Jodohku Seorang Duda

Jodohku Seorang Duda
130


__ADS_3

revan dan sintya pun turun menuju ruang tamu di sana sudh terlihat intan dan raga yang dengan asik dengan anak nya sintya


" ada apa lo kesini? " tanya revan dengan judes nya, sintya yang berjalan di samping revan langsung mencubit tangan nya revan


" sakit yank.. " rintih revan kesakitan karena cubitan nya sintya


" habis nya kamu bicara begitu"


" gak papa yank sama raga mah sudah biasa "


" lo kesini ngpain? " tanya revan lagi


" santai bro gue kesini mau jenguk anak lo, lo gak liat nih gue bawain hadiah"


" oh bawain hadiah.makasih ya" ucap revan


" makasih ya tan kok jadi repot repot " ucap sintya


" gak papa sintya santai aja"


" permisi tuan" ucap bi inah yang datang membawakan minum dan juga makanan yang sudah di beli intan dan raga


" ini makanan siapa yang beli? " tanya sintya


" gue yang bawa "


" duh gue jadi berterima kasih dua kali nih"


" aduh sintya santai aja kali kaya baru kenal sama gue aja "


" gimana keadaan kantor? " tanya revan kepada raga


" aman.. " ucap raga dengan santai


" serius lo aman aman aja"


" iya gue serius, terus kapan lo mulai masuk kantor" raga malah nanya balik kepada revan


" besok gue masuk kantor, heri mana kok gak ada kabar nya? "


" gak tau lah gue teman lo yang satu tuh akhir akhir ini banyak ngelamun nya kaya orang lagi banyak utang"


" kenapa lagi? bukan nya adik nya sudah berangkat ke Amerika dan biaya juga deni yang nanggung semua nya "


" ya lo tanya aja sendiri"


" sini besok kalo lo merasa repot sendiri lo bisa kok telpon gue nanti gue kesini bantuin lo"


" gak usah tan kesian lo juga kesini bawa perut lo"


" oh iya gue hampir lupa, minggu depan kita berangkat ke kalimantan lagi"


" siapa aja dan berapa lama? " tanya raga

__ADS_1


" kita bertiga dan kita di sana selama satu minggu"


sintya langsung kaget mendengar ucapan revan yang ingin meninggalkan nya " kamu serius yank.. ? " tanya sintya sedikit ragu


" iya sayang aku beneran di sana ada pekerjaan penting "


" terus gimana dengan aku "


" kamu kenapa? kan kamu ada mamah dan bunda yang bisa bantuin kamu, ini beneran gak bisa di undur lagi yang, kamu ngerti aku dong"


" hhm" sahut sintya bete


" tuh kan yank kalo ke rumah revan mah omongan nya selalu pekerjaan, istri nya aja sampai bete begitu" ucap raga sambil menunjukkan ke arah sintya


" kamu diam yank, "


" iya.. yank nanti kalo aku berangkat kamu tinggal di rumah mama dulu ya "


" iya kamu gak usah khawatir "


jam sudah menunjukkan pukul 15.30 intan dan raga pun berpamitan untuk pulang


" sini kita pulang dulu ya" ucap intan sambil cupika cupiki dengan sintya


" makasih banyak ya tan"


" iya sama sama "


" oke"


intan dan raga pun masuk ke dalam mobil dan raga langsung melajukan mobil nya


ke esokkan hari nya


jam sudah menunjukkan pukul 07.00 waktu di Amerika pagi ini deni berniat membawa dewi jalan jalan menggunakan kursi roda. dewi tidak boleh capek maka nya deni memilih mengajak dewi pakai kursi roda.


" kita mau kemana? " tanya dewi


" aku mau ngajak kamu jalan jalan kita keliling melihat tempat tempat di sini "


" kamu gak capek mendorong kursi roda aku"


" kalo untuk kamu aku gak pernak merasa capek "


mendengar kan ucapan deni dewi langsung memalingkan wajah nya dan menatap wajah deni yang tulus


" kenapa kamu menatap aku? " tanya deni


" aku jatuh cinta sama kamu" ucap dewi sambil tersenyum


" apah.. aku gak dengar" deni pura pura tidak mendengar apa yang di ucapkan dewi


" hhm gak apa apa"

__ADS_1


.


mereka pun terhenti di sebuah taman taman yang langsung mehadang ke arah danau dan juga langsung ke arah mata hati terbit


deni duduk di sebelah kursi


" di sini indah ya" ucap dewi


" iya di sini sangat indah, aku mau ini jadi kenang kenangan kita"


" kenang kenangan? apa untuk terakhir kali nya? " tanya dewi


" bukan begitu sayang, oh iya ada yang ingin aku bicarakan "


" apa "


" besok aku harus balik ke Indonesia "


" balik ke Indonesia? " tanya dewi sedih


" iya aku harus kerja sayang, masih banyak pemotretan yang belum akun kerjakan "


" terus kamu gak kesini lagi? "


" sebelum kamu operasi aku akan kembali kesini lagi untuk menemani kamu"


" kamu serius? "


" iya aku serius aku gak akan biarkan kamu berjuang sendiri di meja operasi "


" makasih ya" dewi langsung senang dan saking senang nya dia langsung memeluk deni membuat deni tersenyum lebar dan deni mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya


" coba lihat ini" ucap deni


" itu apa? " tanya dewi dengan polos nya


" di tempat ini aku ingin menjadi kenang kenangan terindah kita menjadi saksi cinta kita. dan sebelum kamu operasi aku ingin melamar kamu dan ini cincin untuk kamu, kalo kamu menerima aku kamu mau memasang cincin ini dan kalo kamu menolak aku kamu bolah buang cincin ini ke danau itu"


" aku boleh nanya sesuatu? "


" boleh"


" kamu tulus sama aku? "


" aku sangat tulus sama kamu"


"apa kamu benar benar yakin? dan kamu iklas dengan keadaan aku? "


" aku sudah benar benar yakin sama kamu dan aku sangat ikhlas mencintai kamu apa ada nya bagaimana pun keadaan kamu" ucap deni


dan dewi pun langsung mengambil cincin nya dan langsung memasang nya di jari manis nya


" Terima kasih" deni langsung berterima kasih kepada dewi karena sudah menerima cinta nya

__ADS_1


__ADS_2