Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
81


__ADS_3

"aldo main sama siapa? kaya nya aku gak pernah ketemu? apa dia keluarga kamu" Sintya terus memberi pertanyaan pada Revan


" aku juga kurang tau beb" sahut revan dengan suara berat dan seperti ada yang dia sembunyikan


" hhmm " sahut Sintya yang mulai muka nya bete.


"papah " panggil Aldo dan cewe itu langsung membalikkan badan nya ke arah Sintya dan Revan


" kamu? " ucap Revan bicara sama mantan istri nya itu yang bernama Ririn . dan dugaan Sintya benar itu adalah mantan istri nya Revan yang ninggalin Revan untuk kembali dengan cinta pertama nya.


"iya mamah datang pah" ucap Aldo yang begitu senang melihat kedua orang tua nya


" hallo.." Sintya berusaha menyapa wanita itu namun sapaan Sintya di balas dengan muka angkuh nya.


"kenalin mah ini Mami " ucap Aldo dan wanita itu cuman tersenyum tipis seperti tidak menyukai kehadiran Sintya di situ


"hhmm aku mau ke dapur " ucap Sintya ingin meninggalkan Revan dan mantan istri nya itu namun Revan langsung meraih tangan Sintya


"kenalkan ini istri saya nama nya Sintya" ucap Revan yang langsung merangkul Sintya


"hhmm... istri nya masih sangat muda banget. apa ini yang buat Revan berubah dengan gue" ucap Ririn dalam hati Ririn membuat Sintya benar benar muak melihat tingkah nya yang angkuh .


"aku kangen papah " ucap Aldo memeluk Revan


"kenapa Aldo bilang kangen dengan kamu? apa kamu gak ada waktu untuk Aldo?" tanya Ririn " apa waktu kamu cuman untuk wanita ini jadi kamu melupakan Aldo begitu saja"


"aku gak pernah lupakan aldo! aku juga punya kesibukan lain di kantor dan Aldo juga diam di rumah orang tua aku gak mungkin dia kenapa kenapa" sahut Revan dengan nada tinggi " seharus nya aku yang tanya sama kamu! kemana aja kamu selama ini? kenapa kamu tinggalkan Aldo begitu saja? kamu lebih memilih lelaki itu ketimbang anak kamu" ucap Revan kesal. saat itu suasana di tempat itu mulai memanas. memang Revan dan Ririn kalo ketemu memang selalu bertengkar sama sama tidak pernah mau mengalah. lebih mementingkan ego nya masing masing.


"hhmm maaf saya mau ke dalam dulu kalian bisa lanjut ngobrol nya " ucap sintya


'aku haus mau minum kamu lanjut aja ngobrol nya dan ingat jangan pakai emosi " bisik Sintya dan langsung meninggalkan mereka. sintya merasa tidak tahan kalo berada di antara mereka. entah kenapa? apa mungkin cemburu atau apa! dia cuman berharap Revan bisa melupakan mantan istri nya itu .


"Bun" panggil Sintya pelan kepada bunda nya Revan yang lagi sibuk masak di dapur.

__ADS_1


"eh sayang .. hhmm kamu tadi ke taman?" tanya bunda dengan nada berat karena tidak enak dengan Sintya


"iya" sahut Sintya


"bunda minta maaf ya kalo bikin kamu sedih tapi bunda harus gimana lagi. bunda gak bisa larang Aldo ketemu dengan mamah nya"


" hhmm enggak kok Bun Tia gak papa ! Sintya ngerti kok mereka ada Aldo yang harus di buat bahagia dan Sintya percaya denga Revan


"iya sayang "


"kamu minum air nya ya"


Sintya duduk termenung menatap ke arah Revan dan mantan istri nya dari kejauhan Sintya terus memperhatikan gerak gerik mantan istri Revan


"hhm pantas Aldo tidak pernah panggil aku mamah! aku sadar aku cuman ibu sambung buat Aldo mamah nya tetap satu " ucap Sintya dalam hati


selesai Aldo bermain mereka semua masuk ke dalam rumah nya revan yang melihat Sintya lagi duduk sendirian langsung menghampiri sintya.


"hhm sok manja'' ucap Ririn kesal melihat perlakuan Revan ke Sintya gak seperti Revan dengan dia dulu


"kita pulang ya" ajak Sintya


"iya.. kita bilang sama bunda dan Aldo dulu" Revan tau perasaan Sintya pasti sakit melihat mantan istri nya itu


" Bun kami mau pulang dulu" ucap Revan pada bunda nya


"hhm iya' sahut bunda nya namun lain hal nya dengan Aldo Aldo malah melarang Revan dan Sintya pulang dia ingin Revan malam ini nginap di sini agar bisa jalan jalan


"papah jangan pulang Aldo masih kangen Aldo pengen jalan jalan dengan papah dan mamah malam ini" rengek Aldo pada Revan sambil memeluk nya


"tapi mami kamu capek " sahut Revan membujuk Aldo


"mami kan juga bisa tidur di sini! mamah juga nginap di sini malam ini" ucal Aldo

__ADS_1


" biar aku pulang sendiri kamu nginap di sini aja gak papa!" ucap Sintya


"jangan... " Revan langsung memegang tangan Sintya " dimana aku harus selalu ada kamu jadi malam ini kita nginap di sini"


"tapi aku gak bawa baju ganti "


"nanti biar supir yang ambil baju ganti kita! jadi kamu bisa istirahat di kamar aku sekarang" ucap Revan "kalo begitu papah mau ke kamar dulu mau bawa mami istirahat ya sayang"


" iya pah.."


Ririn yang melihat perlakuan Revan pada Sintya membuat nya benar benar muak.


waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 keluarga Arya sedang menikmati makan malam nya dan Ririn juga berada di meja makan itu. selesai makan malam Aldo mengajak Revan dan Ririn untuk jalan jalan ke mall


"pah kita ke mall ya kan kita sudah lama tidak jalan jalan dengan mamah" ucap aldo. Sintya yang mendengar ucapan Aldo membuat jantung nya berdebar begitu cepat bahkan ada rasa sakit.


"hhmmm" Sintya menarik napas panjang untuk menenangkan perasaan dan pikiran nya " kamu jalan aja dengan Aldo biar aku tinggal di rumah aja! aku mau istirahat seharian gak ada istirahat" ucap sintya pada Revan


"kami yakin gak ikut? kamu gak kenapa kenapa kan?"


"kamu jangan khawatir kan aku kan disini aku gak sendirian di sini ada bunda dan Daddy" ucap Sintya meyakinkan Revan


bunda nya Revan tersenyum menatap Sintya "aku tahu apa yang di rasakan Sintya tapi dia begitu kuat untuk menutupi semua nya " ucap bunda nya Revan dalam hati yang kesian dengan Sintya


"ayo kita berangkat nanti kemalaman" ucap Ririn yang dianggap Sintya merusak suasana di rumah itu


"iya" sahut Revan datar


" kamu istirahat ya sayang " ucap Revan mencium kening nya Sintya


mereka bertiga pun pergi menuju mall yang di ingin kan Aldo namun saat Revan di perjalanan ponsel nya berdering di lihat nya pesan WhatsApp dari deddy nya


"Daddy harap kamu bisa jaga perasaan yang mesti nya harus kamu jaga dan kamu juga harus ingat kalo dia pernah nyakitin kamu" pesan singkat namun begitu bermakna bagi Revan. ya Daddy nya memberi tahu Revan harus berhati hati dengan Ririn agar tidak ada perasaan lagi dengan nya

__ADS_1


__ADS_2