
di taksi saat di perjalanan raga menelpon heri
tut... tut.. tut... panggilan ny berdering
" hallo" heri mengangkat telpon nya
" her gue sudah di perjalanan menuju Bandara gue pulang duluan tolong sampaikan juga sama revan "
" iya nanti gue sampaikan sama revan, salam juga buat intan semoga baik baik saja "
" thanks her" raga pun mematikan ponsel nya
" kenapa raga" tanya revan yang sedang berada di sebelah nya heri
" raga sudah berangkat ke bandara"
revan langsung menarik napas panjang mendengar nya dia sudah tidak bisa apa apa lagi.
" lo masih sanggup di sini? " tanya revan kepada heri
" sanggup aja"
" kalo lo gak sanggup atasi semua nya, panggil dini untuk kesini"
" dini? " heri terdiam, dalam hati nya dia malah tidak tega kalo dini harus jauh2 kesini " gue rasa kita berdua aja masih bisa mengatasi semua masalah di sini"
__ADS_1
"ok kalo begitu kita langsung ke kantor saja" ucap revan
" lain hal nya dengan Sintia yang sedang menunggu di depan ruang ICU nya intan menunggu keluarga nya intan atau pun keluarga nya raga datang. sudah hampir dua jam gak ada satu keluarga pun yang datang untuk menemani intan.
" tan lo harus kuat ya" ucap Sintia sambil melihat intan yang tak sadarkan diri sedangkan darah terus berkeluaran.
" bagaimana ibu apa keluarga nya sudah datang? " tanya perawat karena intan harus secepat nya di operasi kalo tidak itu akan bahaya buat dia dan anak yang ada di dalam kandungan nya .
" sebentar Sus saya tunggu keluarga nya.. mungkin beberapa menit lagi"
" baik bu"
raga yang masih di bandara juga sudah tidak sabar ingin cepat cepat menemui istri nya
, ibu nya intan juga masih di perjalanan untuk pulang jadi cuman Sintia yang menemanin intan untung nya intan sempat menelpon Sintia sebelum dia tak sadarkan diri
" permisi bu, dokter sudah tidak bisa menunggu ini harus segera di operasi bu, ibu harus telpon keluarga nya"
" di operasi Sus"
" iya bu sekarang pasien akan di pindahkan ke ruang operasi "
" baik Sus," intia tidak bisa berbuat apa apa lagi " semoga ini jalan terbaik untuk intan, lo harus kuat tan" ucap Sintia dalam hati dan dia sambil berdoa untuk sahabat nya ini
" silahkan ibu urus biaya administrasi nya"
__ADS_1
" baik Sus"
1 jam kemudian mamah dan papah nya intan datang.
" bagaimana intan? " tanya mamah nya sambil mengalirkan air mata
" intan di ruang operasi tante"
" bagaimana keadaan kandungan nyaa? " tanya papah nya
" dokter masih belum banyak bicara, kita berdoa saja semoga di beri kelancaran untuk operasi nya intan"
ibu nya terus terusan menangid, begitu berat perjuangan anak nya yang di lalui.
" ibu yang sabar" ucap Sintia yang juga ikut menangis sambil memeluk mamah nya intan.
beberapa menit kemudian dokter pun keluar dari ruangan operasi nya.
" salah satu keluarga silahkan ikut keruangan saya" ucap dokter nya
" biar papah yang ikut ke ruangan dokter" ucap papah nya
papah nya pun masuk ke dalam ruangan dokter
" bagaimana dok dengan anak saya? " tanya papah nya
__ADS_1
" anak nya laki laki dan perempuan, bayi nya harus di buat dalam inkubator, bayi nya lahir selamat, kami harus mengoperasikan karena nya sampai sekarang masih tidak sadarkan diri, ibu nya memiliki tekanan darah tinggi itu sangat beresiko bahaya untuk operasi ini" ucap dokter nya " bisa di bilang sekarang anak bapa lagi koma"