
pagi ini matahari sudah begitu cerah memasuki celah celah lubang di kamar. raga menggeliat dan mulai mengucek mata nya perlahan-lahan di buka nya mata nya dan di lihat nya wanita mungil dan cantik yang masih tertidur pulas. perut nya yang mulai menonjol membuat raga gemes.
"pagi ada papah.. udah bangun apa belum? mamah kamu masih tidur pulas" ucap raga yang bicara dengan perut nya intan .
cup... raga mencium pusaran perut intan membuat intan geli dan terbangun dari tidur nya.
"hhmm kamu ngafain yank?" tanya intan yang mulai membuka mata nya
"morning sayang ku" raga langsung mengubah posisi nya dan mencium kening intan namun saat hendak mencium bibir nya intan intan langsung menolak nya
"gak mau" ucal intan
"kenapa?"
"aku belum sikat gigi, masih bau"
"hhmm" raga mulai manja menciumi leher nya intan. terasa hembusan napas raga membuat intan merindik di pagi hari ini
"hhmm yank.. jangan aku geli" rintih intan
namun raga tetap menciumi leher intan. cukup puas raga membuat intan merengai raga mengakhiri aksi nya.
"udah sana mandi" ucal raga yang langsung duduk di samping intan
"hhmm dasar cowok aneh" ucap intan
"apah... kamu bilang aku aneh.. hhm berarti kamu lagi pengen ya" raga kembali mendekatkan mulut nya
"Gak aku mau mandi" intan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi
"sayang jangan lari lari nanti kamu kepeleset" teriak raga yang melihat istri nya kabur dari dia
"iya..." sahut intan
selama intan di kamar mandi raga keluar dari kamar dan menuju dapur. terlihat mamah nya intan yang sibuk memasak di dapur dan papah nya yang sudah duduk di meja makan menikmati segelas kopi.
"intan mana? dia belum bangun?" tanya mamah nya " hhmm dasar tuh anak udah punya suami juga masih bangun siang"
"enggak kok mah intan nya lagi mandi"
"kamu mau apa? biar mamah aja yang bikinkan kopi" mamah nya dengan segera ingin membuktikan kopi untuk raga karena melihat raga mengambil gelas
"aku gak biasa minum kopi pagi hari' sahut raga
"terus kamu mau bikin apa? biar mamah saja yang bikin kan! kamu jangan malu malu di rumah sini anggap aja ini rumah kamu juga"
" iya mah.. aku cuman mau bikin kan intan susu hamil nya"
"biar mamah saja yang bikin "
"gak usah mah makasih.. aku bisa aja kok"
__ADS_1
"hhmm ya udah nanti kalo kalian sudah selesai mandi turun ya iya sarapan sama sama"
"iya." raga kembali ke kamar nya dengan membawa secangkir susu
"pah... mamah senang banget intan dengan raga raga sayang banget sama intan "
"iya mah papah juga liat kok dan papah juga senang kalo anak kita bahagia"
cukup lama intan di kamar mandi dan akhirnya dia keluar sudah terlihat di atas meja sebuah air susu.
"siapa yang bikin susu? mamah ya? " tanya intan
"yah suami kamu lah! " ucao raga dengan bangga nya
"hhmm" sahut intan
"di minum dong sayang .. jangan di pandang aja, biar anak nya tumbuh sehat dan kamu sehat terus juga "
"iya yank nih aku juga mau minum "
ya udah aku mandi dulu "
lain hal nya revan sintya pagi ini dia benar benar merasa pusing dan mual dia muntah sampai sampai menghabiskan isi di dalam perut nya. itu membuat Revan khawatir dan panik
"bunda..." panggil Revan namun yang datang bukan nya bunda Revan melainkan Ririn yang menasaran apa yang terjadi
"kenapa?" tanya Ririn yang begitu penasaran
"bunda lagi sibuk di dapur kenapa sih kamu benci banget dengan aku"
" udah kamu balik ke kamar kamu aja jangan dekat dekat istri aku aku gak mau istri aku benci sama kamu terus nanti nya anak nya bukan nya mirip Sintya malahan mirip kamu'' ucal Revan kasar
"iihh.. dasar..." ucap Ririn kesal dan kembali ke kamar nya
Revan pun langsung turun menuju dapur.
"Bun Sintya mual mual terus muka nya juga pucat banget"
"kasih dia minyak angjn siapa tau dia masuk angin! nanti bunda setelah ini ke kamar kamu! kamu jangan panik nama nya orang hamil pasti macam macam! kasih dia teh hangat"
"iya mah. tapi aku mau ke kantor"
"ya sudah kamu ke kantor aja biar nanti bunda yang jaga Sintya"
Revan pun kembali ke kamar nya.
" sayang.. kamu aku tinggal ke kantor gak papa kan? nanti bunda yang bantu kamu "
"iya beb.. kalo kamu mau kerja kerja aja aku gak papa paling paling agak siangan aku udah mendingan. nanti aku pulang ke rumah biar pakai taksi aja"
"eh kamu jangan pulang dulu biar di sini aja nanti bunda yang jagain kamu! kamu istirahat aja" bunda nya masuk membawakan teh hangat dan sarapan untuk sintya
__ADS_1
" gak usah bun aku nanti pulang aja"
"di sini aja beb nanti kalo aku pulang sore baru kita balik ke rumah! kamu jangan sungkan di rumah bunda kan ini rumah kamu juga"
"iya.. ada bunda kamu jangan khawatir jangan pikirkan Ririn dia gak akan macam macam kok sama kamu"
Sintya mengangguk dan meminum teh nya.
"aku berangkat ya sayang kamu istirahat aja kalo mau apa apa bisa panggil bunda" Revan langsung mencium kening nya Sintya "Bun aku nitip istri aku ya"
"iya..."
-----🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷----
pagi ini mobil Deni sudah berada di depan rumah nya bella karena dia sudah berjanji untuk jemput Bella berangkat ke kantor.
"hai... udah lama menunggu nya" ucap Bella yang sudah berada di depan pintu mobil nya
"ah enggak.. ayo masuk" ucap Deni "kamu udah sarapan?''
"udah..."
"hhmm aku belum ! kamu gak telat kan kalo gak temanin aku sarapan ya"
"hhmm iya tapi jangan lama ya"
"iya aku janji"
mereka pun pergi ke warung makan untuk sarapan setelah selesai sarapan mereka langsung menuju kantor nha bella. namun saat di perjalanan mobil nya Deni terhenti Deni seperti melihat seseorang.
"ada apa?" tanya bella penasaran namun Deni langsung terdiam mematung seperti ada yang dia pikirkan
"apa itu gadis itu ya" tanya Deni dalam hati
"kami kenal dengan orang itu?"
"tidak... aku seperti pernah lihat aja.. kamu tunggu sebentar ya" saat Deni hendak keluar dari mobil Bella langsung mencegah nya
"eh kamu mau kemana? aku udah telat nih" ucap Bella membuat Deni gak jadi menghampiri gadis yang dia liat
"hhm oh iya" ucao deni kaku
"siapa ya gadis itu kenapa Deni seperti ingin sekali menemui nya? ah aku gak mau dia ketemu dengan gadis itu? Deni harus jadi milik aku " ucap Bella dalam hati
beberapa menit di perjalanan akhirnya Bella sampai di kantor nya.
"makasih ya udah antar aku, dan kamu langsung ke kantor kamu kan"
"iya" sahut Deni datar
Deni masih penasaran dengan gadis yang pernah dia antar pulang namun tidak tahu nama dan kabar nya lagi
__ADS_1