "
"iya mah"
"Revan mana?"
"masih di kamar mah"
"suruh turun kita makan malam"
"iya mah"
Sintya pun berjalan menuju kamar..
"sebentar ya" ucap Sintya saat lewat di hadapan Wati dan Bella
"aneh makan malam kok cuman kita berdua sih?" tanya Bella berbisik kepada wati
"gue juga gak tau" jawab Wati
__ADS_1
beberapa menit kemudian Revan lewat dan di iringi Sintya di belakang nya
"pak" sapa Bella namun Revan tidak menoleh ke arah Bella dan Wati
"ada apa sih?" tanya Bella bingunng "suasananya seperti beda aja" ucap Bella dalam hati
" ayo nak kita makan" panggil mamahnya Revan
" baik Tante" jawab Wati
Bella dan Wati pun menuju ke meja makan
"siapa?" tanya papahnya Revan
"karyawan di kantor pah, ada yang ingin aku dan mas Revan bicarakan" jawab Sintya
"oh.. sini silahkan makan" ajak papahnya lagi
beberapa menit kemudian mereka semua selesai makan malam. di meja makan Revan hanya diam dan pokus ke makanan nya
"kamu kenapa Van sakit?" tanya mamah nya saat melihat Revan murung
"mah pah ada yang ingin aku bicarakan" ucap Sintya
" lebih baik kita bicara di ruang tamu" jawab papahnya. mereka pun pindah ke ruang tamu
di ruang tamu
"Wati... apa kamu sudah senang sudah memdapatkan apa yang kamu mau?" tanya Sintya
"senang apa ?" tanya wati pura pura tidak tahu
"apa kamu sudah lupa atau pura-pura tidak ingat?' tanya Sintya lagi
"OMG gue tau maksud Sintya" ucap Bella dalam hati nya
" sebenarnya ini ada masalah apa?" tanya mamah nya yang juga mulai bingung
"tanya sama Revan dan juga wanita ini mah" jawab Sintya
"ada apa revan?" tanya papahnya
" Revan sudah bilang semua kepada saya" ucap Sintya
"jadi maksud anda mengundang saya makan malam di sini bikin malu saya?" ucap Wati mencoba mengelak
"kamu sendiri yang bikin malu diri kamu, apa kamu tidak malu merusak rumah tangga orang.. kamu tidak usah sok suci di depan kedua orang tua Revan, Revan sudah cerrita dua apa yang kalian lakukan di belakang aku" ucap Sintya dengan nada yang tinggi karena sudah tidak tahan menahan emosi nya
"loe bikin malu gue " ucap Bella dalam hati dengan tatapan tajam ke arah Wati
"apa yang kamu lakukan dengan wanita itu Van?" tanya mamah nya kepada Revan
"maafkan aku msh aku khilaf" ucap Revan dalam tangis nya
"mamah kecewa Van sama kamu tega-teganya kamu mengkhianati sintya, Van Sintya bukan wanita yang tepat untuk balas dendam masa lalu kamu " ucap mamahnya sambil menangis
"dan untuk kamu apa tidak ada laki-laki lain selain suami orang yang kamu ganggu, masih banyak laki-laki yang belum menikah, kamu memang tidak punya harga diri"
"hust . mah kamu jangan bicara seperti itu " papahnya Revan mencoba menenangkan mamahnya
"maaf sebelum nya.. ini seperti nya masalah pribadi masalah rumah tangga lebih baik saya menunggu di depan saja " ucap Bella
__ADS_1
"tidak perlu bel, tidak apa-apa kamu di sini supaya kamu tahu seperti apa sifat asli teman kamu yang cantik ini " ucap Sintya
"di depan kamu sudah ada wanita itu lebih baik kamu pilih.. kamu pilih aku atau dia" ucap Sintya memberi pilihan kepada revan