Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
53


__ADS_3

Revan dan Sintya sudah tiba di rumah nya mereka masuk ke dalam..


" kamu mau makan beb?"


" iya kamu mau makan" ucap Revan


'' makan apa biar aku yang masak"


" aku mau makan kamu" ucap Revan langsung menggendong Sintya menuju kamar nya..


bi inah yang melihat mereka langsung tersenyum


" beb lepasin" teriak Sintya


" kenapa? bukan nya tadi kamu minta gendong sayang! ini saat nya aku Gendong kamu"


ucap revan yang dengan gemas langsung merebahkan Sintya di kasur nya. saat Revan ingin mencium nya sintya menolak .


" kamu mandi dulu beb, kamu dari perjalanan jauh"


" gak mau aku masih wangi " ucap Revan sambil melepaskan baju nya


" nanti dulu kamu mandi aja dulu "


" kamu tega beb menunda nya lagi . aku sudah menunda ini tiga hari " ucap Revan dengan muka kesal nya


Sintya yang mendengar ucapan Revan langsung terdiam . namun saat Sintya terdiam Revan langsung merenggut bibir Sintya dengan ganas . seperti tidak ada ampun .. seketika melepas nya membiarkan Sintya mengambil napas . kali ini Revan benar benar ganas dan bersemangat untuk melakukan hal itu . juga memberikan begitu banyak tanda merah di leher nya Sintya


" aku .sayang ..kamu" ucap Revan dengan napas yang bergemuruh.


cukup lama permainan itu berlangsung semua rasa kerinduan untuk tiga hari ini sudah terpenuhi. sepansang suami istri ini sungguh menikmati permainan mereka membuat mereka tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan .


di lain tempat. Heri masih terus memikirkan dini dia mencari info dini lewat sosial media namun tetap tidak menemukan nya .


" semoga suatu saat kami akan ketemu pagi' ucap Heri dalam hati ." ternyata begini rasa nya benar benar mencintai seseorang" ucap Heri dalam lamunan nya


jam sudah menunjukkan pukul 18.00 Revan terbangun dari tidur nya di lihat nya istri nya masih tertidur pulas dengan wajah cantik nya . cup Revan mencium kening nya sintya


" aku sangat bersyukur memiliki mu beb, kamu yang merubah hidup ku "


Revan yang dulu susah tersenyum dengan orang sekarang setelah mengenal Sintya dia lebih banyak tersenyum. yang dulu setiap masalah selalu di hadapi dengan emosi sekarang lebih dengan perasaan bahkan sekarang lebih sabar.


Revan beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi. hampir 30 menit Revan merendamkan tubuh nya di air dingin sambil menghilang penat penat nya.


Sintya sekarang terbangun dari tidur nya terlihat Revan yang baru selesai mandi nya.


" jam berapa sekarang? "


" jam 07.00, kamu mandi ya sayang kita ke rumah bunda aku kangen Aldo " sahut Revan yang masih mengenakan handuk yang terlilit di pinggang


" iya" Sintya pun langsung masuk ke dalam kamar mandi


beberapa menit kemudian Sintya sudah selesai mandi terlihat Revan yang sedang duduk di sofa dengan memandang kalender


" sudah beb mandi nya? "


"iya.. kamu lagi apa? "


" aku cuman lihat lihat tanggal merah "


"memang nya kenapa kalo ada tanggal merah"


" aku mau ajak semua karyawan ke pantai dan di pantai itu akan di adakan acara ya seperti perlombaan "

__ADS_1


" berarti seru dong, aku harus ikut '


" ya memang kamu harus ikut nanti Aldo juga ikut dan karyawan yang sudah punya keluarga Boleh bawa keluarga nya "


" berarti aku boleh ajak intan "


" Iya harus supaya raga bisa dekat "


'' oh ya beb aku baru ingat kalo intan itu udah punya pacar sudah pacaran hampir lima tahun tapi belum di nikahi"


" kamu serius beb? "


' iya"


" berarti bakal jomblo lagi dong sahabat aku yang satu itu" ucap Revan yang di maksud nya raga


" apa kamu udah siap, kita ke rumah bunda "


" aku sudah siap "


mereka pun langsung berangkat ke rumah nya bunda lili


" beb gimana kuliah kamu? ''


" aku udah selesai ujian jadi sekarang kami liburan. tapi beb aku rasa pengen pindah jadwal kuliah jadi ekstensi soal nya aku capek setiap malam dan kesian kamu juga harus antar aku tiap malam! jadi menurut kamu gimana l?


" kalo aku terserah kamu aja.. kalo kamu capek dan mau istirahat kuliah aku juga gak masalah. aku selalu dukung kamu sayang


mereka pun sampai di rumah orang tua nya Revan


" bunda ..Daddy Revan datang " ucap nya seperti anak kecil .


" papah " teriak Aldo dari kamar nya " Aldo kangen papah"


" papah juga kangen Aldo" ucap Revan langsung menggendong Aldo . Revan kalo ketemu Aldo tidak kalah senang nya seperti ketemu Sintya . dia sekarang merasa hidup nya semakin lengkap dan bahagia


" baik dad semua nya lancar "


" kami memang anak Daddy " ucap pak Arya dengan bahagia. persoalan seperti apa pun di kantor kalo dengan Revan pasti akan beres .


" kalian kesini kenapa gak kasih kabar dulu kan bunda bisa masak banyak"


" revan lupa Bun" ucap Revan tertawa "


" biar sitnya bantu masak Bun"


" boleh ayo sayang kita masak"


Sintya dan bunda lili masak di dapur buat makan malam mereka . lain hal nya dengan dini yang malam ini sedang duduk di balkon rumah nya lagi termenung dan di temanin dengan gitar nya entah kenapa terasa sepi setelah dia pulang dari Kalimantan .


" kenapa aku merasa seperti ada yang kurang, aku merasa kangen saat sama Heri " ucap dini dalam hati " aku kangen dia baik dengan ku tapi entah kenapa kami tidak saling bertukar nomer hp" ucap nya dalam hati


dini memainkan gitar nya memainkan lagu kesukaan nya " tentang kamu " .


dini memng lihai kalo masalah main gitar


seperti pelangi


seperti mentari


seperti dirimu...


yang selalu ku tunggu

__ADS_1


dan selalu ku rindu


sampai akhir waktu


diri kan selalu ..


kisah mu kan selalu...


dan bintang dengar kan aku..


terangi aku saat bertemu


tak mudah untuk kau jauh..


lamunkan aku akan diri mu


seperti senyum mu..


seperti mimpi ku..


seperti yang lugu..


kan datang selalu ..


sampai akhir waktu ..


bintang dengar kan aku..


tak mudah untuk kau jauh


lamunkan aku dalam dirimu


seperti senyum mu


seperti mimpi ku


seperti yang lugu


kan datang selalu


sampai akhir waktu


cerita Kisah mu


sampai akhir waktu


bintang dengarkan aku..


terakhir aku saat bertemu


tak mudah untuk kau jauh


lamunkan aku akan dirimu


lagu yang di nyanyikan dini malam ini benar benar sama seperti perasaan dia malam ini yang lagi merindukan Heri


di rumah nya Revan saat mereka lagi makan malam


" dad akhirnya bulan kan ada tanggal merah aku mau ajak semua karyawan kantor liburan dan acara di pantai! gimana menurut Daddy "


" itu serius beb" tanya Sintya seperti tidak percaya yang di rencanakan suami nya


" Daddy terserah kamu aja"

__ADS_1


" berarti bunda boleh ikut dong " ucap bunda lili senang


---------------BERSAMBUNG------------


__ADS_2