
setelah raga dan Heri pulang Sintya langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa berkata apa apa dengan Revan seperti nya dia masih kesal dengan revan. masih curiga apa yang di sembunyikan revan.
" sayang..." panggil Revan saat Sintya berlewat dengan muka cuek nya. Sintya tidak membalas sahutan Revan dia terus berjalan menuju anak tangga
" hhmm... " Revan menarik napas panjang nya " pasti dia lagi marah, dia pasti curiga dengan tadi" ucap Revan dalam hati
Revan juga masuk ke dalam kamar terlihat Sintya yang sedang berbaring membelakangi di kasur nya
" sayang.. kamu kenapa?" tanya revan sambil memeluk Sintya dari belakang namun Sintya tetap tidak menjawab .
" kamu tidur?" tanya Revan yang terlihat Sintya memejamkan mata nya . " ya sudah kalo kamu tidur aku juga tidur " revan pun ikut merebahkan tubuh nya sambil memeluk Sintya
" aku tau pasti ada yang kamu sembunyikan dari aku" ucap Sintya dalam hati . Sintya tidak tidur dia hanya pura pura tidur karena dia lagi tidak ingin bicara dengan Revan . tak lama terdengar suara hembusan napas Revan yang sudah tertidur.
lain hal nya dengan intan yang lagi berbunga bunga di buat oleh raga. terlihat dari wajah nya yang terus terus tersenyum membaca pesan nya raga. sudah tak sabar rasa nya intan ingin jadi istrinya raga. dia begitu merasa bersyukur dengan kehadiran raga dalam hidup nya namun pada malam itu Edo kembali menghubungi nya kembali hadir di dalam kehidupan nya . b
tuttttt... terdengar suara getar ponsel intan dan intan segera mengambil ponsel nya
" ini pasti raga yang nelepon " ucap intan senang . namun dugaan nya kali ini meleset yang menelpon bukan raga melainkan Edo . wajah intan yang mula nya berseri bahagia berubah menjadi kesal dan marah . dia bingung harus mengangkat telepon nya atau tidak . dan intan memilih tidak mengangkat telepon nya namun Edo terus menelepon nya dan intan memberanikan diri untuk mengangkat.
" hallo" ucap intan denga suara berat nya
" hallo... kamu dari mana? kok gak angkat telepon aku, apa kamu sudah lupa dengan aku?" pertanyaan Edo membuat intan kesal dan muak
" mau apa lagi kamu hubungi aku?" ucap intan yang begitu kesal
" kamu masih marah dengan aku?" tanya raga
__ADS_1
" lebih baik kamu gak usah lagi hubungi aku , gak usah ganggu hidup aku lagi "
" aku kangen kamu... aku mau nikahi kamu" ucapan Edo membuat intan langsung batuk
"apaah..." intan kaget dengar ucapan Edo " bukan nya kamu gak mau menikah! masih banyak kan cita cita yang belum kamu raih"
" aku minta maaf .. kemaren aku ngomong kasar dan buat kamu kecewa tapi kali ini aku serius aku mau menikah dengan kamu.. kita besarkan anak kita" ucap raga
perasaan intan kali ini benar benar kacau tidak tahu harus bagaimana dan harus memilih siapa..
" kenapa kamu diam?" tanya Edo
"aku capek aku mau istirahat" ucap intan yang langsung mematikan telepon nya . setelah intan mematikan telepon nya masuk pesan dari Edo .
" apa yang aku ucapkan ini beneran aku beneran mau kamu jadi istri aku, kita besarkan anak itu, dan secepat nya aku akan melamar kamu " pesan dari Edo namun tetap tidak di balas intan .
saat intan bingung dengan pilihan nya terdengar ponsel nya kembali bergetar dan di lihat nya dari layar ponsel nya pesan dari nomor tanpa nama namun di lihat nya foto profil nya gambar raga. cukup lama dia memandang gambar raga." kamu baik... sangat baik..namun anak ini juga perlu ayah kandung nya" ucap intan yang tanpa di sadari nya dia meneteskan air mata nya .
di buka nya pesan raga yang berisi " kemana aja kok gak ada kasih kabar? kamu baik baik aja kan" pertanyaan raga yang selalu mengkhawatirkan keadaan intan . namun intan tidak membalas pesan nya raga .
raga yang melihat intan membuka pesan nya namun tidak di bala dia segera menelepon intan.
Tut...Tut...Tut .. telepon nya terhubung dan di angkat oleh intan.
" hallo" terdengar suara intan berat dan seperti orang gugup
" kamu kenapa? ada masalah apa?'' raga langsung menanyakan nya
__ADS_1
"hhmm " intan bingung harus bilang apa dengan raga
" kenapa ... kamu cerita aja sama aku! aku akan bantu kamu kan ah sudah janji dengan kamu akan selalu ada saat kamu susah dan senang "
" beneran?"
"iya aku janji akan beri nasehat dan jalan yang terbaik buat kamu"
intan sedikit lega dengar perkataan raga dan dia memberanikan diri untuk cerita kalo Edo menghubungi dia kembali " Edo menghubungi aku lagi " ucap intan gugup
" di menghubungi kamu lagi? buat apa? " tanya raga dengan suara menahan kesal
" dia juga ingin me--la-mar- aku " ucap intan terputus
" dia mau melamar kamu? terus bagaimana dengan kamu? apakah kamu menerima nya kembali?" tanya raga seperti ingin menangis namun di tahan nya raga juga mengepal tangan nya seperti benar benar kesal.
" dia mau melamar intan? bukan nya dia sudah jalan dengan perempuan lain " ucap raga dalam hati
" aku masih bingung"
" aku tau kamu saat ini pasti lagi bingung harus bagaimana dan harus jawab apa? kalo kamu masih ada rasa dengan dia aku rela lepaskan kamu mungkin kita memang tidak berjodoh! aku tau aku di sini cuman sebagai bantu kamu untuk menutupi semua nya" ucap raga yang sedikit kesal
" aku minta maaf... aku tidak bermasud seperti itu" ucap intan
" kamu tidak salah aku yang salah sudah banyak berharap dengan kamu, aku terlalu berlebih-lebihan terhadap ini. aku tau anak itu pasti akan mencari orang tua kandung nya "
" tapi dia sudah terlalu menyakiti aku " a
__ADS_1
" itu terserah kamu aku harap kamu tidak mengambil keputusan yang salah lagi.. hari pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi jadi kamu kamu memilih dan menerima Edo aku harap kamu bisa kabari secepat nya jauh jauh hari sebelum undangan tersebar, ya sudah silahkan kamu pikirkan baik baik jangan sampai kamu salam pilih dan menyesal ,ikuti kata hati kamu! aku mau istirahat" raga langsung mematikan telepon nya