Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
142


__ADS_3

Deni sudah tiba di rumah sakit


" dimana Dewi Bu?" tanya Deni kepada ibu nya Dewi


" Dewi sudah berada di dalam ruangan nak deni" ucap ibu nya dwwi dengan suara gemetar karena gugup


"aku minta maaf Bu datang terlambat" ucap Deni smabil memegang tangan ibu nya Dewi


" tidak papa.. kamu gak bersalah, kita sama sama berdoa saja untuk Dewi"


" iya Bu"


Deni pun duduk di sebelah ibu nya Dewi sambil berdoa


" gimana perjalanan kamu tadi?" tanya om nya supaya Deni sedikit tenang


" Alhamdulillah om tadi lancar dan bos aku juga membolehi aku untuk cuti"


"syukurlah kalo begitu, kamu sudah makan?"


" belum om"


" ya sudah kita makan dulu di kantin biar kamu tenang"


" nanti saja om saya nunggu Dewi aja dulu"


" oke lah kalo begitu om makan duluan kamu kalo lapar makan aja masalah Dewi kita serahkan kepada semua tim dokter dan kita berdoa supaya selamatan aja" ucap om nya Deni sambil menepuk pundak nya Deni


" iya om"


Deni pun mengambil ponsel nya dan menelpon Sintya

__ADS_1


Tut..Tut..Tut.


" hallo kak?" Sintya mengangkat telponnya


" dek kakak sekarang di Amerika kakak minta doa nya ya buat Dewi"


" iya kak aku doain semoga selamatan terus"


" kamu sekarang dimana?"


" di rumah sakit nih sama suami aku "


" siapa yang sakit?"


" intan kak lagi koma"


" innalilahi, sampaikan salam kakak untuk raga semoga diberi kesabaran "


" amiin makasih kak"


" iya" Sintya pun mematikan telpon nya .


saat Sintya ingin masuk kembali ke ruangan intan tiba tiba Edo datang menghampiri Sintya


" sin siapa yang sakit?" tanya Edo


" bukan siapa siapa kok" jawab Sintya sambil gugup


" gue gak percaya sama Lo, siapa sin yang sakit?" tanya Edo lagi tapi Sintya tidak menjawab pertanyaan Edo dan dia langsung masuk ke dalam ruangan intan, rencana nya ingin menghindari pertanyaan Edo tapi Edo malah ikut masuk ke dalam ruangan intan


semua orang yang berada dalam ruangan itu langsung terpelonok dengan tatapan ingin marah kepada Edo, apalagi raga langsung menggenggam tangan nya dengan tatapan melotot ingin memberikan pukulan kepada Edo .

__ADS_1


" sabar ga ini rumah sakit" bisik Revan


" ngapain laki laki setan itu masuk kesini Van?" tanya Revan dengan suara menahan emosi nya


" gue juga gak tau"


"her.." Revan memberikan kode kepada Heri, meminta Heri membawa Edo keluar dari ruangan


" udah bro Lo keluar aja" ajak Heri kepada Edo


" apa salah gue? gue cuman nanya intan sakit apa?"


" kita keluar aja dulu"


Heri dan Edo pun keluar dari ruangan intan


" sebenarnya intan sakit apa?"


" intan kritis setelah melahirkan"


" terus sekarang anak nya dimana?" tanya Edo


" anak nya ada di inkubator" jelaskan Heri


" itu anak gue, gue mau lihat anak gue, antar gue kesana " punya Edo dengan suara keras sampai sampai raga nya di dalam ruangan mendengar nya dan raga pun langsung mendarat kan sebuah pukulan kepada Edo


" enak sekali Lo mengakuin anak itu anak Lo" teriak raga emosi


" sabar ga Lo jangan teriak teriak di sini, gak ada yang salah kita sama sama berdoa aja"


" aap kata Lo her? gak ada yang salah jelas jelas manusia bajingan ini yang salah " lagi lagi raga berteriak mengluapkan emosi nya

__ADS_1


papah nya intan pun datang untuk menenangkan suasana yang memanas


" sudah.. bukan waktu yang tepat untuk kalian meluapkan emosi nya, sudah raga kamu jaga emosi kamu, dan kamu Edo lebih baik kamu pergi saja dari sini intan sekarang sudah bukan urusan kamu kamu hanya masa lalu nya intan " ucap papah nya intan sebagai penengahbdi antara mereka.


__ADS_2