
jam sudah menunjukkan pukul 3.15 malam dini kembali dengan tingkah laku nya yang aneh, dia tidak berjalan untuk membuka pintu melainkan dia berjalan jalan tidur di samping Heri .
" aw... " rintih Heri merasa sesak seperti ada orang di belakang nya .Heri bergerak dan membuka mata nya " pasti dia berulah lagi " ucap Heri dalam hati
Heri beranjak bangun dari tidur nya saat di duduk di lihat nya gadis itu tertidur dengan begitu manis. " seandainya Lo gak galak " ucap Heri terputus. entah apa yang ingin Heri lakukan kepada dini
" din bangun...."
" Din bangun Lo tidur di kasur gue lagi "
" dinnnn... " Heri tetus bangunin dini kalo tidak besok pagi di pasti akan marah marah lagi pasti menuduh Heri cari kesempatan lagi .
Heri bingung harus gimana supaya dini bangun
" cantik cantik tapi tidur kaya kebo " ucap Heri kesal karena dini gak bangun bangun. terpaksa jalan satu satu nya harus menggendong dini untuk di pindahkan ke kasur nya . Heri menggendong dini
" aw.. berat juga nih cewe, malam malam begini gue harus di suruh angkat beban " gerutu Heri
di taroh nya kembali dini di tempat tidur nya . entah kenapa Heri paling suka liat dini saat tidur muka nya terlihat imuet .
" apa gue suka dia ya? tapi kan dia galak dan gak mungkin dia gak punya cowok " ucap Heri pelan agar dini tidak terbangun
" cup .. " Heri mencium kening nya dan menyentuh rambut nya .
" cuman sampai besok gue bisa jagain Lo tidur " ucap Heri lembut sambil membelai kepala nya. Heri kembali tidur karena besok dia juga harus kerja pagi .
jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi Revan sudah selesai mandi
Tut..Tut..Tut . Revan memvidio call Sintya
" hey.." ucap sintya dengan wajah dan suara bangun tidur
" baru bangun beb? "
" hhmm iya" ucap Sintya beranjak dari tidur nya pindah ke sofa panjang karena takut mengganggu intan yang masih tidur " kamu udah mandi ?"
" iya sudah nih lihat " ucap Revan menunjukkan kalo dia sudah mandi dan masih mengenakan handuk yang terlilit di pinggang
" kamu kalo gak ada aku bangun nya pagi banget "
" kan gak ada yg di peluk beb coba kalo sama kamu rasa nya gak pengen bangun pengen tidur bersama kamu terus " ucap Revan merayu
" hhmm mau mu, jauh dari aku masih aja pikiran mesum " ucap Sintya mengejek Revan
" intan pulang ke rumah gak beb? "
" iya dia lagi ada masalah "
" masalah apa? "
" nanti aja aku cerita nya kalo kamu udah pulang "
" aku minta maaf ya Beb aku lama di sini "
__ADS_1
" iya gak papa aku ngerti kok.. oh ya Beb dini gimana? ada macam macam gak sama kamu ?"
" kamu tenang aja beb jangan khawatir selagi ada Heri dia gak akan macam macam "
" memang nya kenapa? mereka pacaran? "
" enggak.. tapi sepertinya Heri yang suka sama dini! dia perhatian banget, belikan makan lagi"
" oh semoga dini nya juga mau dengan Heri jadi dia gak nganggu kamu lagi "
" hhmm sayang .. " ucap Revan manja
" aku baru sadar kalo istri aku mengkhawatirkan aku "
" gak biasa aja" ucap Sintya tidak mau mengakui kalo dia memang khawatir dengan Revan
cukup lama mereka berbincang hampir satu jam
" udah kamu mau mandi" ucap Sintya
" liat ." ucap Revan manja
" liat apa ?"
" liat kamu mandi lah apa lagi "
" gak boleh nanti saja? dah aku matiin ya telepon nya emmuah " ucap Sintya sebelum mematikan telepon nya .
" pagi " sapa Heri kepada dini yang baru Bangun
" hhmm pagi.. " ucap dini cuek sambil.berjalan ke kamar.mandi
" semoga tadi malam dia tidak merasa apa apa " ucap Heri dalam hati
dini dan Heri sudah siap siap ke kantor dini membawa berkas berkas yang banyak dan laptop yang membuat nya kewalahan.
" sini biar aku bantu" ucap Heri sambil meraih leptop nya dini
Din langsung terdiam melihat tingkah nya Heri yang begitu perhatian dengan nya
" makasih ya" ucap dini tersenyum manis kepada heri
entah kenapa sekarang Ting kah dini tidak seperti yang pertama berangkat dulu itu tingkah nya begitu menyebalkan. tapi
sekarang dia malah banyak segan dengan heri. hhmm ternyata Heri yang bisa menaklukkan hati dan tingkah dini yang keras Heri benar benar cocok dengan dini
" gak usah tersenyum seperti itu " ucap Heri membuat dini malu
" nanti malam gue traktir " ucap dini pelan
merek pun langsung ke kantor nya
di lain tempat
__ADS_1
" pagi bell" ucap sintya menyapa bella
" pagi... ada apa nih lo kelihatan aneh
" gue laper belum sarapan.. kita makan yuk "
" ayo.. gue juga belum sarapan " ucap Bella
mereka pun pergi ke kantin di kantor itu dan memesan beberapa makanan
" gimana kabar suami Lo dan dini.. kapan pulang "
pertanyaan Bella membuat Sintya tersedak
" maksud Lo apa.. gue kurang ngerti "
" eh sorry ..sorry... maksud gue gimana kabar pak Revan dan rekan rekan nya yang di Kalimantan! kapan pulang nya? "
" oh ... mungkin besok mereka pulang "
" terus dini macam macam gak sama pak Revan? " tanya Bella kepo
" ya gak lah... awas aja kalo berani macam macam sama suami gue" ucap Sintya kesal " dini kayaknya lagi dekat dengan teman nya Revan yang bernama Heri "
" dekat.. kok mau sama dini? dini kan orang nya nyebelin !"
" yah gue juga kurang tau .. tapi setahu gue mereka satu kamar"
" satu kamar? dia hotel ? "
" iya di hotel terus di mana lagi! kata. Revan dini itu punya kebiasaan buruk saat tidur "
" emang kebiasaan buruk nya apa? "
" suka jalan sendiri kalo tidur maka nya Heri yang jagain dia tidur .. bisa membuka pintu sendiri saat tidur"
Bella langsung tertawa lepas mendengar cerita nya Sintya ..
" huh ternyata orang yang sok kaya dini itu mempunyai kebiasaan buruk . hhm kalo gue jadi Heri gak bakalan gue jagain biar Sono dia keluyuran tengah malam " ucap bella kesal
" tapi sin enak ya jadi rekan suami Lo bisa ikut kemana mana gue aja belum pernah keluar kota apalagi keluar negeri "
" jangan kan Lo gue istri nya aja juga gak ikut'' sahut Sintya " mereka di sana juga sibuk banget malah lebih sibuk dari kita Revan aja sampai malam kerja nya "
" ooh.. " ucap Bella mengangguk .
" kalo Lo kapan bel nikah ? " ..
uhuk..uhuk..uhuk.. Bella langsung batuk mendengar pertanyaan Sintya
---------------BERSAMBUNG------------
jangan lupa like, komen dan vote nya
__ADS_1