
di kantor
"Revan " teriak seorang lelaki yang bernama raga dan juga tidak kalah ganteng nya sama Revan.
raga adalah sahabat sekalian rekan bisnis nya Revan
" ada apa" tanya Revan angkuh
" bagaimana malam pertama Lo"
"Belum sempat" ucap Revan santai
"wahaha belum sempat seriusan aja Lo"
" jangan kencang kencang, dia masih belum siap kayak nya dia juga tidak menyukai gue" ucap Revan
" tapi lo menyukai nya kan "
Revan tidak menjawab pertanyaan raga dia cuman menatap nya
" kalo Lo tidak menyukai nya kasih ke gue aja" sambil ketawa " gue mau kok terima mantan istri teman lagian dia juga sangat cantik " canda nya raga
tapi Revan cuman menepuk dada nya raga dan berjalan meninggalkan nya
" dasar cowok aneh " ucap raga kecus
seketika Revan terpikir " apakah dia cantik ku rasa biasa aja" ucap nya dalam hati
-------🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷-----
hari ini Sintya pulang kerja tepat waktu di rumah. sesampai nya Sintya di rumah dia langsung membereskan rumah dan bersih bersih dan tidak lupa dia juga menyetrika baju Revano. sungguh melelahkan memang bagi Sintya karna di kerjakan sendiri layak nya seorang istri biasa nya
eh iya Sintya kan memang istri revan
" rumah sebesar ini dia gak mau mempunyai pembantu. apa harus aku yang mengerjakan nya semua. aku disini hanya seperti pembantu " ucap Sintya
jam 7. malam Sintya langsung siap siap berangkat kuliah dan tak lama Sintya kuliah Revano datang di lihat nya tidak ada siapa siapa di dalam kamar
tapi Revano tersenyum saat melihat pakaian kantor nya yang sudah terlalu setrika rapi
" masih dia sempatkan untuk menyetrika pakaian ku. anak yang rajin. " ucap Revan sambil tersenyum
dan Revan langsung memasuki kamar mandi dan setelah mandi Revan membuka leptop nya apa ada email yang masuk
jam menunjukkan pukul 9. malam dan Sintya sudah pulang karna di kampus cuman 1 mata pelajaran
di rumah di lihatnya Revano sedang diruang kerja nya
tok..tok..tok
" masuk " terdengar suara Revan
" tuan apa kau sudah makan " tanya Sintya
" belum " dengan datar nya
" apa mau saya. masakkan"
" kalo kau capek biar pesan makanan " ucap Revan dengan tidak menatap Sintya
" hhmm baik lah " Sintya langsung keluar dan hati nya berkata " apa dia perhatian sama aku, huuh jangan kepedean dia cuman kasian sin bukan nya perhatian"
Sintya pun memesan makanan dan tak selang beberapa waktu makanan nya datang dia langsung menyiapkan nya dan langsung memanggil Revan
" tuan makanan nya sudah siap"
Revan pun berjalan ke meja makan dengan menggunakan kaos polos berwarna putih dan celana pendek nya dengan rambut yang acak acakan terlihat begitu tampan, Sintya yang asik makan tercengang kagum melihat penampilan nya yang sederhana tapi tetap ganteng. baru ini Sintya benar benar memperhatikan Revan
" tidak usah seperti itu memperlihatkan saya saya tau saya ganteng" ucap Revan dengan angkuh nya
Sintya langsung kesedek dan langsung menunduk
" hhm begitu pedenya orang itu " ucap Sintya dalam hati
" gak usah ngomel dalam hati" kata Revan
Sintya hanya terdiam
setelah selesai makan Sintya langsung mencuci piring nya dan langsung tidur
" saya tidur duluan" ucap Sintya
" hmm "
__ADS_1
" mimpi apa saya menikah dan satu rumah dengan manusia angkuh itu " omelan Sintya sambil berjalan menuju kamar
---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷------
hari ini adalah hari ke 15 Sintya satu rumah dengan lelaki es itu sampai sekarang lelaki itu tidak juga meleleh dengan. Sintya
selama 15 hari Sintya dan Revan tetap kaya hari pertama menikah bicara seperlunya no bahkan cuman menulis surat di meja makan
pagi ini Sintya bangun jam 6.30 di lihat nya lelaki itu sudah tidak ada" mungkin dia sudah berangkat kerja " ucap Sintya
Sintya pun langsung mandi dan berangkat kerja dia tidak sarapan di rumah
sesampai nya di kantor
" pagi pak satpam"
" pagi non kok tumben sangat cantik hari ini "
Sintya cuman tersenyum
iya Sintya hari ini memang kelihatan cantik dia memakai hams berwarna coklat dan rok selutut dengan rambut terurai memang Sintya paling jarang memakai rok kebiasaan dia memakai jens entah apa hari ini di mau memakai rok
" pagi cantik. waw pagi ini kamu cantik banget " ucap Hendra yang biasa nya mengganggu Sintya
" terima kasih"
" sin kamu di panggil ibu indah di tunggu di ruangan nya" ucap Bella
" ada apa ya" tanya Sintya
" yah gak tau "
Sintya pun langsung menuju ruangan Bu indah
tok .tok...tok
masuk...
" permisi Bu ibu memanggil saya"
" iya, nanti kamu siapkan berkas berkas keuangan yang kamu kerjakan kemaren ya" ucap Bu indah
" baik Bu"
" jam 10 nanti kita rapat penting dengan clien dan investor terbesar. jangan lupa bilang juga sama Hendra dia juga harus ikut metting"
" silahkan kembali ke ruangan kamu dan persiapan berkas berkas..
waktu menunjukkan hampir pukul 10 semua staf di kantor itu bersiap siap menuju ke ruang rapat yang berada di lantai 5.
saat hendak berjalan ke ruangan terlihat dua orang lelaki ganteng dan keren menggunakan kaca mata hitam nya memasuki kantor sehingga membuat Bella terkagum kagum
" sin sin itu siapa" senggol Bella
" hhmm" Sintya sibuk dengan berkas nya jadi tidak merespon ucapan Bella
" coba liat itu ganteng dan keren banget" ucap Bella
Sintya pun melirik orang yang di maksud Bella dan ternyata itu adalah Revano suami nya dengan sahabat raga
" di-- dia ngafain" ucap Sintya dengan mata melotot
" Lo kenal mereka sin" tanya Bella
" hmm eh enggak mana mungkin gue kenal mereka melihat juga baru " ucap Sintya dengan gugup
Revan dan raga pun melewati Sintya dan Bella Sintya hanya menundukkan kepala nya tapi i seketika Revan melirik penampilan Sintya yang berbeda dengan biasa nya
" itu istri Lo kan" ucap raga dengan berbisik
" jangan berisik " ucap Revan angkuh
" benar benar cantik dan sempurna bro istri Lo"
Revan terus melaju dengan jalan nya
di dalam ruang metting sebelum metting mulai Revan dan raga sudah berdahulu masuk ke dalam. banyak karyawan yang terpesona dengan ketampanan Revan
akhirnya Sintya dan Bella juga masuk ke dalam situ Sintya yang sudah di sediakan kursi oleh Hendra
" sin sini" ucap hendra
mendengar nama itu di panggil Revan langsung melirik dan Sintya cuman menunduk duduk di sebelah Hendra
__ADS_1
" apa itu kekasih dia yang biasa nya ngasih bunga " tanya Revan dalam hati sambil memperhatikan sintya
" panas ya bro , AC hidup kok,, sabar.." bisik raga dengan candaan nya
" ah tidak biasa aja" ucap Revan santai
selama metting berjalan Revan kali ini tidak pokus ke metting nya melainkan ke gerak gerik Hendra yang ganjen sama Sintya. Sintya hanya menundukkan kepala nya karna takut
(apakah Revan mulai cemburu dengan Sintya )
hampir dua jam metting akhirnya selesai Revan benar benar tidak merespon saat metting itu dia gagal pokus
semua karyawan pun kembali ke ruangan nya masing masing. terlihat Sintya yang sedang berjalan sendiri langsung di susul Revan dengan langkah nya yang cepat
Revan menatap Sintya sinis dan berkata " ingat dengan status mu" membuat Sintya terheran-heran apa yang di maksud ucapan Revan ( apa yang di maksud Revan ingat kalo kamu istri sah aku .. Revan cemburu dengan Hendra)
saat Revan mau memasuki lift Revan berpapasan dengan Hendra Hendra menunduk kan kepala nya memberi hormat kepada Revan tapi Revan berjalan dengan angkuh nya dia merasa begitu kesal dengan Hendra. entah kenapa dia juga bingung dengan perasaannya saat ini
---- 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷---------
jam 5 sore Sintya langsung bersiap siap pulang dan pada saat itu hari nya hujan deras
" sin aku antar pulang ya" ucap hendra
" hhmm gak usah deh aku bisa sendiri"
" tapi hujan nya deras banget nanti kamu sakit" Hendra memang sangat perhatian sama Sintya tapi sang cinta nya cuman bertepuk sebelah tangan
" apa aku gak merepotkan kamu "
" agh enggak santai aja ayo naik " ucap Revan
Sintya pun menaiki mobil nya
" kita langsung ke kos kamu"
" hhm enggak hend kita ke jalan xx aja"
" baik lah nanti tunjukkan yang mana tempat mu "
sesampai nya di depan rumah klakson mobil itu berbunyi menandakan agar di buka pintu gerbang
Revan yang. sedang berbaring di dalam kamar langsung menuju ke balkon melihat ada mobil siapa yang datang.. dengan lama dia menunggu siapa yang keluar
" ini rumah siapa sin.. besar banget" tanya Hendra
" ini rumah saudara aku aku cuman jagain rumah ini. ya udah kamu langsung pulang aja ya aku mau langsung masuk "
"baik lah"
Revan pun terheran melihat yang keluar dari mobil itu adalah Sintya
Sintya pun langsung masuk dan menuju ke kamar ingin segera mandi
" eh tuan Anda sudah pulang"
" memang nya kenapa " tanya Revan " apa sering kekasih mu itu ngantar kamu ke rumah ini "
" hhmm tid--tidak diaa" ucapan Sintya terhenti
" lain kali kalo kamu diantar nya pulang cukup sampai depan jangan sampai masuk ingat status kamu " ucap Revan angkuh
Sintya pun langsung menunduk takut dengan ucapan Revan dan dia langsung masuk ke dalam kamar mandi
" iya gue tau status gue istri seorang lelaki kaya yang angkuh yang menganggap gue pembantu" omelan Sintya di dalam kamar mandi
Beberapa menit dia mandi akhirnya selesai tapi Sintya lupa bawa jubah handuk nya dia cuman membawa 1 handuk
" duh bagaimana ini aku lupa bawa baju dan mana mungkin juga si tuan Revan itu mau di perintah untuk mengambil baju ku" ucap Sintya
masa aku harus keluar dengan keadaan yang cuman terlilit handuk gak mungkin aku berdiam diri disini menunggu sampai Revan tidur
Sintya pun memberanikan diri untuk keluar kamar mandi dengan terlilit handuk. Revan yang asik nonton tv teralih pandangan nya ke tubuh Sintya yang begitu seksi, putih gak ada noda di tubuh nya seadakan menggoda iman Revan
" tidak usah seperti itu di hadapan saya saya gak akan bernafsu dengan kamu" ucap Revan angkuh padahal Revan sangat terpesona dan ingin sekali mencium nya
" maaf tuan saya tidak bermaksud seperti itu baju saya ketinggalan saya enggak mungkin memerintah tua
" jangan sama kan saya dengan laki laki di luar sana" Revan pun langsung keluar kamar
sepanjang penjalan Revan menuju ke ruang tamu dia masih kepikiran dengan tubuh seksi nya sintya. wajar dia lelaki normal tapi dia tidak ingin menunjukkan kalo dia terpesona dengan tubuh itu
----------BERSAMBUNG-------
__ADS_1
Hay guys jangan lupa ya like dan komen
terus ikutin terita nya