Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
94


__ADS_3

setelah Dewi pergi di bawa suster nya Deni dan Bella kembali melanjutkan nya perjalanan nya menuju ruangan sintya yang tak jauh dari taman itu.


"bagaimana kabar Sintya" tanya Deni pada Revan yang sedang berjalan datang dari kantin rumah sakit


" yah udah mendingan. syukur nya dia cuman kepeleset ringan "


"syukur lah"


"ih pasti sakit banget ya.. kesian Sintya" ucap Bella merinding setelah membayang kan apa yang telah di alami Sintya


"ih kok kamu ngomong begitu" tegur Deni pada Bella


"eh sorry "


mereka pun sampai di ruangan Sintya Bella dengan segera memeluk sintya.


"sin gue kangen bagaimana kabar Lo? masih sakit ya?"


Sintya mengangguk terlihat dari wajah nya yang pucat dia masih merasakan sakit "masih sakit" ucap sintya lemas


"Lo banyak banyak istirahat ya"


"iya makasih ya Lo udah sempatin kesini!"


"ia sin.. eh gue mau nanya ? mumpung Revan dan Deni ada di luar"


"nanya apa?" tanya Sintya heran


"Lo tau gak cewe yang nama nya Dewi? itu siapa nya Deni ya?"


"Dewi...? kayak nya gue baru dengar nama nya ! memang nya kenapa?"


"iya Dewi dia juga lagi sakit di rumah sakit ini! kayak nya Deni dekat banget dan dia kaya senang banget ketemu cewe itu"


"gue gak tau sih tapi apa mungkin cewe itu cewe yang selama ini kakak gue cari"


"kakak Lo cari? "


"iya beberapa bulan.yang lalu mereka pernah ketemu di jalan dan kakak gue hampir menabrak nya! masa kakak gue gak cerita sama Lo"


"oghh itu cewe nya yang di cari cari Deni selama ini.. gue harus buat mereka jauh" ucap Bella kesal dalam hati. bagaimana tidak kesal Bella merasa cinta nya sama Deni hanya bertepuk sebelah tangan


"oh iya Deni pernah cerita kemaren "


" memang nya cewe nya cantik ya jadi kakak gue ngejar ngejar banget?" tanya Sintya kepo


"eh kamu Sintya lagi sakit malah di ajak ngobrol macam macam " obrolan Sintya dan Bella terputus saat Revan datang


"maaf deh..."

__ADS_1


lain hal nya dengan Dewi saat di dir ruangan nya sudah ada ibu dan kakak nya dan juga dini yang sudah menunggu nya.


"bagaimana keadaan kamu?" tanya dini


"yah baik ka! oh ya bu aku tadi ketemu dengan cowok yang pernah antar aku"


"kamu masih mikirkan cowok itu? lebih baik kamu pikirkan keadaan kamu biar bisa cepat pulang" sahut Heri sengit.


yah Heri menginginkan adik nya cepat pulang karena tabungan nya sudah mulai menipis..kalo adik nya lama lama di sini dia bingung harus mencari pinjaman kemana lagi?


"her... " tegur ibu nya saat mendengar ucapan Heri


"kenapa lagi Bu aku yang salah lagi?"


ibu nya tidak menyahuti pertanyaan Heri ibu nya Hanyar terdiam kalo seadaanya ibu nya menyahuti pertanyaan Heri Heri pasti bilang kalo ibu nya selalu membela Dewi


"kamu jangan ngomong seperti itu coba liat bagaimana pancaran muka adik kamu saat ketemu lelaki itu dia seperti bahagia banget! belum tentu kamu bisa buat dia sebahagia itu? kamu jangan egois " dini mulai memberi pengertian kepada Heri agar dia tahu kalo adik nya lagi berseri seri setelah ketemu dengan Deni


" terus apa kata lelaki itu setelah melihat kamu? "


"dia cuman tanya kabar aku dan ruangan aku kak"


" nanya ruangan kamu?"


"sudah sudah nanti saja di bahas lagi biarkan adik kamu istirahat dulu" ibu nya memotong pembicaraan Dewi dan Heri


" iya biarkan Dewi istirahat.. lebih baik kita jenguk Sintya kata nya dia juga lagi di rawat di sini " ucap dini


"Bu kami mau jenguk istri Revan dulu"


"iya.. salam aja buat mereka "


"iya..."


Heri dan dini pun menuju ke ruangan sintya. yah lumayan jauh dari ruangan nya Dewi. jelas ruangan Sintya berada di lantai atas ruangan no satu. lain dengan ruangan Dewi yang hanya ruangan biasa. walau pun ruangan biasa Heri pun juga tidak sanggup kalo ke lamaan di sini.


akhirnya mereka sampai di ruangan Sintya terlihat di dalam ruangan nya ada Revan, Bella, dan juga Deni


tok..tok...tok... Heri mengetuk pintu nya dan revan membuka kan


"bagaimana keadaan istri Lo" ucap Heri memulai pembicaraan dengan Revan dengan nada sedikit gugup apakah Revan masih marah dengan nya dan dia juga masih belum tahu bagaimana nasib nya di kantor Revan apa nanti kalo dia masuk kerja akan bertahan atau akan bawa barang barang nya . ahh.. kalo itu terjadi sungguh benar benar mimpi buruk bagi heri.


"keadaan nya sudah mulai membaik "


"maaf ya kita gak bawa apa apa soal nya kita juga lagi di bawah" ucap dini


"siapa yang sakit?" tanya bella penasaran


" adik nya Heri "

__ADS_1


"adik nya kecil apa udah dewasa?"


"udah remaja" sahut Heri


"terus bagaimana keadan nya sekarang apa sudah baikan?" tanya Revan


" yah Sekarang udah mendingan tapi sakit nya susah di tebak kadang rasa sakit itu datang tiba tiba! terus bagaimana? "


"apa nya?" Revan malah balik bertanya.kepada Heri


" apakah Lo mau mecay gue?" tanya Heri gugup


"oh itu... kalo Lo bosan sama gue ya silahkan bawa barang barang Lo dan bikin aja syarat pengunduran diri pasti gue tanda tangani tapi bukan gue yang mecat Lo gak mungkin lah gue pecat Lo sedangkan Lo juga dalam keadaan susah"


"hhmmm ," Heri menarik napas lega " makasih ya Lo masih mempercayai gue"


"apa Lo perlu bantuan?" tanya Revan mempersilahkan diri untuk membantu keluarga nya Heri


"tidak usah.. gue masih bekerja di tempat Lo aja gue udah bersyukur banget "


"hhmm baik lah."


"kalo perlu apa apa jangan malu malu untuk minta tolong" sahut Sintya


"iya.."


cukup lama mereka berbincang bincang di ruangan itu. Deni dan bellaoun berpamitan untuk pulang duluan


"kita pulang dulu ya udah siang nanti mamah dan papah juga kesini" ucap Deni sambil memeluk Sintya


" makasih ya kak! "


"kamu kalo sudah sembuh jaga diri baik baik jangan ngambekkan"


"hhmm iya.. kakak cepat cepat nikah ya" bisik Sintya pada Deni


mendengar ucapan Sintya Deni langsung tertawa keras


"ada apa?" tanya bella


"ahh tidak papa" ucap Deni sambil tersenyum " ya udah kakak pulang"


"cepat sembuh ya sin" ucap Bella


"makasih ya"


mereka pun langsung keluar dari ruangan itu . di perjalanan menuju mobil Bella memberanikan diri untuk bertanya pada Deni


"hhhmm.. aku boleh nanya sesuatu?"

__ADS_1


"boleh nanya apa? kayak nya serius banget" ucap Deni sambil mencubit dagu nya Bella


"hhmm kamu suka ya.sama cewe tadi?"


__ADS_2