
jam menunjukkan pukul 15.30 Sintya datang dengan nindi dan juga tas yang isi nya baju dan peralatan nindi
"sini saya bantu nyonya" ucap scurity
"makasih pak"Sintya meninggalkan barang nya kepada scurity
"sore mah, pah" sapa sintya kepada mertuanya yang sedang duduk sambil menikmati teh di ruang tamu
"eh cucu nenek udah datang, hhm wangi sekali Kam sayang" ucap neneknya sambil mencium nindi
"apa kabar nak?" tanya papah mertua
"baik pah" jawab Sintya
"mas Revan nya mana mah?" tanya Sintya
"dia lagi main sama aldo, sana samperin biar nindi sama mamah" ucap mamah nya
"aku nitip nindi dulu ya mah" ucap Sintya menyerahlan nindi kepada mertua nya
"ah iya tidak masalah, mamah juga kangen banget sama nindi"
Sintya pun menyusul Revan dan Aldo yang sedang bermain di taman belakang
"hey" ucap Sintya memeluk Revan dari belakang
" hey .." cup Revan memberikan ciuman singkat di bibir Sintya
lagi apa sayang?" tanya Sintya kepada Aldo
"Aldo lagi menggambarkan mah"
"kamu sudah makan belum dan papah udah makan?" tanya sintya
"aku sudah makan tadi tapi boleh gak mah masakkin aku mie aku mau makan mie" ucap Aldo
"tanya sama papah kamu boleh gak kamu makan mie" ucap Sintya
"boleh gak pah?" tanya Aldo kepada Revan
"boleh.. masakin aku juga ya mie kuah pakai sayur, sosis dan telur"
"hhm tumben beb kamu mau makan mie"
"gak papa aku mau makan aja mencoba rasa yang baru" ucap Revan
"hal yang baru ya.. hhmm oke lah" ucap Sintya yang pergi meninggalkan Revan dan Aldo untuk memasakkan mie mereka
"sedang apa nak?" nya mamah nya saat melihat Sintya yang memasak di dapur
"masak mie mah, Aldo dan Revan mau makan mie"
"kok makan mie padahal mamah sudah masak loh.. tumben ya Revan makan mie " ucap mamah nya
" kata nya ingin mencari rasa baru mah" jawab Sintya
"ya sudah lanjutkan kamu masak nya" ucap mamah nya
beberapa menit kemudian Sintya sudah selesai memsak mie yang di pesan Aldo dan Revan
"nih mie nya, untuk Aldo mie goreng dan untuk papah mie kuah"
"wah kelihatan nya enak " ucap Aldo yang langsung memakan mie
"pelan-pelan aldo, mie nya masih panas" tegur Sintya
"hhm ternyata mie memang enak" ucap Revan
__ADS_1
"apa lagi yang masak nya aku ya sayang" ucap Sintya
"kamu mau?" Revan menyodorkan sesendok mie ke mulut Sintya
----++++++++++++++++++++++++++++-------
jam menunjukkan pukul 20.00 Sintya baru selesai mandi Revan yang sedang duduk di kasur sambil melamun memasang wajah murung ..
" kamu kenapa?" tanya Sintya
"hah..." jawab Revan bingung
"iya kamu kenapa?" tanya Sintya lagi
"gak papah cuman ada yang aku pikirkan aja" jawab Revan
"apa.. cerita dong Sama aku, memang nya kamu gak kangen sama aku?" ucap Sintya "gak biasanya Lo kamu main rahasiaan kaya gini sama aku"
"maaf sayang" ucap Revan menundukkan wajah nya
"maaf kenapa?" Sintya terdiam sambil berpikir sejenak "apa ada hubungannya dengan wanita itu?" ucap Sintya lagi
Revan kaget mendengar ucapan Sintya dia bingung karya jujur atau gimana.
"kalo aku jujur, itu akan membuat Sintya sakit hati dan kalo tidak jujur aku merasa jadi laki-laki berengsek yang sudah mengkhianati istri secantik dan sebaik Sintya" ucap Revan dalam hati
"kenapa kamu diam, jawab pertanyaan aku kamu kenapa?" tanya Sintya lagi dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya
" aku minta maaf sayang" ucap kata-kata itu yang keluar dari mulut Revan
"sebentar aku mau minta tolong mamah buat gendong nindi " ucap Sintya
Sintya pun keluar kamarnya untuk minta tolong mamah nya
beberapa menit kemudian Sintya masuk kedalam kamar lagi
"aku minta maaf sayang, aku menyesal.. sangat menyesal" ucap Revan sambil memeluk Sintya
"iya minta maaf kenapa? bicara yang benar dong aku bingung kalo.kamu kaya gini"
"aku minta maaf sudah khianati kamu, anak-anak dan cinta kita"
"maksud kamu khianati cinta kita? memang nya kenapa? apa ada hubungan nya dengan wat?" Sintya masih menahan kesabaran nya
"iya .." ucap Revan menganggukkan kepala nya
"ngapain aja kamu sama dia, sudah sejauh apa hubungan kamu?" tanya Sintya lagi
"aku minta maaf sayang" Revan menangis di pelukan sintyq
"kamu melakukan nya?" tanya Sintya lagi
"iya.. aku khilaf" ucap Revan sambil menangis
"saat itu apa kamu mabuk?" Sintya terus bertanya dan dia ttp berusaha menahan amarahnya
" aku gak mabuk, aku sadar"
"lepasin aku Van" ucap Sintya datar
"aku minta maaf sudah nyakitin kamu yank, tapi aku beneran gak ada rasa sama Wati"
"yang aku takutkan akhirnya terjadi kan, seadainya kamu di posisi aku, aku bermain dengan orang lain dengan alasan aku khilaf kamu bagaimana?" tanya Sintya
Revan tidak bisa menjawab pertanyaan Sintya
"aku kecewa sama kamu, kecewa banget, kamu sudah berhubungan dengan wanita itu lebih baik kamu nikahi dia kamu tanggung jawab" ucap Sintya, air matanya sudah tidak bisa di tahan nya lagi
__ADS_1
"aku gak mau nikah sama dia aku sayang sama kamu, aku sayang sama anak-anak'" ucap Revan
"lepasin aku " ucap Sintya yang berusaha melepaskan pelukkan Revan "aku gak mau di peluk sama laki-laki kaya kamu"
" aku minta maaf beb " ucap Revan
tok .tok..tok..mamah nya Revan mengetuk pintu
"sin nindi nya haus ada dot nya gak?" tanya mah nya Revan
mendengar suara mamahnya Revan langsung melepaskan pelukkan nya
"ada mah" sahut Sintya sambil menghapus air matanya
"kalian kenapa kok kaya tegang gitu?" tanya mamah
"nih mah dot nya"
" kamu nangis sayang? kenapa?" tanya mamah nya
"gak kok mah, aku lagi kangen-kangenan aja sama mas Revan" jawab sintya
" oh ya udah nanti turun ya kita makan bareng"
"iya mah"
mamah nya pun kembali ke depan tv
sedangkan Sintya langsung menutup kembali kamarnya dan meraih ponselnya
"kamu mau hubungi siapa?" tanya Revan
"sut.." Sintya mau menyuruh Revan diam
Tut...Tut...Tut...
"hallo sin ada apa?" terdengar suara cewe yang di tlpon sintya
"bel loe sibuk gak?" tanya Sintya
"gak kok kenapa "
"gue dan.keluarga besar Revan mau ngundang loe dan Wati untuk makan malam" ucap Sintya sambil nahan tangis nya
"makan malam? kok dadakan sih sin? loe kenapa suara Lo kaya lagi nangis" tanya Bella
"gak kok bel gue cuman flue aja"
"serius loe gak papa?"
"iya bel beneran, tolong ya usahakan loe sama wati datang nih undangan penting"
"iya sin akan gue usahakan "
"ya udah bye" Sintya mematikan ponsel nya
" mana handphone kamu" pinta Sintya
"kamu mau apa?" tanya Revan
"sini mana handphone kamu"
.
mau tidak mau Revan mengasih handphone nya ke tangan Sintya
"sayang mengundang kamu dan yang lain nya makan malam di rumah orang tua saya" pesna yang di kirimkan Sintya kepada wati melalui handphone revan
__ADS_1