
jam sudah menunjukkan pukul 16.30
"tidak terasa ternyata sudah jam 16.30 sayang, apa ibu akan marah kalo aku bawa kamu kelamaan?" tanya Deni sambil menyetir mobil
" ibu gak akan marah sama kamu tapi ibu pasti akan khawatir dengan aku, karena kau melewatkan waktu minum obat"
"maaf ya sayang, saat ini apa kamu ada merasa kan sakit? ini salah aku seharus nya aku dari awal bilang dulu kita mau kemana jadi kamu bisa bawa obat, aku minta maaf" ucap Deni sambil mengelus rambut nya dewi
"iya gak papa sayang, kamu gak perlu khawatir begitu "
" ya jelas aku khawatir, aku khawatir banget kalo soal kesehatan kamu"
"ih kok kamu jadi lebay kaya gini sih "
"lebay apa nya? aku gak lebay tapi aku cuman mengkhawatirkan kamu, khawatir dengan kesehatan kamu sayang"
" coba deh sekali aja aku minta jangan selalu khawatir kan aku, aku pengen seperti wanita normal yang gak perlu di khawatir kan kalo mau kemana mana, gak perlu bawa obat" ucap Dewi
" tapi aayang,.. kamu belum sembuh total"
"iya aku tau aku belum sembuh total tapi aku mau orng jangan terlalu khawatir kan aku, mulai sekarang aku pengen jaga diri aku sendiri , aku bisa minum obat tanpa di beri tahu orang, pliss"
" tapi biar bagaimanapun aku tetap khawatir dengan kamu"
" sayang plisss.. "
" oke,, oke aku gak akan terlalu khawatir dengan sakit kamu dan aku percaya sama kamu kalo kamu bisa jaga diri kamu sendiri "
" iya aku pasti bisa,.. kalo aku gak bisa jaga diri aku sendiri tetap berkegantungan sama kamu dan orang di sekitar aku nb bagaimana aku bisa jadi istri yang baik untuk kamu sedangkan buat jaga diri aku aja gak bisa apalagi jaga suami aku"
Deni langsung tersentuh mendengar ucapan Dewi
"aku gak salah mencari istri " ucap deni
"memang nya kenapa?"
"ya bersyukur aja mempunyai kamu, kenapa gak dari dulu dulu aku kenal sama kamu, kenapa baru sekarang? dulu hampir putus asa aku mencari kamu "
"hah.. segitu nya kah kamu?"
__ADS_1
"iya sayang.. " ucap Deni
asik berbincang bincang di mobil tidak terasa akhirnya mereka sampai di depan rumah nya Dewi, ibu nya yang mendengar mobil datang langsung keluar untuk membuka pintu.
" dari mana? kok jam segini baru datang?" tanya ibunya Dewi, terlihat dari raut wajah nya yang begitu khawatir terhadap Dewi
" tadi aku dan mas Deni foto prewedding bu!" ucap Deni dengan ucapan bahagia
"prewedding? dimana? kok gak ngomong dulu sama ibu?"
" ibu tidak perlu khawatir seperti itu, aku tau maksud ibu tapi aku baik baik saja Bu! percaya sama aku dan mas Deni" Dewi berusaha meyakinkan ibu nya
" iya ibu percaya, ibu cuman nanya dimana kalian prewedding nya kenapa gak ngajak ngajak ibu?"
" td di studio kantor saya Bu" sahut Deni
" bagaimana hasilnya bagus gak?"
"belum selesai ibu hasilnya, aku juga gak sabar ingin melihat foto kami"
" oh gitu.. "
" oh iya hati hati di jalan nak Deni"
" iya Bu.. kamu istirahat ya sayang, aku lualng dulu" ucap Deni sambil mengelus kepala nya Dewi
" iya hati hati di jalan"
" dan jangan lupa makan dan minum obat nya "
"iya.. kamu hati hati"
Deni pun langsung masuk kedalam mobil nya dan melajukan nya dengan kecepatan standar
" kamu senang?" tanya ibu nya sambil tersenyum
" iya Bu aku senang banget, ternyata ini yang rasa nya jatuh cinta , aku pikir aku gak akan merasakan nya" ucap Dewi sambil memeluk ibunya dari samping
"tidak ada manusia yang menikah dengan Tunggul sayang, sejelek apa pun manusia pasti akan ada yang bisa menerima kekurangan nya "
__ADS_1
" iya Bu.. "
" ya sudah kamu makan ya, ibu sudah masak makanan kesukaan kamu "
" ibu juga makan ya bareng aku"
"tapi ibu tadi sudah makan sambil nunggu kamu ibu makan duluan"
" ayolah Bu temani aku makan, sedikit aja ibu makan "
" iya ibu temani kamu" ..
lain hal nya dengan Sintya.. dia sudah dandan cantik berniat ingin ke kantor nya Revan untuk mengajak Revan jalan jalan ke mall
"ni titip anak saya dulu ya" ucap Sintya saat menuruni anak tangga
" baik nyonya"
" mungkin saya dan bapak pulang agak lama, kalo ada apa apa langsung telpon saya aja , oke"
" oke nyonya, nyonya berangkat saja biar saya yang jagain anak nyonya"
sintya pun langsung berangkat ke kantornya Revan dengan dress selutut warna hitam dan rambut yang di kuncir, dengan pakaian seperti itu dia terlihat begitu elegan dan cantik
sebelum melakukan mobil nya Sintya mengambil hp nya dari tas nya
"kamu dimana?" di kirimnya pesan singkat untuk suami nya
"aku di kantor kami ini mau metting kerakhir setelah itu pulang, kenapa?" balasan dari pesan nya Revan
"pas banget berarti aku kesana gak lama lagi nunggu mas Revan jadi kan dia bisa antar aku ke mall" ucap Sintya dalam hati dan dia pun langsung melajukan mobil nya
novel yang sangat terbaru juga ada judulnya "Korean full off love"
Korean full of love menceritakan seorang gadis yang hanya hidup sebatang kara dimana orang tua nya sudah lama meninggal dunia semenjak dia berusia 10 tahun, dulu dia bekerja sebagai karyawan cafe namun semenjak masa pandemi beberapa tahun yang lalu cafe tempat dia berkerja mengalami kebangkrutan hebat yang menyebabkan semua karyawan nya di pecat, sudah hampir 4 tahun dia sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap sampai dia dijuluki dengan Tante nya sebagai pengangguran sukses, karena prustasi kelamaan tidak bekerja dia pun memutuskan untuk melamar bekerja menjadi tkw di Korea dengan hanya bermodal tekat yang kuat, semenjak jadi TKW nasib berpihak dengan nya, dia memiliki majikan seorang artis yang sangat terkenal di Korea bahkan di seluruh dunia mengenali artis itu.. penasaran dengan cerita nya kalian bisa buka profil saya"
__ADS_1