
Sintya pun langsung masuk ke dalam kantor nya.
" pagi mba, tidak Sama pak Revan ? " tanya scury di situ
" dia lagi ada janji ketemu sama claen pak, mari pak " ucap Sintya sambil berlewat
Sintya langsung menuju dapur di kantor itu untuk sarapan
" sin .. Lo makan apa" tanya Bella
" nasi tadi beli di jalan "
" emang Lo gak masak "
Sintya menggeleng kan kepala nya " nggak tadi kami kesiangan bangun"
" hah.. kesiangan bangun emang Lo habis ngafain " tanya Bella kepo
" ih kepo mau tau aja " ucap Sintya dengan canda nya
waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 telpon Sintya berbunyi
" hallo"
" beb dimana ? " tanya Revan dari telpon
" di kantor kenapa ? "
" kamu bisa jemput Aldo gak ? aku masih sibuk nih, Aldo lima belas menit lagi pulang ! "
" iya bisa, aku sama Bella ya ! "
" iya makasih sayang "
telpon pun terputus
" Bella !! " panggil Sintya
" ada apa ?"
" keluar yuk, gue mau jemput Aldo "
" siapa Aldo ? "
" anak gue "
" tapi gue masih kerja gimana ? "
" ini pak Revan yang suruh Lo"
" ya udah ayo ! " Bella langsung berdiri dengan semangat nya
mereka pun langsung menuju parkiran mobil sintya
' sin gue boleh nanya sesuatu"
" boleh nanya apa? "
" anak nya Revan gimana sama Lo sayang gak "
" oh itu Lo liat nanti nya aja terus Lo nilai bagaimana menurut Lo"
__ADS_1
" hhm " Bella menarik napas panjang
mobil pun terhenti di depan sekolah Aldo
" hhm memang beda sekolah orang kaya dan orang biasa" ucap Bella
" jangan bilang kaya gitu, gue juga orang biasa " sahut Sintya
" iya Lo emang orang biasa tapi suami Lo luar biasa " ucap Bella dengan lebay nya
" mami ..." teriak anak kecil dari kejauhan siapa lagi kalau bukan Aldo
" hey.." Sintya melambaikan tangan nya
" itu sin anak nya Revan ? "
" hhm iya " sahut Sintya
" ganteng juga"
" papah mana ? " tanya Aldo sambil memeluk dan mencium pipi Sintya
" papah lagi sibuk metting sayang jadi mami yang jemput kamu "
Aldo hanya mengangguk dia mengerti betul kalo papah nya seorang ayah yang begitu sibuk
" kita langsung pulang ya, soal nya mami masih banyak kerjaan di kantor "
" hmm Aldo bosan di rumah Aldo boleh gak ikut ke kantor mami"
Sintya jadi bingung harus bilang iya atau tidak kalo bilang iya takut Revan marah kalo tidak kesian juga sama Aldo yang selalu di rumah terus " ah sudah lah biar Aldo ikut ke kantor aja kan dia juga bisa istirahat di ruangan Revan " ucap Sintya dalam hati
" sin gimana ? " tanya Bella sambil menyenggol tangan nya Sintya
" ok mi.. Aldo sayang mami" ucap Aldo sambil mencium pipi Sintya
" hebat Lo sin bisa ambil hati anak nya revan, dia sayang banget lagi sama Lo"
Sintya hanya tersenyum, sampai nya di kantor sintya sudah membeli makanan dan cemilan buat aldo biar dia betah di kantor
" anak siapa" tanya resepsionis di kantor itu
" anak gue" sahut Sintya datar
" oh anak pak Revan ! ganteng nya sama kaya pak Revan " ucap nya tersenyum
Sintya mendengar ucapan nya langsung menatap nya tajam " enak aja bilang suami gue ganteng , iya sih memang ganteng tapi cukup gue aja yang boleh menilai " ucap Sintya di dalam hati
" sayang Aldo di ruangan papah ya mami kerja dulu, nanti papah akan jemput kita "
" iya mi"
---🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷---
di lain tempat . Revan sekarang berada di kantor pusat milik ayah nya bersama teman sekaligus rekan bisnis nya Rega dan heri
saat masuk kedalam. ruangan nya itu ternyata terlihat Daddy nya yang sedang berdiri di dekat jendela memandang ke arah jalan raya
" Daddy , sudah lama menunggu Revan"
" ah tidak juga, bagaimana kabar kamu nak" ucap Daddy nya
__ADS_1
" baik dad ! ada apa tumben Daddy kesini"
" ada yang ingin bicarakan "
" apa ? " Revan hapal betul kalo Daddy nya datang ke kantor pusat pasti ada yang ingin dia perintahkan
" begini , kantor dan usaha kita yang ada di Kalimantan lagi ada masalah , seperti nya ada sesuatu yang menjanggal tidak seperti biasa biasa nya laporan keuangan nya pun juga ada yang berbeda " ucap pak arya dengan alis yang mengkerut seperti lagi banyak pikiran
" terus aku harus bagaimana"
'' kamu dengan yang lain dan asisten kamu besok berangkat ke Kalimantan, coba kamu cek dan cari semua permasalahan nya " ucap pak Arya " coba kamu panggil Rega dan heri "
Revan langsung menelpon teman teman nya itu " keruangan gue " ucap Revan datar
tanpa bantahan apa apa mereka berdua langsung menuju ruangan Revan
tok..tok...tok . terdengar suara ketukan pintu dari luar
" masuk" teriak Revan tegas
mereka pun masuk dan kaget melihat bos besar nya itu berada di ruangan Revan . mereka langsung memberi sapaan
" pak " ucap Rega
" silahkan duduk" ucap pak arya lembut. memang tingkah dan sifat pak aryo tidak menurun kepada Revan . pak aryo orang nya begitu baik dan sopan kepada semua karyawan nya , beliau begitu menghargai orang berkerja untuk nya. tidak seperti Revan yang begitu dingin dan susah tersenyum kepada karyawan .
" ada apa memanggil kami " tanya rega
" begini besok saya ingin kalian berangkat ke luar kota ke Kalimantan, saya ingin kalian semua cek kantor di sana saya rasa ada yang aneh dengan pembukuan tidak seperti biasanya ! apa kalian bersedia "
'' iya saya bersedia" ucap heri dan Rega
namun ayah nya melihat wajah Revan yang murung tidak seperti biasa nya
" kamu kenapa"
" tidak papa"
" apa yang kamu pikirkan ? apa kamu tidak mau ke Kalimantan besok? "
";bukan nya Revan tidak mau tapi Revan bingung bagaimana dengan sintya! apa dia membolehkan Apa tidak "
" memang Sintya tidak membolehkan ? ini cuman sebentar paling paling dua atau tiga hari masa Sintya tidak mengerti? apa Sintya lagi hamil jadi kamu gak bisa ninggalin"
" nggak dia belum hamil "
entah kenapa Revan rasa nya begitu berat meninggal kan Sintya rasa tidak ingin jauh dari nya tidak seperti istri nya yang dulu mau kemana aja dia gak terlalu kepikiran tapi dengan Sintya dia begitu khawatir
" apa harus Deddy yang bilang pada istri mu"
" tidak usah ded biar Revan yang bicara nanti, Revan pasti usaha kan agar bisa "
" baik kalo begitu Deddy pulang dulu! "
waktu sudah menunjukkan pukul 16.40 Revan segera pulang dan ke kantor Sintya untuk menjemput Sintya. telepon nya berdering
" hallo sayang " ucap Revan saat mengangkat telepon Sintya
" kamu dimana? masih sibuk ya ?"
" nggak nih aku sudah mau jemput kamu tunggu ya "
__ADS_1
'